Indra Sjafri enggan timnya mengulang catatan kelam di Piala Asia U-20 2014. Indonesia bertekad mengalahkan Yaman pada laga terakhir di China.
18 Feb 2025 19:09 WIB · Olahraga
SHENZHEN, SELASA — Meskipun sudah dipastikan gugur, pertandingan pamungkas Grup C Piala Asia U-20 2025 menghadapi Yaman, Rabu (19/2/2025) pukul 18.30 WIB, di Stadion Pusat Latihan Sepak Bola Pemuda Shenzhen, China, lebih dari laga hiburan untuk tim U-20 Indonesia. Hasil gim kontra Yaman adalah tolok ukur untuk menilai hasil program anak asuhan Indra Sjafri yang dimulai sejak Mei 2024.
Indonesia menelan dua kekalahan beruntun dari Iran dan Uzbekistan. Catatan negatif dengan koleksi selisih gol 1-6 itu menyebabkan ”Garuda Muda” sebagai tim kedua yang tersisih dengan predikat juara grup di babak kualifikasi.
Qatar, yang menghuni Grup A, adalah pemuncak grup babak pendahuluan pertama yang terempas dari persaingan tiket ke perempat final seusai kalah dari Australia, Minggu (16/2/2025) sore WIB. Pada gim pertama, mereka tumbang dari tim tuan rumah, China. Indonesia pun menyusul Qatar dua jam kemudian seusai kalah dari Uzbekistan.
Dengan hasil yang jauh dari harapan di Piala Asia U-20 2025, membuktikan kualitas pemain muda hasil pembinaan Indonesia sudah semakin sulit mengejar level tim-tim lain di Asia. Dony Tri Pamungkas dan kawan-kawan memang memulai masa persiapan dengan positif berkat raihan gelar juara Piala AFF U-19 2024.
Pada turnamen level regional itu, Garuda Muda menjalani lima laga dengan sempurna. Filipina, Kamboja, Timor Leste, Malaysia, dan Thailand ditaklukkan untuk mengangkat trofi kampiun di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, 29 Juli 2024.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/16/e7bb6c47-bfda-43cb-a494-decef6e4f48d_jpeg.jpeg)
Namun, ketika memasuki persaingan level Asia, Garuda Muda tertatih untuk terbang tinggi. Pemusatan latihan setahun yang dimulai di Como, Italia, dan Jepang, kemudian mengikuti turnamen internasional di Perancis dan Korea Selatan tidak cukup untuk memenuhi target lolos ke Piala Dunia U-20 Chile 2025.
Pada ajang kualifikasi Piala Asia U-20 2025, September 2024, gejala kegagalan tampil baik di level Asia sudah terlihat ketika ditahan Yaman 1-1 pada gim pamungkas.
Bermain di kandang sendiri, Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, tidak cukup membantu Indonesia menyapu bersih tiga laga kualifikasi dengan kemenangan. Dua lawan lain di babak kualifikasi adalah tim-tim yang jauh di bawah Indonesia, yakni Maladewa dan Timor Leste.
Setelah memastikan tempat di Piala Asia U-20 2025, pemusatan latihan intensif di Jepang, lalu mengikuti turnamen melawan Jordania, Suriah, dan India di Sidoarjo, Jawa Timur, Januari lalu, tidak memberikan dampak signifikan.
Indonesia tumbang dengan kemasukan masing-masing tiga gol dari Iran dan Uzbekistan. Itu artinya, pada tiga laga resmi beruntun, skuad Garuda Muda gagal meraih kemenangan.
Turnamen belum selesai karena kami masih ada satu pertandingan. Semua pemain sudah siap. Mudah-mudahan kami bisa meraih hasil positif.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/16/2fa64f7d-df6c-43d5-a77e-73a167a11979_jpeg.jpeg)
Alhasil, duel kedua melawan Yaman dalam lima bulan terakhir patut menjadi barometer untuk mengukur perkembangan kualitas Indonesia. Jika seri atau kalah, itu menunjukkan program pemusatan selama satu tahun yang dicanangkan tim pelatih tim U-20 dan PSSI gagal memberikan pengaruh kepada para pemain.
Indra paham dengan pentingnya laga melawan Yaman. Ia bertekad untuk membantu timnya membawa pulang hasil positif sebelum menutup partisipasi di Piala Asia U-20 2025.
”Turnamen belum selesai karena kami masih ada satu pertandingan. Semua pemain sudah siap. Mudah-mudahan kami bisa meraih hasil positif,” ucap Indra.
Indra menegaskan hasil negatif di Piala Asia U-20 2025 adalah tanggung jawab tim pelatih. Pemain, tambahnya, telah memberikan seluruh kemampuan terbaik secara individu dan kolektif.
”Tiga pertandingan di Piala Asia (U-20) ini tentu sangat bermanfaat bagi pemain. Mereka mendapatkan pengalaman, pembelajaran, dan inovasi yang bisa membantu mereka berkembang di masa depan,” ujar Indra yang memimpin Garuda Muda pada tiga edisi Piala Asia U-20.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/13/ea95ad57-020d-42c6-96d4-a27af92873a4_jpg.jpg)
Indra memimpin tim U-20 Indonesia di Piala Asia U-20 edisi 2014, 2018, dan 2025. Dari tiga kesempatan itu, capaian terbaik Indra adalah menembus babak perempat final 2018. Kala itu, skuad muda Indonesia yang dihuni generasi Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman disingkirkan Jepang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Pada edisi 2014, tim asuhan Indra tumbang dari Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab di fase grup. Meskipun telah tersisih, Indra setidaknya memiliki ambisi agar hasil di Myanmar 2014 ketika pulang tanpa poin tidak terulang.
Jens Raven, penyerang Indonesia, menganggap permainan timnya pada laga melawan Uzbekistan telah membaik dibandingkan laga perdana menghadapi Iran. Sempat menahan Uzbekistan 1-1 di babak pertama, lanjut Raven, tim Indonesia menderita akibat kebobolan cepat pada awal paruh kedua laga.
”Kami sudah mengetahui kekuatan Yaman setelah bertemu di babak kualifikasi. Kami ingin menutup partisipasi di Piala Asia dengan kemenangan. Semua pemain siap memberikan 100 persen untuk menang,” kata Raven yang mencetak gol tunggal ke gawang Uzbekistan.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji Dewabrata