Liverpool membawa tren positif dari rekor Arne Slot dan kembalinya formasi trio gelandang, musim lalu. Manchester City siap mengejutkan dengan pendekatan berbeda.
08 Nov 2025 16:56 WIB · Olahraga
AFP
MANCHESTER, SABTU — Bagi Manajer Manchester City Pep Guardiola tidak ada yang lebih sempurna dibandingkan Liverpool untuk dilawan dalam perayaan pertandingan keseribu sepanjang karier kepelatihannya. Satu sisi, rivalitas kedua tim pasti menambah spesial laga. Di sisi lain, Guardiola mungkin menyesali keinginan itu.
Guardiola sudah menjalani 999 laga sebagai pelatih, mulai dari Barcelona B (42), tim utama Barcelona (247), Bayern Muenchen (161), hingga City (549). Sungguh kebetulan, City akan menjamu Liverpool dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Etihad, Manchester, Minggu (9/11/2025) pukul 23.30 WIB.
Kebetulan itu sangat pas. Kata Guardiola, Liverpool adalah tim teratas yang muncul di kepalanya jika bisa memilih lawan untuk laga bersejarah tersebut. ”Saya berada di sini (Inggris) lebih lama daripada negara lain. Itu berpengaruh terhadap hidup saya. Liverpool adalah rival terbesar saya di sini, terutama dengan Jurgen (Klopp),” ujarnya.
Rivalitas Guardiola dengan Klopp tersaji pada satu dekade terakhir. Kedua figur itu nyaris selalu berhadapan memperebutkan gelar liga di setiap musim dan saling mengalahkan saat bertemu. Puncaknya pada musim 2018-19 dan 2021-22, City bersaing juara dengan Liverpool hingga pekan terakhir liga.
Masalahnya, setelah peluit panjang nanti, Guardiola mungkin menyesali keinginan untuk berhadapan dengan ”Si Merah”. Liverpool akan datang bersama pelatih Arne Slot, suksesor Klopp. Guardiola dan Slot sudah bertemu dua kali pada musim lalu. Hasilnya, City takluk 0-2 berturut-turut di kandang dan tandang.
Bahayanya lagi, juara bertahan Liga Inggris itu mulai menemukan performa terbaik setelah berjibaku sejak awal musim. Slot memutuskan kembali untuk memercayai trio gelandang andalan musim lalu, yaitu Alexis Mac Allister, Dominik Szoboszlai, dan Ryan Gravenberch, dalam dua laga terakhir. Gelandang baru Florian Wirtz ditepikan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/24/79b2fa3c-1257-445e-b7c7-2a33f44a80c0_jpg.jpg)
Perubahan itu terbukti efektif dengan kemenangan beruntun dan catatan nirbobol dalam dua laga terakhir, termasuk menang 1-0 atas Real Madrid di Liga Champions pada tengah pekan lalu. Sebelumnya, Si Merah sempat terjebak tren enam kali kalah dalam tujuh laga di seluruh kompetisi dan selalu kebobolan.
Trio orisinal Liverpool mengembalikan kelebihan tim dalam menekan agresif saat tanpa penguasaan bola. Mereka saling mengisi untuk menutup lubang di lini tengah. Selama dimainkan sebagai starter dalam 36 laga, trio itu membuat Liverpool hanya kemasukan rerata 0,8 gol. Saat salah satu tidak tampil, Liverpool kemasukan hampir dua kali lipat (1,4 gol).
Slot sudah tidak sabar menanti pertarungan di Etihad. ”Dengan Pep, Anda selalu mendapatkan sesuatu sesuai harapan Anda sebanyak 10 kali dari 10 kesempatan. Tidak ada laga yang diisi dengan membuang-buang waktu dan banyak hal negatif lain dari sepak bola ketika Anda menonton pertandingan City,” ucapnya.
Ucapan Slot bukan sekadar pujian, melainkan juga harapan. Dia belakangan kesal dengan tim-tim lawan yang hanya mengandalkan bola mati dan umpan-umpan panjang untuk menyerang. Harapannya City mau beradu teknik dan kemampuan olah bola dengan tim tamu, seperti dua korban Liverpool sebelumnnya, yaitu Madrid dan Aston Villa.
Dalam konferensi pers menjelang laga, Guardiola mengutarakan rasa rindu terhadap sosok Klopp. Wajar saja, Klopp merupakan pelatih yang paling banyak dihadapi Guardiola. Mereka bertemu 30 kali. Kerinduan itu yang mungkin mendasari Guardiola untuk merekrut Pep Lijnders, mantan asisten Klopp di Liverpool, pada musim panas.
Pengaruh Lijnders sangat terasa dalam permainan City. Tim asuhan Guardiola yang biasa sangat terobsesi dengan penguasaan bola, kini banyak mengandalkan serangan balik kilat. Di liga musim lalu, City hanya menghasilkan tiga gol dari serangan balik. Mereka sudah mencetak empat gol lewat transisi hanya dalam sepuluh laga musim ini.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/04/11/ba37b167-944b-47d2-84a0-122a19c9b416_jpg.jpg)
Kekuatan dalam serangan balik kilat Erling Haaland dan rekan-rekan sudah memakan banyak korban. Di antaranya adalah Arsenal dan Bournemouth, dua tim yang dikenal punya pertahanan tinggi terbaik di liga. Liverpool, yang mengandalkan jebakan lewat pertahanan tinggi serupa, patut waspada. Permainan City tidak lagi satu dimensi seperti musim lalu.
Di laga versus Bournemouth pekan lalu, City sampai menggunakan pemain sayap Jeremy Doku untuk merapat ke area tengah. Guardiola berupaya menumpuk pemain di tengah untuk melepaskan tekanan dari Bournemouth. Setelah berhasil lepas, mereka langsung merilis umpan terobosan ke Haaland. Hasilnya adalah kemenangan 3-1.
Haaland akan menjadi ancaman terbesar untuk pertahanan Liverpool yang dipimpin bek tengah Virgil van Dijk. ”Si Robot”, julukannya, sudah menghasilkan 18 gol dari 14 gol di semua kompetisi. Jumlah golnya di liga domestik 10 gol, sama dengan total catatan trio Liverpool, yaitu Cody Gakpo (3), Hugo Ekitike (3), dan Mohamed Salah (4).
Guardiola mengingatkan, City juga memiliki banyak opsi pembeda dari bangku cadangan, seperti gelandang Tijjani Reijnders dan gelandang Omar Marmoush. ”Anda lihat cadangan kami sekarang, kami punya senjata untuk mengubah sistem dan dinamika permainan. Mereka bisa memberikan pengaruh besar,” katanya.
Di sisi lain, tuan rumah patut waspada dengan Salah yang mulai menemukan performa terbaik. Dia menghasilkan dua gol dari dua laga terakhir di liga. ”Si Raja Mesir”, julukannya, juga nyaris selalu merepotkan City dalam setiap pertemuan. Salah sudah menghasilkan 13 gol dan 8 asis dalam 23 pertemuan versus City. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto