Leo/Bagas kalah di final ganda putra. Indonesia tanpa gelar juara dari All England 2025.
17 Mar 2025 07:00 WIB · Olahraga
BIRMINGHAM, MINGGU — Untuk pertama kalinya sejak 2015, kecuali ketika didiskualifikasi pada 2021, Indonesia gagal membawa gelar juara dari All England 2025. Meski demikian, persaingan dalam turnamen bulu tangkis prestisius itu membawa sisi positif untuk skuad ganda putra.
Atlet ganda putra pula, yaitu Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, yang mewakili Indonesia pada final di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Minggu (16/3/2025) waktu setempat atau Senin dini hari waktu Indonesia. Namun, Leo/Bagas kalah dari pasangan Korea Selatan, Seo Seung-jae/Kim Won-ho, dengan skor 19-21, 19-21.
Seo/Kim menambah gelar bagi negaranya setelah tunggal putri nomor satu dunia, An Se Young, mengalahkan Wang Zhi Yi (China). Ini menjadi gelar kedua An di All England setelah 2023.
Selain Korea Selatan, China mendapat dua gelar. Shi Yu Qi menjuarai tunggal putra untuk menambah gelarnya dari All England 2018. Skuad China juga menjuarai ganda campuran melalui final sesama pemain negara tersebut setelah Guo Xin Wa/Chen Fang Hui menang atas Feng Yan Zhe/Wei Ya Xin. Guo/Chen mempertahankan gelar ganda campuran berada di tangan China setelah senior mereka, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong, menjadi juara pada 2023 dan 2024.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/17/228e1e6343f20fd7ab141c2ef80443a7-b49e24a72d174a0da04148a1a923f328_0_5212a1a3bb584963844abe2a38579b0e.jpg)
Melalui persaingan antara atlet senegara pula, Jepang menjuarai ganda putri. Nami Matsuyama/Chiharu Shida mengalahkan Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto untuk mendapat gelar kedua setelah All England 2022.
Dengan hasil tersebut, skuad Indonesia pulang tanpa medali juara untuk pertama kalinya sejak 2015. Pada All England 2021, dalam masa pandemi Covid-19, atlet Indonesia juga tak ada dalam daftar juara, tetapi ini terjadi karena skuad ”Merah Putih” didiskualifikasi.
Partisipasi pemain-pemain Indonesia dicoret, termasuk mereka yang sudah bermain pada babak pertama, karena berada satu pesawat dengan penumpang yang terinfeksi virus tersebut. Pada masa itu, peraturan terkait Covid-19 begitu ketat dan bergantung pada pemerintah setiap negara.
Sebelum rangkaian gelar terputus, ”Merah Putih” mempunyai atlet juara dari nomor ganda putra, ganda campuran, dan tunggal putra pada 2016-2024. Ganda putra, bahkan, enam kali juara dari delapan penyelenggaraan terakhir sebelum 2025.
Lolosnya Leo/Bagas ke final sebenarnya membuka peluang bahwa reputasi baik ganda putra Indonesia di All England terjaga. Namun, kejutan mereka dihentikan Seo/Kim, si pembuat kejutan lainnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/17/409ce9a621ef94f9a354be0585503a83-LeoBagas6_Final_AllEngland2025_PBSI_20250316.jpg)
”Kami bersyukur bisa ke final, tetapi di sisi lain kami juga tidak puas dengan hasil ini. Pertandingan tadi memang tidak mudah. Seo/Kim bermain sangat baik, cepat dan rapat. Selamat untuk mereka,” komentar Leo.
Seperti dikatakan Leo, Seo/Kim memiliki karakter permainan yang begitu cepat. Mereka bisa berkali-kali menghentikan perebutan poin dengan memotong pukulan lawan di depan net. Ini membuat lawan tertekan hingga tak bisa mengembangkan permainan.
Hal tersebut dialami Leo/Bagas. Mereka, bahkan, tertinggal jauh pada gim pembuka hingga tertinggal 11 poin pada skor 2-13. Leo/Bagas bisa mendekat hingga posisi 19-20, tetapi Seo/Kim langsung memenangi perebutan poin berikutnya.
Pada gim kedua, selisih skor lebih tipis, tetapi Leo/Bagas tetap lebih sering berada posisi tertinggal. Mereka hanya unggul pada skor 3-2, 4-3, lalu 18-17 dan 19-18.
”Lawan sangat sulit dimatikan. Beberapa kali kami mendapat bola tanggung (ketika kok berada pada posisi di atas net), tetapi mereka bisa mengembalikan walaupun dalam posisi sulit,” kata Bagas.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/17/751f1670-91c8-4261-907b-dd1092c15f79_jpeg.jpg)
Final antara Leo/Bagas dan Seo/Kim menjadi gambaran setaranya kemampuan 32 peserta ganda putra. Nomor ini menjadi satu-satunya final yang mempertemukan dua pasangan non-unggulan.
Tersingkirnya pemain unggulan dan favorit juara pada dua babak awal membuat perempat final didominasi pemain non-unggulan, sebanyak enam pasangan. Unggulan teratas, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark); peraih medali perak Olimpiade Paris 2024, Liang Wei Keng/Wang Chang (China/3); dan dua kali finalis All England, Aaron Chia/soh Wooi Yik (Malaysia/5), bahkan, tersisih pada babak pertama. Leo/Bagas dan Seo/Kim menjadi dua pasangan yang memanfaatkan meratanya persaingan itu hingga bisa tampil pada pertandingan terakhir All England 2025.
Leo/Bagas tampil pertama kali di All England sebagai pasangan meski tak asing dengan salah satu dari hanya empat turnamen Super 1000 ini. Sebelumnya, Leo bermain bersama Daniel Marthin pada All England 2022-2024, adapun Bagas berduet dengan Muhammad Shohibul Fikri pada tahun yang sama. Fikri/Bagas, bahkan, juara pada debut mereka, yaitu di All England 2022.
Sejak Agustus 2024, tepatnya seusai Olimpiade Paris, mereka bertukar pasangan. Leo/Bagas menjuarai Korea Terbuka Super 500 pada 2024 sebagai hasil terbaik sebelum menjadi finalis All England. Adapun Fikri/Daniel baru sekali mencapai final, yaitu di Thailand Masters Super 300, pada awal Februari.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/17/75f0a2023020eb0a55d945872ca76a8d-AE_seo_kim.jpg)
Sementara Seo/Kim bergabung kembali pada 2025 setelah berduet pada pertengahan 2017 hingga September 2018. Mereka bermain di All England 2018 dan tersingkir pada babak pertama. Setelah itu, Seo berpasangan dengan Choi Sol-gyu, lalu Kang Min-hyuk, selain berduet bersama Chae Yu-jung di ganda campuran. Berbeda dengan mantan parternya, karier Kim tersendat setelah berpisah dari Seo.
Meskipun Seo dikenal sebagai pemain ganda terbaik dalam tiga tahun terakhir, di antaranya dengan menjadi juara dunia ganda putra dan campuran pada 2023, dia tak pernah melangkah jauh di All England. Dalam tujuh keikutsertaan pada 2018-2024 bersama tiga pertner, Seo selalu tersingkir pada babak pertama.
”Kami belum terlalu lama bersama, tetapi bisa mendapat hasil baik. Saya senang dengan kerja sama kami. Namun, setelah ini, lawan-lawan akan menganalisis permainan kami sehingga kami harus terus berkembang,” ujar Seo dalam wawancara dengan BWF. Sementara Kim berterima kasih atas kepemimpinan Seo dalam duet mereka.
Meskipun kalah di final, hasil Leo/Bagas sesuai dengan target dari pelatih ganda putra pelatnas Antonius Budi Ariantho. Pada masa persiapan All England di pelatnas, Cipayung, Jakarta, Antonius menjelaskan, dengan kemampuan mereka, Leo/Bagas dan Fikri/Daniel harus bisa mencapai babak delapan besar dalam turnamen Super 750 atau 1000. Adapun pada level lebih rendah, target mereka lebih tinggi, yaitu semifinal.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/12/4aabf5629178db0a58f2ce277ce9a482-FikriDaniel9_R32_AllEngland2025_PBSI_20250311.jpg)
Target itu ditetapkan agar mereka bisa mendekati posisi Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dalam ranking dunia. Sebelum All England berlangsung, Fajar/Rian berada di posisi keempat, Fikri/Daniel pada urutan ke-16, dan Leo/Bagas ke-18. Antonius menargetkan, Fikri/Daniel dan Leo/Bagas bisa menembus ranking sepuluh besar dunia pada akhir 2025 karena mereka diproyeksikan bisa lolos ke Olimpiade Los Angeles 2028.
Di All England, Fikri/Daniel sebenarnya memiliki peluang mencapai target perempat final setelah mengalahkan Astrup/Rasmussen pada babak pertama. Akan tetapi, setelah itu, mereka harus bertemu Leo/Bagas sehingga salah satu di antara pasangan itu harus terhenti di babak kedua.
Hasil positif ganda putra Indonesia di Birmingham juga diperlihatkan Sabar Karyaman Utama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani yang mencapai semifinal sebelum dikalahkan Leo/Bagas. Mereka mencapainya dengan perjuangan mengatasi berbagai kesulitan sebagai atlet yang berlatih di luar pelatnas. Sabar/Reza harus membiayai dan mengatur sendiri semua kebutuhan latihan dan pertandingan.
Performa mereka naik pada 2024 dengan menjuarai turnamen BWF World Tour untuk pertama kalinya, di Spanyol Masters. Itu menjadi salah satu dari lima final Sabar/Reza pada tahun tersebut.
Dengan perjalanan tersebut, posisi dalam peringkat dunia naik, dari ke-48 pada awal tahun menjadi ke-11 di akhir tahun. Sejak 11 Maret, mereka naik ke ranking kedelapan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/16/ea775c5b77eae91a51efb4dbbb307712-SabarReza5_SF_AllEngland2025_PBSI_20250315.jpg)
Hendra Setiawan, yang mendampingi Sabar/Reza di All England sebagai pelatih, menilai, pasangan itu memiliki kemampuan komplet, setara dalam menyerang dan bertahan. Motivasi dan daya juang juga selalu tinggi.
”Faktor yang masih harus ditingkatkan adalah fisik, terutama pada daya tahan otot,” kata Hendra yang juga akan mendampingi Sabar/Reza di Swiss Terbuka pada pekan berikutnya setelah All England.
Hendra, yang pensiun sebagai atlet pada Januari 2025, bahkan direncanakan melatih Sabar/Reza untuk jangka panjang. ”Ada yang mau mendukung saya untuk gaji dan biaya turnamen,” kata Hendra, juara All England 2024 dan 2019 bersama Mohammad Ahsan itu.
Hasil Final All England 2025
Tunggal putra
Shi Yu Qi (China/1)–Lee Chia Hao (Taiwan) 21-17, 21-19
Tunggal putri
An Se-young (Korea Selatan/1)–Wang Zhi Yi (China/2) 13-21, 21-18, 21-18
Ganda putra
Seo Seung-jae/Kim Won-ho (Korea Selatan)–Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana (Indonesia) 21-19, 21-19
Ganda putri
Nami Matsyuma/Chiharu Shida (Jepang/3)–Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto (Jepang/6) 21-16, 14-21, 21-17
Ganda campuran
Guo Xin Wa/Chen Fang Hui (China/7)-Feng Yan Zhe/Wei Ya Xin (China/5) 21-16, 10-21, 23-21
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .