Lembaran Baru Panjat Tebing Setelah Emas Olimpiade

Meski tekanan berkurang usai emas bersejarah di Olimpiade, para pemanjat tetap berambisi prestasi. Seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025, Wujiang, buka lembaran baru.

24 Apr 2025 15:45 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

Veddriq Leonardo berteriak tak lama setelah tangannya menggapai tombol finis pada puncak dinding panjat, Sabtu (19/4/2025). Kendati menyelesaikan pemanjatan tidak dalam waktu terbaiknya, Veddriq lega. Dalam dua kesempatan sebelumnya, dia terpeleset dan false start.

Pada perlombaan panjat tebing disiplin speed atau kecepatan, dua hal itu adalah risiko yang membayangi atlet. Terlebih, mereka dituntut untuk memanjat dengan cepat, melawan gravitasi. Ini mirip perlombaan lari jarak pendek, tetapi dilakukan di dinding.

Veddriq menjalani latihan di pemusatan latihan nasional panjat tebing di Hotel Santika Premiere Kota Harapan Indah, Bekasi, itu sebagai persiapan untuk penampilan perdananya di ajang internasional tahun ini. Bersama Kiromal Katibin dan Alfian Muhammad Fajri, Veddriq akan berlomba di seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 di Wujiang, China, 25-27 April.

Rahmad Adi Mulyono, pemanjat putra yang mewakili Indonesia di Olimpiade Paris 2024 bersama Veddriq, absen di Wujiang karena sedang dalam pemulihan dari cedera. Begitu juga dengan pemanjat putri Indonesia yang tampil di Paris, Rajiah Sallsabillah. Rajiah baru saja menjalani ofperasi untuk mengatasi cederanya.

Pada kategori putri, Indonesia akan mengirim olimpian Desak Made Rita Kusuma Dewi. Desak akan ditemani dua pemanjat putri lainnya, yakni Puja Lestari dan Susan Hidayah.

”Ini seperti memulai awal yang baru lagi, kami restart setelah Olimpiade kemarin,” ujar Veddriq, peraih medali emas Olimpiade Paris 2024.

Atlet panjat tebing Indonesia disiplin ”speed”, Veddriq Leonardo, berlatih di pemusatan latihan nasional panjat tebing di halaman parkir Hotel Santika Kota Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (19/4/2025).
Atlet panjat tebing Indonesia disiplin speed, Veddriq Leonardo, berlatih di pemusatan latihan nasional panjat tebing di halaman parkir Hotel Santika Kota Harapan Indah, Bekasi, Sabtu (19/4/2025).

Setelah momen puncak prestasi di Paris, Veddriq dan pemanjat Indonesia lainnya seolah tidak mau larut dalam euforia. Mereka mulai berlatih kembali secara intensif kendati bebannya tidak seberat 2024.

Namun, Veddriq juga menekankan, ajang di Wujiang akan dihadapinya dengan pola pikir berbeda kendati tetap menargetkan catatan waktu yang lebih tajam dan raihan prestasi. ”Setelah Olimpiade, peta persaingan seperti mulai terbuka. Jadi, turnamen awal-awal ini kami masih akan coba meraba kekuatan atlet lain. Nanti kami lihat bagaimana dan mungkin bisa kami ambil untuk evaluasi,” tutur Veddriq.

Hal serupa disampaikan pelatih panjat tebing Indonesia, Hendra Basir. Menurut Hendra, tekanan bagi para atlet disiplin speed untuk berprestasi sedang dikurangi pada tahun ini. Strategi itu dilakukan untuk memberi waktu bagi para atlet menjalani pemulihan, baik mental dan fisik, dari kelelahan dan cedera.

Namun, Hendra juga menegaskan, tim pelatih tidak bisa dan tidak akan menahan ambisi para atlet untuk tetap berprestasi. Malah, ambisi itu penting untuk tetap menjaga mereka tidak tampil jauh di bawah performa terbaiknya.

”Keinginan untuk juara pasti ada, mau memperbaiki catatan waktu personal juga harusnya bisa. Begitu juga yang mau mengejar rekor dunia. Namun, yang utama, kami sambil membaca peta kekuatan calon pesaing, terutama untuk Asian Games 2026 dan Olimpiade 2028,” ucap Hendra.

Atlet panjat tebing Indonesia disiplin ”speed”, Kiromal Katibin, berlatih di pemusatan latihan nasional panjat tebing di halaman parkir Hotel Santika Kota Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (19/4/2025).
Atlet panjat tebing Indonesia disiplin speed, Alfian Muhammad Fajri, berlatih di pemusatan latihan nasional panjat tebing di halaman parkir Hotel Santika Kota Harapan Indah, Bekasi, Sabtu (8/2/2025).

Kiromal Katibin menjadi salah satu pemanjat yang bertekad untuk mencatatkan waktu terbaik atau bahkan kembali rekor dunia di Wujiang. Kiromal ingin menunjukkan penampilan seperti saat debut di Piala Dunia, yakni pada seri di Salt Lake City, Amerika Serikat, 2021.

Saat itu, Kiromal tidak hanya berhasil naik podium dengan membawa pulang medali perak. Dia juga menjadi pemanjat putra pertama yang memecahkan rekor dunia dengan catatan waktu 5,25 detik. Pada ajang yang sama, Veddriq memecahkan rekor dunia Kiromal dengan 5,20 detik.

Empat tahun berlalu, persaingan kian sengit. Catatan waktu kian mengecil. Tidak lagi pada lima detik, pemanjat berlomba-lomba mencatatkan waktu empat detik. ”Dulu, rasanya tidak bisa membayangkan memanjat di bawah lima detik. Ternyata bisa. Sekarang malah kebanyakan pemanjat putra sudah melakukannya di bawah lima detik,” ucap Kiromal.

”Saya lihat pemanjat dari negara lain juga sudah mulai bisa menajamkan sampai 4,6 detik. Mungkin di Wujiang ini bakal jadi ’perang’ antara siapa yang paling konsisten. Saya sendiri menargetkan medali emas dan bisa memecahkan rekor,” tutur pemanjat asal Batang, Jawa Tengah, ini.

Atlet panjat tebing Indonesia disiplin speed, Kiromal Katibin, berlatih di pemusatan latihan nasional panjat tebing di halaman parkir Hotel Santika Kota Harapan Indah, Bekasi, Sabtu (19/4/2025).

Salah satu pemanjat yang sudah menunjukkan kemampuannya mencatatkan waktu 4,6 detik itu adalah atlet Amerika Serikat, Samuel Watson. Di akun Instagram-nya, Watson mengunggah video ketika dia berhasil finis dalam waktu tersebut. Dia bahkan menyatakan akan memecahkan rekor dunia lagi di Wujiang.

Watson saat ini merupakan pemegang rekor dunia dengan catatan waktu 4,74 detik yang dia torehkan di Olimpiade Paris 2024. Pemanjat berusia 19 tahun ini akan menjadi pesaing Kiromal, Veddriq, dan Alfian bersama 51 atlet putra lainnya di Wujiang.

Pada kategori putri, Desak juga membawa ambisi untuk berprestasi. Kendati sedang dalam masa pemulihan dari cedera siku, Desak menargetkan hasil bagus pada awal tahun.

”Hasil tahun kemarin, terutama Olimpiade, saya coba lupakan. Sekarang menatap target baru. Target baru ini yang bikin semangat membara lagi,” kata Desak, yang menelan kekalahan dramatis pada babak perempat final di Olimpiade Paris 2024.

”Sekarang mau coba lebih tenang, lebih fokus, lebih bisa mengontrol diri. Semoga tetap fit dan sehat karena cuaca tidak menentu,” ujarnya.

Atlet panjat tebing Indonesia disiplin ”speed”, Desak Made Rita Kusuma Dewi, berlatih di pemusatan latihan nasional panjat tebing di halaman parkir Hotel Santika Kota Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (12/4/2025).
Atlet panjat tebing Indonesia disiplin speed, Susan Hidayah, berlatih di pemusatan latihan nasional panjat tebing di halaman parkir Hotel Santika Kota Harapan Indah, Bekasi, Sabtu (19/4/2025).
Atlet panjat tebing Indonesia disiplin speed, Puja Lestari, berlatih di pemusatan latihan nasional panjat tebing di halaman parkir Hotel Santika Kota Harapan Indah, Bekasi, Sabtu (12/4/2025).
Atlet panjat tebing Indonesia disiplin speed, Desak Made Rita Kusuma Dewi, berlatih di pemusatan latihan nasional panjat tebing di halaman parkir Hotel Santika Kota Harapan Indah, Bekasi, Sabtu (12/4/2025).
Pemanjat tebing speed putri, Desak Made Rita, berlatih di pemusatan latihan nasional panjat tebing di halaman parkir Hotel Santika Premiere, Kota Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (8/2/2025).
Atlet panjat tebing Indonesia disiplin speed, Susan Hidayah, berlatih di pemusatan latihan nasional panjat tebing di halaman parkir Hotel Santika Kota Harapan Indah, Bekasi, Sabtu (19/4/2025).

Adapun Puja Lestari dan Susan Hidayah lebih berfokus pada pemecahan catatan waktu personal. Mereka bertekad untuk bisa melampaui rekor waktu sendiri sebelum menargetkan podium.

Di Wujiang, nama atlet Polandia, Aleksandra ”Ola” Miroslaw, terdaftar sebagai salah satu peserta. Ola, peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 dan pemegang rekor dunia dengan 6,06 detik, akan menjadi salah satu pesaing berat Desak dan kawan-kawan.

Setelah mengukir sejarah emas di Paris, para pemanjat Indonesia kini membuka lembaran baru dengan hati lebih tenang, tetapi semangat yang tak berkurang. Di dinding panjat di Wujiang, mereka akan meraba ulang makna ambisi dan menguatkan kembali mimpi menggapai puncak lebih tinggi.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti