Setelah pulih dari cedera lutut, Leo Rolly Carnando bertanding kembali bersama Bagas Maulana dalam turnamen Singapura Terbuka. Namun, mereka kalah di babak pertama.
27 Mei 2025 20:33 WIB · Olahraga
SINGAPURA, SELASA — Leo Rolly Carnando sebenarnya percaya diri saat akan kembali ke turnamen karena tak lagi merasakan sakit pada lutut kiri. Namun, beberapa kesalahan yang dia lakukan bersama partnernya, Bagas Maulana, pada pertandingan hari pertama Singapura Terbuka membuat mereka tersingkir pada babak pertama.
Singapura Terbuka 2025 di Singapore Indoor Stadium, 27 Mei-1 Juni, adalah turnamen pertama Leo setelah Kejuaraan Asia di China, 8-13 April. Setelah menjadi semifinalis pada ajang itu, Leo masuk dalam tim Indonesia untuk kejuaraan Piala Sudirman. Akan tetapi, partisipasinya dalam kejuaraan beregu campuran itu batal. Leo belum pulih dari cedera ligamen pada lutut kiri yang dialami di Kejuaraan Asia.
Partnernya, Bagas, tetap berangkat bersama anggota tim Indonesia lainnya dan bermain pada laga semifinal Indonesia melawan Korea Selatan bersama pasangan lamanya, Muhammad Shohibul Fikri.
Leo/Bagas bergabung dan bersaing kembali dalam turnamen Singapura Terbuka yang berlevel Super 750. Mereka menjalani babak pertama, Selasa (27/5/2025), melawan pemain Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Kittinupong Kedren. Tanpa rasa sakit di kakinya, Leo percaya diri kembali ke turnamen. Akan tetapi, dia dan Bagas kalah dengan skor 24-22, 19-21, 16-21.
Kedua pasangan itu berstatus non-unggulan, tetapi memiliki posisi bagus dalam daftar peringkat dunia. Leo/Bagas menempati peringkat kesembilan dunia, sementara Puavaranukroh/Kedren di posisi ke-14. Puavaranukroh juga dikenal sebagai pemain ganda berpengalaman meskipun prestasinya lebih tinggi pada nomor ganda campuran.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/27/fdec4f24a78404fe043bce11c594f410-LeoBagas3_R32_SingaporeOpen2025_PBSI_20250527.jpg)
Saat berpasangan dengan Sapsiree Taerattanachai, mereka menjadi juara dunia 2021. Bersama Supissara Paewsampran, partner di ganda campuran sejak Oktober 2024, Puavaranukroh membuka kompetisi 2025 dengan menjuarai Malaysia Terbuka Super 1000.
Adapun duet Puavaranukroh/Kedren meraih hasil terbaik semifinal Indonesia Masters dan menjadi juara di Swiss Terbuka pada tahun ini. Untuk itulah, mereka pun menjadi lawan tangguh bagi Leo/Bagas.
Di Singapura Terbuka, Puavaranukroh juga bermain bersama Paewsampran dan memenangi babak pertama ganda campuran pada Selasa pagi. Fisiknya cukup bugar untuk menjalani dua pertandingan yang masing-masing berlangsung tiga gim.
Di sini sangat berangin dengan arah yang tidak beraturan. Kok melaju kencang. Jadi, kami memang harus mengantisipasi dengan pergerakan lebih cepat. - Fajar Alfian -
Meskipun berperan sebagai pengeksekusi serangan dalam ganda campuran, Puavaranukroh juga bisa bergerak dengan cepat mengantisipasi pukulan lawan di depan net saat melawan Leo/Bagas.
Setelah berbagi kemenangan pada dua gim awal, Leo/Bagas unggul pada awal hingga pertengahan gim ketiga. Namun, mereka berkali-kali membuat kesalahan yang seharusnya berbuah poin dengan mudah.
Saat memiliki kesempatan untuk menyamakan skor di posisi tertinggal 16-17, misalnya, Bagas mendapat peluang besar menyamakan skor melalui pukulan ”tanggung”. Kok melayang tepat di atas net dan Bagas berada di dekatnya. Namun, kok pukulannya justru jatuh di luar garis lapangan. Alih-alih menyamakan kedudukan, Leo/Bagas kembali tertinggal dan tak dapat menambah poin.
”Pada bola-bola mudah, kami malah banyak mati sendiri. Ini menjadi catatan yang harus diperbaiki,” kata Bagas.
Leo pun beberapa kali membuat kesalahan di depan net. Akan tetapi, di luar kekalahannya, dia bersyukur bisa kembali bertanding tanpa merasakan sakit pada bekas cedera. Dia berharap bisa tampil lebih baik dalam turnamen berikutnya, Indonesia Terbuka Super 1000 di Jakarta, 3-8 Juni.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/27/9ade46197521d85fdbc4ec261fef101d-FajarRian_R32_SingaporeOpen2025_PBSI_20250527.jpg)
Semula, jika Leo/Bagas menang, mereka bisa bertemu rekan latihan di pelatnas, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, pada babak kedua. Apalagi, pasangan senior itu menyelesaikan laga terlebih dulu dengan hasil menang atas Nur Mohd Azryn Ayub Azryn/Tan Wee Kiong (Malaysia), 21-18, 21-16. Fajar/Rian akhirnya akan berhadapan dengan Puavaranukroh/Kedren pada babak berikutnya.
Fajar mengatakan, salah satu kunci kemenangan mereka adalah kemampuan mengantisipasi arah kok. ”Di sini sangat berangin dengan arah yang tidak beraturan. Kok melaju kencang. Jadi, kami memang harus mengantisipasi dengan pergerakan lebih cepat,” kata Fajar.
Satu ganda putra Indonesia lainnya, yaitu Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani, akan menjalani babak pertama pada Rabu. Pasangan yang didampingi Hendra Setiawan sebagai pelatih itu akan berhadapan dengan Hiroki Midorikawan/Kyohei Yamashita (Jepang).
Empat wakil lain juga akan memulai penampilan pada Rabu, salah satunya Jonatan Christie yang menjalani debut sebagai pemain profesional setelah keluar dari pelatnas. Selain itu, ada tiga ganda campuran, yaitu Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.
Di Jakarta, Imam Tohari, pelatih tunggal putri pelatnas Indonesia, mengumumkan pengunduran diri Ester Nurumi Tri Wardoyo dari turnamen Indonesia Terbuka. Imam menjelaskan, Ester tak jadi bertanding karena cedera kakinya kambuh ketika bertanding di Taiwan Terbuka, 6-11 Mei. Saat itu, Ester kalah pada babak pertama dari pemain Thailand, Pitchapon Opatniputh.
Meski demikian, Imam mengatakan, pemulihan cedera Ester berjalan baik. Namun, dia tak memiliki waktu yang cukup dalam berlatih untuk bersaing di Indonesia Terbuka yang berlevel Super 1000.
Dengan mundurnya Ester, tunggal putri Indonesia hanya akan diwakili Putri Kusuma Wardani dan Komang Ayu Cahya Dewi di Istora. Gregoria Mariska Tunjung juga tak akan bertanding karena masih memulihkan diri dari vertigo. Kondisi yang membuatnya dirawat di rumah sakit itu membatalkan partisipasi Gregoria dalam kejuaraan Piala Sudirman di China, 27 April-4 Mei, dan Singapura Terbuka.
Berdasarkan undian yang dirilis Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) pada Selasa, Putri akan melawan pemain India, Malvika Bansod, pada babak pertama dan berpeluang bertemu unggulan kedelapan asal Thailand, Supanida Katethong, di babak kedua. Putri berada di paruh atas undian bersama unggulan lainnya, yaitu Pornpawee Chochuwong (6), Akane Yamaguchi (3), dan An Se-young (1).
Komang, yang akan menjalani debut di Indonesia Terbuka, akan berhadapan dengan Lin Hsiang Ti (Taiwan) di babak pertama. Pemain-pemain unggulan di paruh yang sama dengan Komang adalah Tomoka Miyazaki (7) dan tiga pemain China, yaitu Wang Zhi Yi (2), Chen Yi Fei (5), dan Han Yue (4) yang bisa menjadi lawan pada babak kedua.
Tunggal putra Indonesia juga hanya diwakili dua pemain, yaitu Jonatan dan Alwi Farhan. Jonatan, yang ditempatkan sebagai unggulan kelima, mendapat tantangan dari peman Singapura, Jia Heng Jason Teh, pada babak awal. Adapun Alwi akan melawan Prannoy HS (India).
Ganda putra hanya akan memiliki tiga wakil yang juga bermain di Singapura Terbuka. Padahal, nomor ini memiliki lima hingga delapan pasangan di Indonesia Terbuka dalam tiga tahun sebelumnya. Wakil terbanyak Indonesia ada di sektor ganda putri, yaitu tujuh pasangan, diikuti ganda campuran yang memiliki enam pasangan.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar