Arsenal membawa rekor tidak kemasukan selama 12 jam ke kandang Sunderland, Stadium of Light. Mereka akan ditantang oleh mantan kapten sendiri, Granit Xhaka.
07 Nov 2025 16:11 WIB · Olahraga
AFP
SUNDERLAND, JUMAT — Sudah 12 jam laga dilalui Arsenal di seluruh kompetisi sejak terakhir kebobolan gol. Sejak itu, di delapan laga selama dua bulan terakhir, gawang mereka tidak tersentuh. Rekor fenomenal tersebut akan berupaya dirusak oleh sang mantan pemain, Granit Xhaka.
Xhaka akan memimpin tim promosi Sunderland saat menjamu pemuncak klasemen Arsenal di Stadium of Light, Minggu (9/11/2025) pukul 00.30 WIB. Untuk pertama kalinya, mantan kapten Arsenal itu bertemu kembali dengan bekas timnya setelah berpisah pada 2023.
Itu akan menjadi laga yang emosional bagi saya. Untuk bermain melawan mereka di Sunderland, pasti sangat spesial. Semoga saya bisa menikmatinya dan mari lihat siapa tim yang lebih baik di hari itu.
Di kubu Sunderland, mungkin juga di antara tim-tim lain, tidak ada yang lebih mengenal kelebihan Arsenal ketimbang Xhaka. Dia bermain selama tujuh musim untuk klub asal London Utara itu. Xhaka pula yang menjadi fondasi awal dari proyek besar manajer Mikel Arteta.
”Kami tahu kualitas yang dimiliki Arsenal,” kata Xhaka tentang potensi bahaya tim tamu. ”Itu akan menjadi laga yang emosional bagi saya. Untuk bermain melawan mereka di Sunderland, pasti sangat spesial. Semoga saya bisa menikmatinya dan mari lihat siapa tim yang lebih baik di hari itu,” lanjutnya.
Menariknya, Arsenal musim ini sudah berbeda jauh dengan dua tahun silam. Tim asuhan Arteta tidak hanya memiliki kedalaman skuad istimewa dengan investasi besar di musim panas, tetapi juga perubahan pendekatan bermain. Mereka kini mengutamakan kontrol permainan di atas segalanya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/05/29/9c8185be-1f56-468a-b6ce-085360523fa9_jpg.jpg)
Arsenal tak peduli unggul dengan skor tipis dan cara yang tidak indah seperti bola mati, selama bisa menang. Terbukti, 12 dari 18 gol mereka di Liga Inggris datang dari bola mati. Adapun rerata produksi Arsenal musim ini hanya 1,8 gol per laga, masih di bawah musim terakhir Xhaka (2,3 gol).
Arteta berusaha memperkecil risiko dengan banyak memainkan bola di separuh lapangan sendiri ketimbang area lawan. Seperti terlihat dalam data Opta, Arsenal hanya menempati peringkat kelima dalam catatan jumlah umpan terbanyak di sepertiga akhir dengan 1.025 kali. Mereka masih kalah dari tim papan bawah Nottingham Forest (1.055 kali).
Pendekatan lebih dewasa dan berhati-hati itu yang membuat mereka belum kemasukan lagi sejak akhir September, sejak gol penyerang Newcastle United, Nick Woltemade. Istimewanya, Gabriel Magalhaes dan rekan-rekan hanya kecolongan satu tembakan tepat sasaran di liga dalam dua bulan terakhir.
Arsenal baru saja menggenapi catatan delapan kali nirbobol dalam kemenangan 3-0 atas Slavia Praha pada tengah pekan lalu. Berkat itu, mereka sukses menyamai rekor nirbobol beruntun klub yang sudah terjaga sejak 1903. ”Waktu yang lama menegaskan betapa sulit itu untuk dicapai,” kata Arteta.
”Hal paling menggembirakan bukan rekornya, melainkan pola pikir para pemain. Mereka berbicara tentang bagaimana kami masih bisa tampil lebih baik, melihat satu atau dua situasi yang seharusnya bisa kami selesaikan lebih baik. Jadi, rekor itu memiliki arti yang lebih besar,” ucap manajer asal Spanyol itu.
Untuk konteks, Chelsea era Manajer Jose Mourinho 2004-2005 dikenal sebagai tim dengan pertahanan terbaik sepanjang sejarah liga. Mereka hanya kemasukan 15 gol dalam semusim atau rerata 0,39 gol per laga. Adapun Arsenal mencatat rekor lebih baik sejauh ini dengan rerata 0,3 gol per laga.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/22/bba6ea6b-13bc-405d-8ad2-13d0ce5ee2da_jpg.jpg)
Benteng kokoh itu yang harus dihadapi Xhaka dan kawan-kawan di Stadium of Lights. Sunderland memang mengejutkan seisi liga di awal musim dengan menembus empat besar. Namun, produktivitas mereka masih jauh dari ekspektasi dengan berada di luar 10 besar tim pencetak gol terbanyak (12 gol).
Lebih dari itu, Sunderland juga harus berjibaku menghentikan eksekusi bola mati lawan. ”Si Meriam” sudah memakan empat korban berstatus tim kandang. Lima dari enam gol tandang Arsenal dihasilkan dari bola mati. Mayoritas berasal dari skema tendangan sudut.
Arsenal kemungkinan besar tidak bisa menggunakan jasa penyerang Viktor Gyokeres karena cedera paha. Meskipun begitu, mereka masih memiliki gelandang Mikel Merino yang cukup andal saat berperan jadi striker darurat. Adapun Merino turut menyumbang dua gol dalam laga terakhir versus Slavia.
Arteta sampai tersanjung dengan Merino karena selalu siap dimainkan di posisi apa pun. ”Senang sekali bisa memilikinya, saya selalu bilang begitu. Kemampuan serba bisa darinya di lapangan, hal-hal yang bisa dia lakukan, pola pikirnya, kepemimpinannya, dan kepribadiannya,” ucap Arteta.
Di sisi lain, Xhaka yang sudah menghasilkan satu gol dan tiga asis di liga juga menjadi ancaman untuk tim tamu. Kapten Sunderland itu menjadi pengontribusi gol terbanyak di klub, bersama penyerang Wilson Isidor (4 gol). Xhaka turut menyumbang gol dalam laga terakhir versus Everton. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Retma Wati