Lawan Mallorca, Momentum Restorasi Lini Serang Real Madrid

Meskipun telah mengoleksi empat gol, performa lini serang Real masih jauh dari memuaskan. Melawan Real Mallorca menjadi kesempatan Alonso untuk memperbaikinya.

29 Agt 2025 17:32 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

MADRID, JUMAT — Xabi Alonso mampu menyulap Real Madrid menjadi tim yang kuat dalam mengontrol permainan dalam dua laga awal Liga Spanyol. Namun, kelebihan itu tidak diiringi peningkatan performa lini serang. Laga kontra Real Mallorca di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Minggu (31/8/2025) pukul 02.30 WIB, menyediakan kesempatan bagi Real untuk merestorasi ketajaman lini serangnya.

Real menyapu bersih dua laga awal Liga Spanyol dengan kemenangan tanpa pernah kebobolan. Performa itu sekilas terlihat impresif, tetapi ada kekurangan lini serang yang belum berhasil diperbaiki Alonson. Indikasinya tampak saat menghadapi Osasuna dan Real Oviedo. Lini serang Real sempat kesulitan mencetak gol pada dua laga itu, tetapi terselamatkan kegemilangan Kylian Mbappe.

Statistik menunjukkan, Real menjadi dua tim teratas di Liga Spanyol yang dominan dalam penguasaan bola. Dalam dua laga rerata penguasaan bola ”Los Blancos” mencapai 67,8 persen, hanya kalah dari Barcelona dengan 76,5 persen.

Meskipun kuat dalam mengontrol permainan, Real nyatanya tidak cukup agresif dalam membobol gawang lawan. Mereka tidak masuk tiga besar tim dengan rerata gol per laga tertinggi. Villarreal menjadi tim dengan efisiensi tertinggi di liga dengan torehan rerata 3,5 gol per laga. Padahal, tim ”Kapal Selam Kuning” tidak masuk tiga besar klub dengan kontrol bola tertinggi di Liga Spanyol.

Masalahnya, para lawan Real cenderung menggunakan pendekatan garis pertahanan rendah saat bertanding. Hal ini menyusul fakta bahwa Real diperkuat Mbappe yang menjadi pencetak gol terbanyak liga, musim lalu. Keberadaan Mbappe mendorong tim lain menggunakan cara aman, yakni dengan menumpuk banyak pemain di belakang untuk mempersempit ruang gerak lini serang Real yang juga dihuni Rodrygo, Vinicius Junior, dan Brahim Diaz.

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, mencetak gol kedua timnya ke gawang Real Oviedo pada laga Liga Spanyol di Stadion Carlos Tartiere di Oviedo, Spanyol, Senin (25/8/2025) dini hari WIB. Real menang, 3-0.

Oviedo dan Osasuna sudah melakukannya. Mereka menggunakan pendekatan bertahan yang kental dengan formasi 5-4-1 saat sedang tidak menguasai bola. Osasuna bahkan sempat menempatkan enam bek untuk mencegah manuver lini serang Real. Alhasil, Real kesulitan mencetak gol saat melawan Osasuna sebelum diselamatkan eksekusi penalti Mbappe yang menjadi satu-satunya gol di laga tersebut.

Demikian pula saat menghadapi Oviedo, Real kembali kesulitan mencetak gol kendati terus mengontrol laga sejak awal. Gol pembuka Real baru tercipta di akhir babak pertama, lagi-lagi berkat aksi penyelesaian akhir tajam dari Mbappe.

Variasi serangan

Untuk mengatasi lawan yang cenderung bertahan, Alonso biasanya menggunakan dua cara, yaitu penetrasi lewat koridor sayap dengan mengandalkan kemampuan individu Vinicius atau Rodrygo serta menginstruksikan Mbappe turun ke ruang antarlini sebagai penghubung (link up). Cara ini relatif berhasil merenggangkan pertahanan rapat lawan sehingga tercipta sejumlah peluang.

”Hari ini laga menunjukkan bahwa kami terus berkembang. Kami ingin tetap seperti ini. Sekarang, kami siapkan laga lawan Mallorca sebelum jeda internasional,” kata Alonso seusai menghadapi Oviedo.

Walaupun terbukti berhasil membawa Real mengamankan poin penuh, Alonso perlu lebih melakukan variasi kreativitas serangan alih-alih terus bertahan menggunakan dua cara tersebut untuk membongkar pertahan lawan.

Pelatih Real Madrid Xabi Alonso memberikan instruksi ke timnya saat melawan Real Oviedo pada laga Liga Spanyol di Stadion Carlos Tartiere di Oviedo, Spanyol, Senin (25/8/2025) dini hari WIB. Real menang, 3-0.

Laga melawan Real Mallorca menghadirkan kesempatan bagi Alonso untuk membuktikan hasil kerjanya dalam merestorasi lini serang Real. Satu hal yang bisa dicoba Alonso adalah mencetak gol melalui skema bola mati. Kemampuan dalam memaksimalkan bola mati Real belum begitu mengesankan sejak kedatangan Alonso.

Gelandang bertahan Real, Aurelien Tchouameni, mengaku belum puas dengan kinerja lini serang timnya. Menurut Tchouameni, timnya memiliki keseimbangan yang baik dalam bertahan dan menyerang. Pada laga selanjutnya, Tchouameni menilai timnya harus berusaha merebut bola secepat mungkin saat lawan sedang mengalirkan bola dari bawah. Dalam situasi itu, Real setidaknya akan lebih mudah untuk mencetak gol mengingat lawan yang belum membentuk formasi bertahan.

”Kami mencoba merebut bola kembali di area pertahanan lawan. Ketika kami merebut bola kembali, mencetak gol akan menjadi sedikit lebih mudah,” katanya.

Tidak seperti Real, Mallorca masih dibayangi tren negatif seiring belum pernah meraih satu pun kemenangan dalam dua laga awal. Tim arahan Pelatih Jagoba Arrasate itu takluk 0-3 dari Barca pada laga pertama, kemudian ditahan imbang 1-1 oleh Celta Vigo di markas sendiri.

Mallorca tidak begitu diunggulkan dalam laga ini mengingat kemenangan terakhir mereka di Stadion Bernabeu terjadi pada Mei 2009. Akan tetapi, Arrasate diuntungkan dengan kembalinya Vedat Muriqi dan Manu Morlanes.

Perkiraan susunan pemain Real Madrid versus Real Mallorca pada laga Liga Spanyol di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Minggu (31/8/2025) pukul 02.30 WIB.

Rekrutan baru, Pablo Torre, kemungkinan tampil sebagai gelandang serang dengan didukung oleh Sergi Darder dan Toni Lato.

Situasi itu bertolak belakang dengan Real yang masih kehilangan sejumlah pemain andalannya, seperti Jude Bellingham, Eduardo Camavinga, Ferland Mendy, dan Endrick, yang masih cedera. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto