PIALA DUNIA 2026

Ledakan Bisu Spanyol di Hadapan Tanjung Verde

Firasat buruk Luis de la Fuente terhadap potensi kejutan Tanjung Verde menjadi kenyataan. Spanyol tetap gagal mencetak gol meski sudah memainkan Lamine Yamal.

16 Jun 2026 02:32 WIB · Olahraga

Getty Images via AFP/Mattia Ozbot

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

GEORGIA, SELASA — Rentetan serangan demi serangan Spanyol ke gawang Tanjung Verde bersahutan laksana ledakan di Stadion Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Hanya saja, sederet ledakan serangan itu berakhir bisu tertelan soliditas pertahanan Tanjung Verde. Ditahan imbang 0-0 Tanjung Verde di Grup H, langkah Spanyol melaju ke fase gugur Piala Dunia 2026 mendadak berat.

Hasil imbang 0-0 menambah panjang daftar kejutan yang terjadi di Piala Dunia 2026. Spanyol, tim peringkat kedua dunia, lebih diunggulkan atas Tanjung Verde yang menghuni peringkat ke-67 FIFA.

Namun, Piala Dunia selalu menyisakan ruang untuk terciptanya hal-hal magis. Meskipun sudah memainkan Lamine Yamal pada babak kedua, kebuntuan serangan Spanyol tidak kunjung terpecahkan.

”Tim sudah berusaha. Saya pikir kami menguasai jalannya pertandingan dengan lancar. Ini tentang menyempurnakan peluang yang kami ciptakan karena melawan tim yang banyak bertahan, Anda tidak akan memiliki banyak peluang. Dalam situasi seperti itu Anda tahu harus memanfaatkannya. Sesederhana itu,” kata gelandang Spanyol, Rodri, seusai laga, Selasa (16/6/2026) dini hari WIB.

Sebagaimana dikatakan Rodri, Spanyol memang menunjukkan kelasnya sebagai favorit juara. Mereka mendikte Tanjung Verde yang menjalani laga pertama di panggung Piala Dunia.

ATLANTA, GEORGIA - JUNE 15: Lamine Yamal #19 of Spain reacts after the 0-0 draw during the FIFA World Cup 2026 Group H match between Spain and Cabo Verde at Atlanta Stadium on June 15, 2026 in Atlanta, Georgia.   Mattia Ozbot/Getty Images/AFP (Photo by Mattia Ozbot / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Spanyol mendominasi dengan 74 persen penguasaan bola dan nilai ekspektasi gol (expected goal/xG) mencapai 2,29. Artinya, Spanyol paling tidak seharusnya bisa mencetak dua gol.

Kiper Tanjung Verde, Vozinha, adalah salah satu aktor kegagalan utama Spanyol dalam mencetak gol. Pemain veteran berusia 40 tahun itu menggagalkan tujuh tembakan tepat sasaran Spanyol, termasuk sepakan keras mendatar Ferran Torres dari jarak dekat.

Quote

Ketika menjuarai Piala Dunia 2010, Spanyol pun meraih hasil negatif pada laga pertamanya dengan takluk dari Swiss. Namun, setelah itu, mereka berhasil bangkit dengan menyapu bersih laga, lalu menjadi juara.

Berkat sederet penyelamatan gemilangnya, Vozinha dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan.

”(Tanjung Verde) adalah tim yang sangat kuat secara fisik. Kami tahu mereka akan bermain bertahan rapat dan dengan pemain-pemain yang sangat kuat. Jika ditambah dengan fakta bahwa kami kurang bugar, maka hal ini terjadi. Sepak bola memang seperti itu. Tidak ada lawan yang lemah di sini (Piala Dunia),” kata Pelatih Spanyol Luis de la Fuente.

Sebelum laga, Fuente sudah memiliki firasat buruk tentang potensi Tanjung Verde menjadi batu sandungan bagi timnya. Bagi Fuente, Piala Dunia selalu menyimpan kejutan.

ATLANTA, GEORGIA - JUNE 15: Vozinha #1 of Cabo Verde applaud fans after the 0-0 draw during the FIFA World Cup 2026 Group H match between Spain and Cabo Verde at Atlanta Stadium on June 15, 2026 in Atlanta, Georgia.   Buda Mendes/Getty Images/AFP (Photo by Buda Mendes / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Demi tidak jadi korban kejutan Piala Dunia, Fuente sangat serius mengantisipasi Tanjung Verde. Hanya saja, walau sudah menurunkan susunan pemain terbaik, firasat buruk Fuente tetap tak terhindarkan.

Pertahanan terstruktur

Selain penyelamatan heroik Vozinha, apresiasi tinggi layak disematkan kepada para pemain outfield Tanjung Verde yang bertahan dengan sangat terstruktur sejak laga dimulai.

Pelatih Tanjung Verde Bubista menginstruksikan pemainnya untuk bertahan rapat di area tengah dalam formasi 5-4-1. Mereka juga terus diingatkan untuk menjaga kerapatan antarlini.

Akibatnya, para pemain Spanyol bak kehabisan akal menembus pertahanan berlapis Tanjung Verde. Outlet serangan Spanyol pun lebih sering coba diarahkan melalui sisi sayap.

Tanpa Lamine Yamal yang belum sepenuhnya bugar, Ferran mengisi tugas menyisir sayap kanan. Di sisi sebaliknya, ada bek kiri Marc Cucurella yang konsisten mencoba bermanuver menyuplai bola untuk Spanyol.

Statistik laga Spanyol versus Tanjung Verde pada penyisihan Grup H Piala Dunia 2026, Selasa 15/6/2026) dini hari WIB. Laga itu berakhir imbang, 0-0.

Strategi garis pertahanan rendah Tanjung Verde efektif. Spanyol dibuat berputar-putar mengalirkan bola sehingga baru bisa melepaskan tendangan pertama ke gawang lawan setelah 20 menit laga berjalan. Pedri dan Fabian Ruiz yang ditugaskan lebih naik membantu mengatur serangan juga tidak mampu berbuat banyak.

Pergerakan kedua pemain itu terkunci ketika mencoba menerobos area tengah. Oleh sebab itu, Ruiz dan Pedri harus melakukan kombinasi dengan pemain sayap untuk menciptakan peluang, tetapi tetap gagal.

Menembak dari jarak jauh pada akhirnya menjadi solusi terakhir menghadapi rapatnya pertahanan Tanjung Verde. Namun, Spanyol tidak memiliki pemain dengan kemampuan tembakan jarak jauh mematikan semacam Federico Valverde (Uruguay) atau Yasin Ayari (Swedia).

Upaya Spanyol untuk mempertajam serangan dengan memasukkan Lamine Yamal pada babak kedua juga tidak membuahkan hasil. Pergerakan Yamal sudah diantisipasi Tanjung Verde dengan mendorong lebih dari satu pemain untuk mengawal pergerakannya.

Walau terkurung hampir sepanjang laga, bukan berarti Tanjung Verde sama sekali nihil peluang. Ketika berhasil merebut bola, para pemain Tanjung Verde tidak sekadar bermain direct dengan membuang bola ke depan.

Cape Verde's Nuno da Costa, left, is challenged by Spain's Pedri during the World Cup Group H soccer match in Atlanta, Monday, June 15, 2026. (AP Photo/Colin Hubbard)

Mereka membangun serangan melalui umpan-umpan mendatar secara cepat untuk memaksimalkan kecepatan pemain sayap, seperti Ryan Mendes dan Jovane Cabral. Tanjung Verde tercatat melepaskan satu tembakan tepat sasaran dari skema sepak pojok.

Lawan berat

Hasil imbang ini patut disesali Spanyol. Secara kalkulasi, mereka seharusnya meraih tiga poin dari Tanjung Verde. Spanyol akan menghadapi lawan berat pada dua laga penyisihan grup berikutnya dengan menantang Arab Saudi dan Uruguay.

Walau bagaimanapun, meraih hasil memalukan dengan ditahan imbang tim debutan pada laga perdana turnamen bukanlah akhir bagi Spanyol. Bahkan, jika menilik ke belakang, kesuksesan ”La Furia Roja” pernah datang setelah melewati momentum sulit.

Ketika menjuarai Piala Dunia 2010, Spanyol meraih hasil negatif pada laga pertamanya dengan takluk dari Swiss.

Namun, setelah pengalaman buruk itu, mereka berhasil bangkit dengan menyapu bersih laga, lalu menjadi juara. Bukan tidak mungkin pola serupa akan kembali terjadi pada mereka.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji