Finalis All England, Leo/Bagas, terpuruk dalam turnamen bulu tangkis Swiss Terbuka. Mereka tersingkir pada babak kedua.
20 Mar 2025 22:14 WIB · Olahraga
BASEL, KAMIS — Konsistensi penampilan masih menjadi kelemahan pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Setelah menjadi finalis All England, mereka tersingkir lebih awal pada turnamen dengan level lebih rendah, Swiss Terbuka.
Langkah Leo/Bagas dihentikan lawan pada babak kedua di St Jakobshalle, Basel, Swiss, Kamis (20/3/2025). Mereka disingkirkan Lee Fang Chih/Lee Fang Jen, pasangan Taiwan yang dikalahkan Leo/Bagas pada babak pertama All England, pekan lalu. Leo/Bagas kalah dengan skor 19-21, 21-23.
Kekalahan tersebut dialami setelah Leo/Bagas ditikung lawan pada momen kritis, yaitu menjelang akhir setiap gim. Mereka unggul 19-17 pada gim pertama, tetapi kehilangan gim tersebut karena lawan mendapat empat poin beruntun. Dua poin terakhir didapat lawan karena kesalahan Bagas, lalu Leo.
Leo/Bagas membuka harapan membuat pertandingan berjalan tiga gim ketika unggul hingga selisih lima poin pada gim kedua. Namun, setelah posisi 13-8, lawan mempertipis ketinggalan. Duet Lee tak pernah unggul pada gim ini hingga mereka membuat match point pada 22-21, lalu mendapat poin penutup melalui smes.
Performa Leo/Bagas saat melawan Lee/Lee berbeda dibandingkan ketika tampil solid di All England. Dalam permainan yang diwarnai banyak reli panjang dalam kondisi saling serang ini, Leo/Bagas lebih banyak membuat kesalahan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/20/299b7ea74c573a05f5ae0c607a3e7634-LeoBagas6_R16_SwissOpen2025_PBSI_20250320.jpg)
Dengan kekalahan tersebut, mereka menyia-nyiakan kesempatan absennya pemain-pemain Korea Selatan yang tampil sangat baik pada tiga bulan pertama 2025, termasuk juara All England, Seo Seung-jae/Kim Won-ho. Persaingan di Swiss Terbuka Super 300 pun tak seketat di All England yang berlevel Super 1000.
”Hari ini, kami banyak melakukan kesalahan, kurang bisa tahan, tetapi kami sudah mencoba. Secara keseluruhan, kami cukup puas dengan permainan dan hasil di tur Eropa, tetapi bukan berarti benar-benar puas. Kami harus terus meningkatkan kemampuan,” komentar Leo yang saat ini berperingkat ke-13 dunia, naik lima tingkat setelah tampil di final All England.
Sementara itu, Bagas mengatakan, dia ingin bisa bermain konsisten setelah menemukan ritme permainan yang baik bersama Leo di All England. Itu menjadi kekurangan yang harus dibenahi pada masa mendatang, termasuk dalam menghadapi tantangan terdekat, yaitu Kejuaraan Asia di China, 8-13 April.
Apa yang dialami Leo/Bagas dalam Tur Eropa ini sama seperti pada masa awal berpasangan. Berduet sejak Agustus 2024, setelah Olimpiade Paris, mereka mencapai semifinal Jepang Terbuka Super 750, menjuarai Korea Terbuka Super 500, dan lolos lagi ke semifinal di Hong Kong Terbuka Super 500. Akan tetapi, setelah itu, performa mereka menurun dan tak bisa melewati babak kedua pada empat dari lima turnamen hingga akhir 2024.
Selain Leo/Bagas, ganda putra lain yang juga berpasangan sejak Agustus 2024, yaitu Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin, turut bersaing di Swiss Terbuka. Mereka berhadapan dengan Andreas Soendergaard/Jesper Toft (Denmark) pada babak kedua, Kamis tengah malam waktu Indonesia. Fikri/Daniel bertanding di Swiss setelah kalah dari Leo/Bagas pada babak kedua All England.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/20/4fc88a3aed2145a59d31c19340a079ec-AnaTiwi7_R16_SwissOpen2025_PBSI_20250320.jpg)
Pelatih ganda putra pelatnas Antonius Budi Ariantho, pada masa persiapan untuk Tur Eropa mengatakan, Leo/Bagas dan Fikri/Daniel ditargetkan bisa mendekati Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dalam prestasi dan ranking dunia. Apalagi, performa Fajar/Rian pun turun-naik, terutama sejak 2024, meski menempati ranking keempat dunia.
Namun, Antonius mengatakan, Leo/Bagas dan Fikri/Daniel masih memerlukan waktu untuk lebih matang guna mencapai target satu demi satu. Target pada 2025 adalah menembus ranking sepuluh besar dunia.
Ganda putra lainnya, Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani, juga, melanjutkan perjalanan ke Swiss setelah menjadi semifinalis All England. Mereka mengalahkan Callum Hemming/Ethan Van Leeuwen (Inggris) 21-18, 21-13 pada babak kedua dan akan berhadapan dengan Lee/Lee di perempat final.
Selain tiga ganda putra, Indonesia hanya memiliki tiga wakil pada tiga nomor lain, yaitu Putri Kusuma Wardani (tunggal putri), Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi (ganda putri), dan Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Namun, Dejan/Fadia tak bisa melanjutkan langkah ke babak kedua karena kalah dari unggulan kedelapan asal Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran, pada babak pertama, Rabu.
Adapun partisipasi Apriyani Rahayu/Fadia dibatalkan pelatih setelah mereka tersingkir pada babak kedua Jerman Terbuka dan All England. Pelatih ganda putri pelatnas Nitya Krishinda Maheswari mengatakan, Apriyani tidak tampil maksimal pada dua turnamen tersebut sehingga harus berlatih lebih keras lagi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/20/1322bea039cbe8e5c7661867dec7f63a-Putri8_R16_SwissOpen2025_PBSI_20250320.jpg)
Tanpa diwakili banyak pemain, Indonesia mendapat tiket pertama perempat final melalui Putri. Unggulan keempat itu mengalahkan Anupama Upadhyaya (India) 21-17, 21-19 pada babak kedua dan akan berhadapan dengan Han Qian Xi (China) di perempat final. Han adalah pemain yang mengalahkan Ester Nurumi Tri Wardoyo pada semifinal Ruichang Masters, turnamen Super 100 yang berlangsung bersamaan dengan All England.
”Saya masih kesulitan untuk menahan fokus pada pertandngan tadi. All England sangat menguras pikiran. Besok, saya harus lebih kuat lagi untuk menahan fokus sepanjang pertandingan,” kata Putri yang kalah tiga gim dari Chen Yu Fei pada babak kedua All England.
Tiket perempat final juga didapat Febriana/Amalia seusai menang atas Hsu Yin Hui/Lin Jhih Yun (Taiwan) 17-21, 21-11, 21-13. ”Setelah kehilangan gim pertama, kami bermain lebih sabar. Shuttlecock di sini lajunya lambat, jadi kami harus bermain reli dulu. Saat ada kesempatan, baru menyerang,” kata Febriana.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar Alexey