LALIGA, kompetisi top Eropa, bukan hal mustahil ditembus pesepak bola Indonesia. Beberapa pesepak bola, seperti Darrell Ang, punya kaitan dengan Spanyol.
29 Mei 2025 10:53 WIB · Olahraga
Sebagai salah satu liga sepak bola elite di Eropa, banyak pesepak bola top dunia kini bermain di LALIGA Spanyol. Dari sekitar 500 pesepak bola yang berkompetisi di LALIGA musim ini, sebanyak 206 orang merupakan pemain luar Spanyol. Indonesia pun tidak ketinggalan pernah mengirimkan pesepak bola untuk berkompetisi di LALIGA.
Meski elite, LALIGA nyatanya bukanlah kompetisi level atas Eropa yang mustahil ditembus pesepak bola Asia, apalagi Indonesia. Sejumlah pesepak bola Asia kini aktif bermain di LALIGA, antara lain Takefusa Kubo di Real Sociedad dan Takuma Asano bersama Real Mallorca. Sebelum mereka, ada Lee Kang-in yang bermain untuk Valencia dan Real Mallorca.
Keberadaan Kubo dan Kang-in di LALIGA cukup wajar mengingat mereka datang dari negara raksasa sepak bola Asia, Jepang dan Korea Selatan. Namun, LALIGA tidak hanya membuka pintu bagi pemain dari negara-negara kuat Asia. Negara dari Asia Tenggara yang levelnya relatif masih di bawah Jepang dan Korea Selatan juga pernah mengirimkan pemain ke LALIGA.
Jauh sebelum Kubo dan Asano, megabintang Thailand, Teerasil Dangda, juga pernah merasakan kerasnya persaingan LALIGA pada 2014-2015. Kala itu, ia dipinjamkan dari klub Thailand, Muangthong United, ke UD Almeria selama setengah musim. Bersama Almeria, Dangda tampil dalam 10 laga dan mencetak satu gol pada ajang Piala Raja Spanyol (Copa del Rey).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/02/1c0e02d850fd379f4527d71c8acab102-FBL_ESP_CUP_REAL_SOCIEDAD_REAL_MADRID_128680077.jpg)
Thailand bukan satu-satunya negara Asia Tenggara yang pernah mengirimkan wakilnya di Spanyol. Pesepak bola Indonesia pun tercatat pernah menjajal negeri ”Matador”, salah satunya Arthur Irawan yang pernah menjadi bagian dari tim Espanyol B pada 2013. Tim Espanyol B ini satu level di bawah tim utama Espanyol. Arthur, yang saat ini sudah gantung sepatu, tercatat pernah tampil delapan kali bersama Espanyol B tanpa mencetak gol ataupun asis.
Di Spanyol, yang saya rasakan, kita lebih diarahkan untuk meningkatkan aspek taktik.
Bek timnas Indonesia, Jordi Amat, punya pengalaman yang jauh lebih lengkap di LALIGA. Jordi yang sekarang membela klub Malaysia, Johor Darul Ta’zim, malang melintang memperkuat klub LALIGA. Ia mengawali karier dengan membela Espanyol U-19, lalu naik ke tim Espanyol B, sebelum akhirnya dipromosikan ke tim utama.
Selepas dari Espanyol, Jordi melanjutkan kariernya ke Rayo Vallecano, lalu tampil di Liga Inggris bersama Swansea hingga pada akhirnya kembali ke Spanyol dengan memperkuat Real Betis pada 2017. Persinggungan Jordi dan Betis tergolong singkat, hanya setengah musim. Durasi yang singkat selama membela Betis menyebabkan Sekretaris Teknik Real Betis Alvaro Ladron sempat melupakan nama Jordi saat diminta menyebutkan nama pemain Indonesia yang pernah memperkuat Betis.
”Ah, benar. Setelah Anda mengatakannya, saya baru ingat. Jordi Amat dulu pernah bermain untuk kami (Betis),” kata Alvaro saat menjalani sesi wawancara bersama Kompas di Spanyol yang difasilitasi LALIGA.
Jordi dan Arthur adalah kisah masa lalu. Untuk era kiwari, ada mutiara baru Indonesia yang sedang menimba ilmu bersama tim Sevilla D, yaitu Darrell Nathan Ang, pesepak bola kelahiran Jakarta pada 21 tahun silam.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/26/d3a1a576f71b1c22962cb3cdbb96f206-IMG_4935.jpg)
Darrell mengawali karier sepak bolanya di luar negeri bersama klub Jerman, Pforzheim U-17. Setelah dari Pforzheim U-17, Darrell berpindah-pindah klub Jerman, seperti VfL Kurpfalz, Friedrichstal, dan SV Pforzheim. Pada 2024, Darrell memantapkan diri melebarkan sayap hingga ke Spanyol.
”Saya melihat Sevilla memberikan peluang yang lebih besar untuk melanjutkan karier ke depannya,” kata Darrell ketika disinggung mengenai alasannya bergabung dengan Sevilla D, Senin (19/5/2025).
Di tengah siang yang terik di pusat latihan Sevilla, Kompleks Jose Ramon Cisneros Palacios, Darrell baru saja menyelesaikan sesi latihan kebugaran. Ekspresi wajahnya berubah sangat ceria begitu bertemu dengan saya, sesama orang Indonesia. Darrell mengakui tantangan bahasa cukup berat untuk ditaklukkan saat pertama tiba di Spanyol. Namun, belakangan, ia mulai fasih berbicara bahasa Spanyol.
Darrell cukup fasih berbahasa Indonesia meskipun tergolong lama tinggal di luar negeri. Sesekali ia menggunakan bahasa Inggris dalam sesi wawancara. Menurut Darrell, kultur sepak bola Jerman dan Spanyol juga cukup berbeda sehingga membuatnya harus melakukan upaya ekstra untuk beradaptasi.
”Di Jerman, permainannya sedikit lebih menonjolkan fisik, sedangkan di Spanyol, yang saya rasakan, kami lebih diarahkan untuk meningkatkan aspek taktik,” kata Darrell.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/29/15d643c78d6031fa5ea15c1e9ec4ea90-SEVILLA_48.jpg)
Pesepak bola Spanyol dituntut bermain secara cerdas. Sebelum menerima bola, pemain harus sudah mengetahui tindakan apa yang akan diambil kemudian dalam waktu sepersekian detik. Hal ini sejalan dengan keterangan dari Kepala Proyek Olahraga Internasional Sevilla Jose Collado. Menurut dia, Sevilla mencari pemain berbeda. Artinya, pemain yang punya tingkat intelegensia dan taktik tinggi untuk direkrut ke akademi.
”Pemain yang bisa mengendalikan situasi di dalam lapangan. Pemain berkualitas yang bermain di sisi kanan dan kiri. Memiliki umpan yang bagus, tembakan yang bagus, dan dribel yang bagus. Pemain-pemain berbeda inilah yang kami cari,” ujar Jose.
Keberadaan Darrell di Sevilla D membuktikan dirinya mempunyai kualitas yang dibutuhkan. Selain itu, keberadaannya juga menjadi sinyal bahwa pesepak bola Indonesia yang lain pun sangat mungkin menembus Spanyol. Tidak ada batasan atau penghalang. Selagi memiliki kualitas, pemain dari belahan benua mana pun selalu mendapat tempat di LALIGA.
Presiden LALIGA Javier Tebas mengatakan, pesepak bola Indonesia dikenal memiliki teknik yang bagus serta tahu cara memenangkan persaingan. Maka dari itu, mereka memiliki potensi untuk bermain di liga luar negeri. Mendapat kesempatan bermain di LALIGA akan menambah pengalaman bagi mereka.
”Anda tahu, mereka benar-benar tahu cara bersaing. Mereka berani bermain melawan pemain bertahan yang sangat bagus,” kata Tebas saat disinggung mengenai potensi pesepak bola Indonesia bermain di LALIGA.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga Putra dari Sevilla, SpanyolEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji