Israel menyerang Iran dan Lebanon. Wilayah Lebanon adalah bagian dari Israel Raya yang digagas PM Israel Netanyahu. Iran berusaha menjamin Hizbullah dan Lebanon.
26 Mar 2026 09:07 WIB · Internasional
AP
BEIRUT, RABU — Iran memasukkan Lebanon dalam usulan gencatan senjata dengan AS-Israel, Rabu (25/3/2026). Sejauh ini, Iran mengakui sudah menerima, tetapi belum membahas usulan gencatan senjata dari Amerika Serikat.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, ada keinginan Iran untuk menghentikan perang jika tuntutan mereka dipenuhi. Iran mengingatkan, mereka bukan pihak yang memulai perang.
Selain itu, kepada beberapa negara yang menjadi penengah, Iran menegaskan Israel juga harus menghentikan invasi di Lebanon dan serangan terhadap Hizbullah.
Namun, Araghchi membantah bahwa telah terjadi perundingan. Dalam wawancara di televisi, Araghchi mengatakan, pertukaran pesan melalui penengah bukan berarti Iran sedang berunding dengan AS. ”Mereka menyampaikan pesan (AS) seolah-olah sedang berunding dengan kita dan mereka yang menentukan arah perundingan,” kata Aragchi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/10/a6bfb92b-209a-4a28-aba9-d1edd1cfb8d0.jpg)
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dalam beberapa hari terakhir mengaku, AS sudah berunding dengan Iran. Menurut dia, ada sinyal positif terhadap usulan AS untuk mengakhiri perang.
Trump mengajukan 15 syarat gencatan senjata yang dikirim melalui Pakistan. Menurut sumber di Pemerintah Israel, Trump menuntut pemusnahan stok uranium, penghentian pengayaan uranium, pembatasan program rudal Iran, dan menghentikan pendanaan sekutu Iran di Timur Tengah.
Seorang pejabat AS mengatakan, Washington menuntut Iran menghentikan operasi dan melucuti Hizbullah demi perdamaian di Lebanon dan Timur Tengah. Hizbullah didirikan Pengawal Revolusi Iran di tahun 1982 dan menjadi ujung tombak perlawanan Iran terhadap agresi Israel di kawasan.
Hizbullah menyerang Israel pada 2 Maret 2026 sesudah Israel menyerang Iran sejak 28 Februari 2026. Seiring serangan ke Iran, Israel terus melancarkan agresi di Tepi Barat dan Lebanon.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/17/b354e6031abec6eb6741d8f24988892e-Eyal_Zamir2.jpeg)
Belum ada tanggapan dari Kemenlu Iran dan militer Israel atas pertanyaan Reuters soal tuntutan agar Lebanon masuk dalam pembahasan gencatan senjata AS-Israel dengan Iran.
Iran sudah dua kali berunding dan diserang tiba-tiba oleh Amerika Serikat di tengah perundingan. Ada enam narasumber mengatakan kepada Reuters, sejak pertengahan Maret, Iran menegaskan siap membahas gencatan senjata dengan syarat Israel menghentikan serangan di Lebanon.
”Kalau mereka (Iran) gagal paham bahwa mereka sudah kalah secara militer, Presiden Trump memastikan menghantam mereka lebih keras lagi,” kata Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt secara terpisah.
Terkait Lebanon, salah satu sumber mengatakan, Hibullah mendapat jaminan Iran, mereka akan masuk dalam pembahasan kesepakatan damai. ”Lebanon jadi prioritas Iran dan agresi Israel tidak akan diterima seperti setelah gencatan senjata tahun 2024,” ujar sumber tersebut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/10/6d51aa08-5079-4a70-be33-682966c93ee9.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/03/b079b8ed2bb9d7c159776d73d745e036-wires_photo_299.jpg)
Namun, dia mengingatkan, Israel terus mengebom Lebanon meski gencatan senjata disepakati tahun 2024 yang mengakhiri Perang Israel-Hizbullah. Di Lebanon, Hizbullah adalah salah satu kekuatan politik de facto di Lebanon.
Kekuatan Hizbullah berkurang saat Israel menghancurkan Lebanon dan Gaza. Seiring itu, pemerintah baru di Lebanon menuntut perlucutan senjata Hizbullah. Saat ini, masuknya Hizbullah dalam gencatan senjata AS-Israel dengan Iran akan kembali memperkuat posisi politik Hizbullah di Lebanon.
Di sisi lain, bagi Israel, keberadaan Hizbullah di Lebanon menjadi penghalang gagasan pembentukan Israel Raya yang dijadikan ideologi PM Israel Benjamin Netanyahu. Israel Raya mencakup wilayah Lebanon dan Suriah.
Sumber di Israel mengatakan, Israel akan meneruskan serbuan di Lebanon dan menyatakan agresi di Iran dan Lebanon sebagai dua hal yang tidak berhubungan. Kemenlu Israel menyatakan tidak mengadakan negosiasi dengan rezim Iran. Serangan Israel di Lebanon sudah membunuh sekurangnya 1.000 orang dan mengakibatkan satu juga orang mengungsi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/19/4372da8411e9325365cfbae0eba262c5-AP25363669904580.jpg)
Pasar keuangan dunia memberi sinyal positif dengan turunnya harga minyak seusai beredar kabar AS membuka dialog ke Iran. Pebisnis berharap perang segera berakhir dan menghentikan resiko kekacauan ekonomi global akibat krisis energi.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres juga menyambut baik langkah itu. ”Ini waktunya menghentikan eskalasi dan mulai mengadakan perundingan,” kata Guterres di Markas PBB di New York.
Ia mengingatkan, dunia akan terjerumus dalam perang yang lebih besar apabila perdamaian tidak diwujudkan. (REUTERS)
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra