Libur Natal dan Tahun Baru, Harga Avtur Ditekan hingga 10 Persen

Penyesuaian harga avtur terbesar berada di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara (KNO) dan Bandara Frans Seda Maumere, Nusa Tenggara Timur (MOF).

28 Nov 2024 17:24 WIB · Ekonomi

Oleh Yosepha Debrina Ratih Pusparisa

JAKARTA, KOMPAS — PT Pertamina Patra Niaga akan menyesuaikan harga avtur guna menekan harga tiket pesawat domestik pada Desember mendatang. Penurunan harga avtur akan berlaku di 19 daerah sesuai perkiraan peningkatan mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru.

Penyedia avtur di Indonesia, PT Pertamina Patra Niaga, turut berpartisipasi mendukung kebijakan pemerintah guna menurunkan harga tiket pesawat pada masa Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Sebagaimana yang telah diumumkan, Pertamina akan menyediakan harga khusus avtur di 19 bandara strategis di Indonesia yang direncanakan berlaku selama Desember 2024.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari mengatakan, pemilihan 19 bandara dengan harga khusus avtur berdasarkan ketetapan pemerintah mengacu pada data peningkatan kebutuhan avtur yang signifikan selama Natal dan Tahun Baru. Seluruh 19 bandara itu tersebar di sejumlah daerah, mulai dari Sumatera hingga Papua. Beberapa di antaranya Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali (DPS); Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan (UPG); dan Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Kalimantan Timur (BPN).

”Dengan infrastruktur kami yang andal, termasuk 72 titik depot pengisian pesawat udara (DPPU), Pertamina Patra Niaga mampu melayani kebutuhan avtur, bahkan di bandara perintis dan lokasi yang sulit dijangkau,” tutur Heppy Wulansari di Jakarta, Kamis (28/11/2024).

Petugas Pertamina merapikan selang usai mengisi bahan bakar avtur ke pesawat yang mendarat di Bandara Mozes Kilangin, Mimika, Papua, Kamis (28/10/2021). PT Pertamina (Persero) siap mengembangkan bioavtur dari olahan kelapa sawit untuk kebutuhan komersial. Bioavtur adalah bahan bakar nabati hasil campuran avtur dan bahan baku minyak inti sawit.

Dalam paparan Pertamina Patra Niaga, sebanyak 19 bandara yang terbagi atas 11 lokasi prioritas semasa Natal dan Tahun Baru, 4 lokasi destinasi pariwisata superprioritas, 1 lokasi multimoda, dan 3 bandara utama. Total proyeksi penjualan volume pada seluruh lokasi mencapai 158.699 kiloliter (KL) dengan estimasi kebutuhan terbanyak atau 39,5 persen dari total dialokasikan di Bali.

Penetapan harga untuk libur Natal dan Tahun Baru mempertimbangkan sejumlah faktor. Dua di antaranya fluktuasi nilai Mean of Platts Singapore (MOPS) serta nilai tukar rupiah yang diperkirakan meningkat sesuai dengan permintaan dan penawaran dalam pasar.

Dari 19 bandara yang menerapkan harga khusus, penyesuaian terdalam diterapkan pada Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara (KNO). Harga avtur per liter diprediksi sebesar Rp 13.050 pada Desember, kemudian ditekan 9,96 persen. Alhasil, harga penyesuaian sebesar Rp 11.750 per liter.

Penurunan dengan besaran yang sama terjadi pada Bandara Frans Seda Maumere, Nusa Tenggara Timur (MOF). Pertamina memperkirakan harga avtur sebesar Rp 13.250 per liter pada Desember 2024 kemudian disesuaikan menjadi Rp 11.930 per liter.

Secara terpisah, Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Elba Damhuri mengatakan, Pertamina akan mendukung penurunan harga tiket pesawat dengan menurunkan harga jual avtur pada rentang 7,5-10 persen.

”Harga avtur setelah penurunan harga akan mendekati harga jual avtur di Bandara Soekarno-Hatta, Banten (CGK). Jika terdapat kenaikan harga jual avtur pada Desember 2024, hal itu tidak akan berdampak pada maskapai yang melayani publik,” tutur Elba.

infografik Lokasi Peningkatan Volume Avtur Periode Natal dan Tahun Baru 2024/2025

PT Angkasa Pura Indonesia (API) dan seluruh Unit Pelayanan Bandara di bawah Kemenhub akan mendukung dengan menurunkan biaya pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) serta layanan jasa pendaratan pesawat, layanan jasa penempatan pesawat, dan layanan jasa penyimpanan pesawat (PJP4U). Tiap komponen tersebut akan dipotong 50 persen.

Hingga saat ini, PT API masih membutuhkan konfirmasi kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara untuk dapat mengikutsertakan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Maskapai penerbangan sepakat untuk memberikan diskon biaya tambahan fluktuasi bahan bakar (fuel surcharge) jet menjadi 2 persen dan diskon pesawat baling-baling menjadi 20 persen. AirNav Indonesia sepakat untuk memperpanjang durasi operasional sesuai kebutuhan maskapai.

”Perlu dicatat, analisis dan perhitungan penurunan harga tiket belum menyertakan insentif pajak pertambahan nilai (PPN) mengingat hal ini merupakan kewenangan dari Kementerian Keuangan,” ujar Elba.

Menurut Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, guna mengoptimalkan peran pemerintah dan tidak hanya menekan pihak maskapai dan bandara, pemerintah perlu mengorbankan pemasukan dari PPN. Pemotongan jangan hanya pada retribusi bandara atau passenger service charge (PSC) karena kontribusinya tidak terlalu besar, ketimbang PPN.

”Jadi, harusnya pemerintah kalau memang mau meringankan tiket pesawat lebih permanen, PPN harus dikurangi untuk saat ini. Apakah diterapkan 6 persen, misalnya,” kata Tulus.

Selain itu, pihak maskapai penerbangan juga kerap mengeluhkan tingginya pajak bahan impor untuk komponen-komponen pesawat. Pemerintah semestinya meninjau aspek-aspek ini.

Suasana keberangakatan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (25/7/2022). Saat ini industri penerbangan tengah mengalami dilema dengan melonjaknya harga avtur namun ruang untuk menaikkan harga tiket terbentur aturan tarif batas atas. Biaya vvtur menyumbang 20 hingga 30 persen biaya operasonal penerbangan. Kompas/Hendra A Setyawan (HAS)

Dukungan maskapai

Setelah penurunan harga tiket pesawat diumumkan pemerintah, maskapai penerbangan Indonesia memastikan mengikuti kebijakan yang berlaku. Beragam pihak akan memastikan kebijakan penurunan tarif tiket pesawat diterapkan tanpa mengurangi kualitas layanan pada pelanggan.

Maskapai swasta di Indonesia, Lion Group menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah melalui Kemenhub guna menurunkan tarif tiket pesawat. Kebijakan yang berlaku pada penerbangan Kamis (19/12/2024) hingga Jumat (3/1/2025) ini hanya diterapkan pada penerbangan domestik kelas ekonomi.

Corporate Communications Strategic of Lion Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan, Lion Group menyambut baik langkah pemerintah guna mewujudkan astacita Presiden. Secara konkret, keputusan ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas nasional, mendukung mobilitas masyarakat, serta membangun perekonomian negara melalui sektor transportasi udara.

Menindaklanjuti keputusan pemerintah, Lion Group akan terus berkoordinasi intensif dengan Kemenhub, kementerian terkait lainnya, dan seluruh pemangku kepentingan penerbangan, termasuk PT Pertamina (Persero), PT Angkasa Pura Indonesia, serta AirNav Indonesia. Upaya ini dilakukan guna memastikan kebijakan penurunan tarif tiket pesawat tidak mengorbankan kualitas layanan pada pelanggan.

”Sebagai bagian dari persiapan teknis, Lion Group akan mengatur ulang sistem harga tiket, mengoptimalkan efisiensi operasional, serta tetap mengutamakan keselamatan penerbangan,” ujar Danang.

Penumpang pesawat berjalan di terminal setelah tiba di Bandara New Yogyakarta, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Rabu (27/11/2024). Pemerintah resmi menurunkan tarif tiket pesawat domestik sekitar 10 persen untuk penerbangan di akhir tahun. Kompas/Yuniadhi Agung (MYE) 27-11-2024

Meski ada pemangkasan tarif tiket pesawat, Danang melanjutkan, Lion Group tetap memberikan pelayanan terbaik pada seluruh pelanggan selama periode Natal dan Tahun Baru 2024/2025. Keselamatan, kenyamanan, serta ketepatan waktu penerbangan menjadi hal utama.

Ketika ditanya terkait promosi-promosi yang biasanya diberikan maskapai selama masa berlibur, Danang belum dapat berkomentar apakah promosi tersebut masih akan berjalan seperti biasa. Begitu pula bagi konsumen yang telah membeli tiket pesawat untuk penerbangan antara 19 Desember 2024 dan 3 Januari 2025 sebelum kebijakan berlaku, ia juga belum dapat mengonfirmasi apakah penumpang akan mendapat insentif khusus atau tidak.

Maskapai lainnya, PT Garuda Indonesia berkomitmen akan menjalankan peraturan pemerintah mengenai penurunan harga tiket pada libur Natal dan Tahun Baru mendatang. Harapannya, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat segera pulih.

"Kami memahami kebutuhan masyarakat akan layanan transportasi udara dengan harga terjangkau, utamanya di tengah persiapan jelang libur Natal dan Tahun Baru nanti. Oleh karena itu, hingga saat ini upaya koordinasi intensif terus diperkuat bersama seluruh pemangku kepentingan untuk membahas lebih lanjut petunjuk pelaksanaan kebijakan tersebut guna memastikan kelancaran implementasi secara teknis di lapangan," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani Panjaitan.

Ia juga optimistis, volume penumpang akan tumbuh positif sehingga akan berdampak baik terhadap kinerja pendapatan Garuda Indonesia. Sebab, penurunan harga tiket telah memperhitungkan secara seksama proyeksi pertumbuhan penumpang pada libur akhir tahun.

"Kami akan segera mengimplementasikan kebijakan ini setelah diterbitkannya seluruh regulasi yang mengatur ketentuan penurunan harga tiket oleh pemangku kepentingan terkait," kata Wamildan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yosepha Debrina Ratih Pusparisa
 | 

Editor:

Muhammad Fajar Marta