Crystal Palace ingin buktikan kemenangan atas Man City di Piala FA bukan hoki semata. Namun, sudah satu dekade mereka tak kalahkan City di Selhurst Park.
13 Des 2025 15:57 WIB · Olahraga
AFP
LONDON, SABTU — Setelah mampu meraih trofi mayor pertama dalam 120 tahun klub berdiri, Crystal Palace akan menyambut rival mereka di final Piala FA 2024-2025 yang bersejarah, Manchester City. Pertarungan di Stadion Selhurst Park, Minggu (14/12/2025) pukul 21.00 WIB, berpotensi melahirkan poros baru rivalitas di antara dua kota sepak bola, London dan Manchester.
Semua ndividu di Palace tidak akan pernah melupakan kemenangan historis di Stadion Wembley, 17 Mei lalu. Lewat gol tunggal penyerang sayap yang kini membela Arsenal, Eberechi Eze, ”Si Elang” mampu membawa pulang trofi bergengsi pertama ke Selhurst Park.
Trofi dari turnamen tertua di dunia sudah masuk ke dalam lemari prestasi, kini saatnya Palace mengulang kemenangan bersejarah di Wembley atas City di hadapan pendukung sendiri. Tentu, atmoster dan spirit yang tersaji di kandang bakal lebih menggelegar dibandingkan duel final Piala FA lalu.
”Sejujurnya, selalu ada energi luar biasa besar di stadion kami, Selhurst Park. Pendukung kami selalu menghadirkan energi besar,” ujar Manajer Palace Oliver Glasner pada konferensi pers jelang laga, Jumat (13/12/2025), seperti dikutip BBC.
Glasner menegaskan, duel menghadapi City menjadi ambisi timnya untuk kembali ke jalur kemenangan di kandang. ”Si Elang” sempat mencatatkan 12 gim kandang nirkalah di Liga Inggris sejak 22 Februari lalu. Rekor itu berakhir ketika tumbang 1-2 dari rival sekota City, Manchester United, 1-2, 30 November kemarin.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/13/9f731883552b84eedf4c9e04a016c791-Britain_Conference_League_soccer_134649094.jpg)
”Kami sempat memiliki tren lama tak terkalahkan di kandang hingga laga menghadapi (Man) United. Ini waktu yang tepat bagi kami untuk memulai lagi catatan positif itu,” tambahnya.
Selain kemenangan atas City di partai puncak Piala FA, Palace juga sudah membuktikan mampu menahan City di Selhurst Park di Liga Inggris, 7 Desember 2024. Namun, hasil seri saja tidak cukup bagi Palace.
Mereka harus memburu kemenangan untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar mimpi buruk bagi City. Juga, membuka kans hadirnya rivalitas baru antar-London yang diwakili Palace dengan tim asal Manchester. Selama ini, rivalitas dua kota sepak bola di Inggris itu terasa timpang karena Arsenal adalah satu-satunya tim yang mampu hadirkan persaingan langsung dengan duo Manchester.
Ketika menghadapi City kami membutuhkan performa top untuk meraih kemenangan. Tetapi, kami juga berharap dengan dukungan para pendukung untuk mendorong pemain sepanjang laga.
Namun, Palace sudah amat lama tidak mengalahkan City di kandang. Catatan kemenangan terakhir Palace atas City di Selhurst Park tercipta pada 7 April 2015. Sudah lebih dari 10 tahun. Kala itu, Palace unggul 2-1.
Dalam merunut rekor pertemuan kedua tim di era Liga Primer Inggris, Palace baru dua kali menaklukkan Manchester Biru. Sebelum 2015, Palace mengalahkan City pada 1 April 1995. Skor akhirnya pun serupa, 2-1.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/13/bc220ba2c48e995211e2d417d30fd427-Britain_Conference_League_soccer_134649090.jpg)
Terkait resep untuk memberikan kekalahan ketiga City di Selhurst Park di era Liga Primer, Glasner menyebut timnya harus bermain seimbang. Mereka perlu pertahanan yang kokoh karena akan lebih sering ditekan, lalu memanfaatkan dengan baik setiap peluang yang diciptakan melalui serangan balik.
”Ketika menghadapi City kami membutuhkan performa top untuk meraih kemenangan. Tetapi, kami juga berharap dengan dukungan para pendukung untuk mendorong pemain sepanjang laga,” kata Glasner.
”Kami perlu menyajikan performa kompetitif seperti di final Piala FA. Kami berharap kembali melihat penampilan pertahanan dan aksi penyelamatan penjaga gawang gemilang. Kami juga membutuhkan permainan efektif karena saya yakin kami bisa mengkreasi tiga atau empat peluang mencetak gol,” katanya.
Kemenangan atas City juga akan membantu Palace mempertahankan peringkat keempat. Dengan koleksi 26 poin, Palace unggul satu poin atas Chelsea dan Manchester United yang berada di bawah mereka.
Sementara itu, City bertekad menjaga persaingan puncak klasemen. Mereka wajib mengumpulkan tiga poin dari Selhurst Park jika tidak ingin gap poin dengan Arsenal membesar. Pada pekan ke-16, Arsenal akan menjalani laga yang seharusnya tidak sulit dimenangi ketika menjamu juru kunci, Wolverhampton Wanderers, di Stadion Emirates.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/13/66e0bf1a29b5d59583f8b6087b1a9761-English_FA_Cup_Draw_Soccer_134621019.jpg)
Penampilan City pun tengah harum. Mereka mengemas empat kemenangan beruntun, termasuk menaklukkan Real Madrid di Stadion Bernabeu, Kamis (11/12/2025) WIB. Dalam periode laga itu, Phil Foden tampil sebagai pembeda. Ia menyumbang lima gol dan sebuah asis.
Kolo Toure, asisten manajer City, mengatakan, laga kontra Palace selalu berjalan sulit. Apalagi pada musim ini, Palace telah menjelma menjadi tim dengan pertahanan kokoh. Hanya kemasukan 12 gol dari 15 gim membuat rekor defensif Palace cuma tertinggal dari Arsenal (9 kali kebobolan).
”Mereka adalah tim yang bagus dan sangat baik berada di peringkat keempat. Sulit membobol gawang mereka. Tetapi, kami harus fokus pada permainan kami sendiri dan kerja keras di dalam laga akan membantu kami bisa mengalahkan siapa pun di liga,” kata Toure dalam konferensi pers jelang laga dilansir laman klub.
Jelang kontra Palace, Manajer City Pep Guardiola tidak menghadiri konferensi pers akibat alasan pribadi. Meski demikian, Toure memastikan sang manajer akan tetap mendampingi skuad ”The Citizens” di sisi lapangan pada pertandingan.
”Pep (Guardiola) baik-baik saja, ini hanya masalah kecil. Ia pasti akan kembali,” kata Toure.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari