Indonesia Lebih Waspada Lawan India di Piala Suhandinata

Indonesia tetap berada di jalur juara Piala Suhandinata dengan lolos ke semifinal. Namun, mereka akan menghadapi tantangan berlipat dari India.

09 Okt 2025 21:46 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

GUWAHATI, KAMIS — Pertemuan Indonesia dan India dalam kejuaraan bulu tangkis Piala Suhandinata 2024 akan terulang pada tahun ini. Kali ini, skuad ”Merah Putih” harus lebih waspada.

Ada berbagai faktor yang membuat Mohammad Zaki Ubaidillah dan kawan-kawan harus memasang tingkat kewaspadaan level tinggi pada kejuaraan bulu tangkis beregu campuran yunior itu. Salah satunya, pertemuan kali ini terjadi pada fase lebih tinggi, yaitu semifinal.

Indonesia melangkah ke semifinal setelah mengalahkan Taiwan, 2-0, pada perempat final yang berlangsung di National Centre of Excellence, Guwahati, India, Kamis (9/10/2025). Sementara India menyingkirkan Korea Selatan, 2-1. Pada perempat final lain, China menang atas Malaysia, 2-0, dan Jepang mengalahkan Amerika Serikat, 2-1.

Semifinal Indonesia melawan India, yang akan berlangsung Jumat, berada satu level lebih tinggi dibandingkan dengan pertemuan pada perempat final di Nanchang, China, pada 2024. Ketika itu, Indonesia menang dengan akumulasi skor 110-92. Perjalanan Indonesia pada tahun tersebut berakhir dengan gelar juara.

Faktor lain yang akan menambah tekanan bagi Indonesia adalah pemain-pemain India akan bermain di tempat sendiri sehingga mereka akan mendapat dukungan sebagian besar penonton. Dukungan itu pula yang menjadi pembakar semangat mereka ketika menyingkirkan tiga kali juara dunia, Korea Selatan, pada perempat final.

Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinara Nastine mewakili ganda campuran saat Indonesia melawan Hong Kong pada penyisihan Grup F kejuaraan bulu tangkis Piala Suhandinata di Guwahati, India, Rabu (8/10/2025).

India pun untuk pertama kalinya lolos ke semifinal setelah lima kali gagal di perempat final, yaitu pada 2016, 2017, 2018, 2023, dan 2024.

India mengalahkan Korea Selatan, 2-1, setelah tertinggal lebih dulu 0-1. Skor ini merupakan skor besar dari pertandingan yang menggunakan sistem estafet dalam tiga set (putaran). Setiap set terdiri atas lima nomor, yaitu tunggal putra-putri, ganda putra-putri, dan ganda campuran.

Dalam setiap partai, setiap pemain harus memperoleh angka sembilan dan kelipatannya hingga mencapai skor 45 untuk memenangi satu set. India tertinggal lebih dulu karena kalah 44-45 pada set pertama. Melalui keunggulan dalam setiap partai, India memperpanjang pertandingan melawan Korea Selatan menjadi tiga set.

Tuan rumah tertinggal 16-18 pada partai kedua set ketiga, tetapi mereka akhirnya menyalip melalui tiga partai terakhir hingga menang 45-33. Untuk pertama kalinya, India akan berdiri di podium dan mendapat medali, setidaknya perunggu.

”Saya senang kami bisa mendapat medali, tetapi kejuaraan belum berakhir. Kami tidak boleh puas dan harus bermain lebih baik pada semifinal,” ujar tunggal putri India, Unnati Hooda, dalam laman resmi BWF.

Mohammad Zaki Ubaidillah saat Indonesia melawan Hong Kong pada penyisihan Grup F kejuaraan bulu tangkis Piala Suhandinata di Guwahati, India, Rabu (8/10/2025).

Pelatih ganda India, Vladimir Sozonov, mengatakan, kemenangan pada perempat final akan membuat para pemain tak punya beban dalam menjalani babak berikutnya. Sozonov yakin India bisa mencapai posisi apapun setelah memenangi perempat final.

Rasa percaya diri, tetapi tanpa tekanan itulah yang harus diwaspadai Indonesia. Apalagi, sistem skor estafet yang mengharuskan pemain hanya mengumpulkan sembilan poin membuka peluang menang yang sama bagi semua tim.

Seperti dikatakan Manajer Tim Indonesia Eng Hian dalam laman resmi PB Djarum, pemain harus berusaha mendapat poin secepat mungkin. Namun, di sisi lain, mereka tetap harus menjaga kualitas pukulan agar tidak membuat kesalahan.

Quote

Eng Hian berharap, pemain tidak terbeban dengan status juara bertahan.

Pemain ganda putri Indonesia, Riska Anggraini, mengatakan, jika dia dan Rinjani Kwinara Nastine diturunkan saat melawan India, faktor mental akan menjadi perhatian. Riska mengatakan, faktor itu akan menentukan permainan dan hasil karena kemampuan teknis semua pemain berimbang.

Selain itu, Riska harus berupaya keras membantu partnernya karena Rinjani selalu mendapat tugas bermain rangkap, yaitu pada ganda putri dan campuran. ”Tenaga dan pikiran partner saya pasti lebih terkuras. Jadi, saya harus menjaga supaya Jani jangan hilang fokus. Sebisa mungkin, saya harus bisa membantu Jani supaya dia tidak terlalu capai,” ujar Riska.

Riska Anggraini/Salsabila Zahra Aulia memenangi partai ketujuh saat Indonesia melawan Sri Lanka pada penyisihan grup kejuaraan Piala Suhandinata. Di Nanchang INternational Sports Center, Senin (1/10/2024), Indonesia menang dengan skor 110-62.

Pada nomor lain, Zaki akan tetap menjadi andalan tunggal putra. Hal serupa diemban Thalita Ramadhani Wiryawan di tunggal putri. Eng Hian berharap, pemain tidak terbeban dengan status juara bertahan.

Arctic Terbuka

Pada turnamen Arctic Terbuka BWF World Tour Super 500, wakil Indonesia habis pada babak kedua. Dari tiga ganda putri yang tampil mewakili ”Merah Putih” di Vantaa, Finlandia, dua pasangan tersingkir pada kedua dan satu lainnya di babak pertama.

Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum memberikan perlawanan ketat pada pasangan Jepang unggulan ketiga, Rin Iwanaga/Kie Nakanishi, tetapi akhirnya kalah dengan skor 14-21, 29-30. Adapun Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dikalahkan unggulan kedua, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia) 15-21, 13-21.

”Banyak pelajaran yang didapat hari ini. Tadi, kami sudah main maksimal, sudah mencoba semuanya. Kami juga bisa lebih sabar, tidak bisa terburu-buru dan asal mengembalikan bola. Bersyukur walaupun hasilnya belum sesuai yang diinginkan,” kata Rachel.

Sementara Febi menilai, kematangan lawan membuat mereka bisa mengontrol emosi sehingga tidak terburu-buru melakukan penyelesaian akhir. ”Saya dan Rachel harus belajar hal ini,” katanya.

Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari kalah dari unggulan kedua, Tan Pearly/Thinaah Muralitharan, pada babak kedua turnamen Hong Kong Terbuka. Di Hong Kong Coliseum, Kamis (11/9/2025), Febriana/Meilysa kalah dengan skor 18-21, 17-21.

Setelah perjalanan singkat di Arctic Terbuka, Rachel/Febi, Amalia/Meilysa, dan Lanny Tria Mayasari/Amalia Cahaya Pratiwi, akan bertanding di Denmark Terbuka Super 750, 14-19 Oktober.

Mereka akan bergabung dengan pemain-pemain Indonesia yang absen di Finlandia, seperti Alwi Farhan, Putri Kusuma Wardani, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.

 

Hasil Perempat Final Indonesia – Taiwan

Set I

Moh Zaki Ubaidillah vs Chieh Dan Yang9-6

Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Hui Hsin Huang/Pin Chen Liao 18-12

Thalita Ramadhani Wiryawan vs Xiao Ting Su 27-17

lkhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Hung Bing Fu/Chou Yun An 36-31

Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Wei Ting Lee/Cheng Han Tsai45-35

 

Set II

Moh Zaki Ubaidillah vs Huang Jyun Kai9-2

Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Chou Yun An/Hui Hsin Huang 18-10

Thalita Ramadhani Wiryawan vs Liao Jui Chi 27-20

lkhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Hung Bing Fu/Chou Yun An 36-30

Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Wei Ting Lee/Cheng Han Tsai45-35

 

Set III (tidak dimainkan)

Moh Zaki Ubaidillah vs Huang Jyun Kai

Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Chou Yun An/Hui Hsin Huang

Thalita Ramadhani Wiryawan vs Shu Yu Wen

lkhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Hung Bing Fu/Chou Yun An

Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Ping Hsuan Chen/Yi Hsuan Chen


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase