Novak Djokovic lolos ke perempat final Amerika Serikat Terbuka. Dia dipastikan akan tetap berada di New York dan melewatkan pesta ulang tahun putrinya, Tara.
01 Sep 2025 13:53 WIB · Olahraga
Bersaing di arena tenis profesional dalam usia 38 tahun, Novak Djokovic tak bisa menghitung sisa perjalanan karier hingga tiba waktunya pensiun. Maka, Djokovic selalu mengerahkan semua yang dia miliki saat bertandingmmeskipun harus berkorban dengan berada jauh dari keluarga.
Pengobanan sebenarnya tak hanya dilakukan Djokovic, tetapi juga keluarganya. Putrinya, Tara, akan merayakan ulang tahun kedelapan pada 2 September tanpa didampingi ayahnya.
Kemenangan atas Jan-Lennard Struff (Jerman) pada babak keempat turnamen Amerika Serikat Terbuka di Flushing Meadows, New York, Minggu (31/8/2025) malam atau Senin (1/9/2025) siang waktu Indonesia, membuat Djokovic harus tetap berada di AS. Setelah mengalahkan Struff, 6-3, 6-3, 6-2, Djokovic akan berhadapan dengan petenis tuan rumah, Taylor Fritz, pada perempat final, tepat pada hari ulang tahun Tara.
Dua anak Djokovic, Stefan (10) dan Tara, biasanya ikut mendampingi ayah mereka dalam turnamen besar. Stefan, yang sudah bermain tenis, sering mengikuti sesi latihan bersama ayahnya. Mereka selalu berada di tribune tim meski Djokovic bertanding malam hingga dini hari. Akan tetapi, Tara dan Stefan belum terlihat di Flushing Meadows pada tahun ini.
Sebelum AS Terbuka dimulai pada 24 Agustus, Djokovic tak bisa menebak apakah dia akan berada di sisi Tara saat berulang tahun atau masih harus tinggal di New York. ”Ya, pada akhirnya dia tidak akan senang saya akan absen di pesta ulang tahun. Saya akan mengirimkan hadiah yang bagus, juga kejutan di pestanya. Tolong, jangan ingatkan saya lagi tentang momen itu,” tutur Djokovic dengan perasaan campur aduk.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/01/db928a7c-9652-477c-9329-98808daadcb5_jpg.jpg)
Seperti semua petenis profesional, Djokovic lebih sering berkeliling dunia setiap tahun dibandingkan berkumpul bersama keluarga. Dia memiliki rumah di beberapa tempat, seperti Monako dan Spanyol, selain di tanah kelahirannya, Serbia. Akan tetapi, dia lebih sering melakukan perjalanan bersama timnya.
Dengan usia 38 tahun, Djokovic membatasi keikutsertaan dalam turnamen. Di arena tenis profesional, petenis berusia di atas 30 tahun memiliki keringanan dalam jumlah ”turnamen wajib” yang harus diikuti. Maka, petenis-petenis senior lebih selektif memilih turnamen, didasarkan pada kondisi fisik dan target masing-masing.
Pada 2025, Djokovic bertanding di 11 kota yang berada di delapan negara, termasuk tampil di AS Terbuka. Petenis-petenis lebih muda mengikuti turnamen di lebih banyak kota, seperti Holger Rune (22 tahun) yang sudah mengunjungi 16 kota di 12 negara. Adapun Ben Shelton bertanding dalam turnamen yang digelar di 19 kota (12 negara).
Saya memang bukan petenis yang memiliki tipe permainan servis dan voli. Akan tetapi, saat dibutuhkan, saya bisa melakukan itu. - Novak Djokovic -
Para pesaingnya adalah petenis-petenis lebih muda yang berusia hingga setengah dari usia Djokovic. Mereka bisa bergerak lebih cepat dan memiliki daya tahan lebih prima. Djokovic, dengan peringkat ketujuh dunia, bahkan menjadi yang tertua di urutan 40 besar.
Namun, saat berada di lapangan, dia bisa menutup kekurangan itu dengan motivasi. ”Saya ingin menang setiap kali berada di sini. Setidaknya, saya berusaha untuk menang. Apalagi, saya tidak tahu berapa banyak lagi sisa kemampuan yang saya miliki. Jadi, setiap pertandingan adalah momen spesial,” kata Djokovic dalam laman resmi ATP.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/01/42fb54de-c261-44a6-a5cf-3f5ec39d16c9_jpg.jpg)
Dalam empat babak yang telah dilalui di Flushing Meadows, performa Djokovic masih di atas banyak petenis. Saat melawan Struff, Djokovic mendominasi permainan sejak gim pembuka. Meski beberapa kali menerima perawatan dari fisioterapis di antara leher dan bahu bagian kanan serta pergelangan tangan kanan, Djokovic masih bisa menemukan jalan untuk mendapat poin.
Sebanyak 38 dari 48 servis pertamanya (79 persen) menghasilkan poin, di antaranya melalui 12 as. Upayanya bermain agresif dengan mendekati net juga efektif. Dari 18 percobaan, 15 poin diraih. Total, Djokovic mendapat 33 winner, sedangkan Struff hanya 19 winner.
”Saya memang bukan petenis yang memiliki tipe permainan servis dan voli. Akan tetapi, saat dibutuhkan, saya bisa melakukan itu. Intinya, servis yang baik sangat membantu dan saya punya persentase bagus dalam servis pada pertandingan hari ini, juga pada babak sebelumnya,” kata Djokovic yang diwawancara mantan petenis AS, James Blake, di hadapan penonton di Stadion Arthur Ashe.
Perempat final melawan Fritz menjadi yang ke-64 di ajang Grand Slam bagi Djokovic. Dia masih mempertahankan peluang bertemu Carlos Alcaraz di semifinal dan bahkan berkesempatan mendapat gelar Grand Slam ke-25. Namun, sebelum itu, Djokovic harus berhadapan dengan Taylor Fritz lebih dulu.
Djokovic selalu menang dalam sepuluh pertemuan dengan Fritz yang mengalahkan Tomas Machac 6-4, 6-3, 6-3 pada babak keempat. Fritz, peringkat keempat dunia, bahkan hanya bisa memenangi tiga dari 26 set melawan Djokovic.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/01/776198c6-d457-4258-8626-4f723e2a0c00_png.png)
Meski demikian, di dunia olahraga selalu berlaku prinsip bahwa pertandingan baru selalu menghadirkan atmosfer baru. Atlet pun tak boleh hanya mengandalkan statistik pertemuan sebelumnya.
Djokovic akan menghadapi pertandingan yang berpotensi melahirkan tantangan sulit itu dengan prinsip yang selalu dipegangnya. ”Dalam beberapa tahun terakhir, saya belajar untuk menjalani tantangan, satu per satu,” katanya. (REUTERS)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji