Liverpool membuktikan peningkatan performa bersama Arne Slot dengan menumbangkan Real Madrid. ”Si Merah” semakin nyaman di puncak klasemen Liga Champions Eropa.
28 Nov 2024 07:27 WIB · Olahraga
LIVERPOOL, KAMIS — Real Madrid, juara bertahan sekaligus pemilik trofi Liga Champions Eropa terbanyak, tidak mampu meruntuhkan kesempurnaan Liverpool di kompetisi kontinental musim ini. Berkat keunggulan 2-0 di Stadion Anfield, Kamis (28/11/2024), ”Si Merah” menjadi tim pertama yang memastikan tempat di fase gugur Liga Champions musim 2024-2025.
Alexis Mac Alliser (gol menit ke-52) dan Cody Gakpo (77’) menjadi penghapus ”kutukan” Liverpool terhadap Real yang telah berjalan sejak 2009. Catatan buruk berkat tujuh kekalahan dan sekali imbang kontra ”Los Blancos” berakhir di era Arne Slot.
Menariknya, tim asuhan Slot mengalahkan Real dengan disaksikan langsung oleh mantan manajer Liverpool, Rafael Benitez, dari kursi naratama Anfield. Benitez membawa Si Merah menghancurkan Real 4-0 di Anfield pada laga kedua fase gugur Liga Champions 2008-2009, Maret 2009. Laga itu adalah kemenangan terakhir Liverpool atas Real sebelum tercipta kembali bersama Slot.
Dengan kemenangan kelima beruntun, Liverpool kian tak terusik di puncak klasemen babak awal Liga Champions. Mereka unggul dua poin dari Inter Milan, lalu berjarak lima poin dari tiga tim lainnya di pengujung zona delapan besar, yaitu Bayer Leverkusen (peringkat keenam), Arsenal (ketujuh), dan AS Monako (kedelapan).
Perolehan 15 poin dari lima laga memastikan Liverpool telah lolos ke babak selanjutnya atau setidaknya babak playoff 16 besar. Perolehan poin Si Merah sudah tidak bisa lagi dikejar oleh tim yang berada di luar zona 24 besar.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/28/40c70446-ce28-4a66-b38f-6d0e4dc5e94f_jpg.jpg)
Tim peringkat ke-25 adalah Paris Saint-Germain yang baru mengemas empat poin. Jika bisa memenangkan tiga laga tersisa, PSG hanya maksimal mengumpulkan 13 poin.
Kepastian Liverpool untuk mengunci zona delapan besar dan lolos otomatis ke babak 16 besar akan ditentukan pada laga pekan keenam, 11 Desember mendatang. Mereka akan bertandang ke markas debutan asal Spanyol, Girona, yang baru meraih satu kemenangan dan telah tumbang empat kali sehingga duduk di peringkat ke-30 dari 36 kontestan.
Mac Allister tetap membumi ketika disinggung peluang Liverpool sebagai salah satu kandidat juara Liga Champions musim ini.
”Saya tidak tahu (favorit juara). Capaian kami sejauh ini sangat bagus, tetapi di saat bersamaan ini belum berarti apa pun. Kami senang dengan performa saat ini. Hal yang terpenting, kami berusaha untuk terus melaju,” ujar Mac Allister kepada TNT Sports.
Sementara Real berada di posisi yang tidak menguntungkan. Mereka berada di peringkat ke-24 atau posisi terakhir untuk lolos ke fase gugur dan tampil di babak playoff 16 besar.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/28/78eb621d-43d9-47a9-91d0-970a61919c32_jpg.jpg)
Kesempatan terbaik Los Blancos adalah memperebutkan satu tempat ke babak playoff yang diberikan kepada tim peringkat kesembilan hingga ke-24. Alasannya, Real hanya bisa maksimal mengumpulkan 15 poin dengan tiga pertandingan tersisa.
Namun, menyapu bersih tiga laga terakhir itu bukan perkara mudah bagi Real. Mereka akan bertamu ke dua tim yang bermain apik di Liga Champions musim ini, yaitu Atalanta dan Brest. Kemudian, Real hanya menyisikan satu gim kandang kontra RB Salzburg.
”Hasil apa pun di sini (Anfield) tidak akan mengubah banyak. Meskipun menang, jalan kami mengamankan finis delapan besar tetap sulit,” kata Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti dilansir Marca.
Liverpool menyajikan performa terbaik mereka menghadapi Real. Tidak hanya unggul di papan skor, Si Merah tampil amat dominan.
Mereka (Liverpool) mengontrol pertandingan, sementara kami tidak pernah benar-benar memaksimalkan penguasaan bola.
Bermain dengan taktik 4-3-3, Liverpool unggul segalanya di lini tengah yang diisi Mac Allister, Ryan Gravenberch, dan Curtis Jones. Ketiga pemain itu mengorkestrasi serangan dan tekanan Liverpool. Tak heran, Liverpool mencatatkan penguasaan bola dominan dengan 63 persen.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/28/543a2ade-b43e-4e61-9a8d-4c5e7e25e32c_jpg.jpg)
Walaupun gagal mencetak gol lebih dini di babak pertama, Liverpool sudah mengemas dua peluang emas sebelum turun minum. Darwin Nunez mendapat dua kesempatan besar yang hanya dipisahkan ketidakberuntungan gagal menjadi gol.
Pada menit keempat, sepakan Nunez disapu bek tengah Real, Raul Asencio, tepat di garis gawang. Kemudian, Nunez menyontek bola yang diblok kiper Real, Thibaut Courtois, dengan tubuhnya di muka gawang pada menit ke-23.
Gol Liverpool tersaji tujuh menit setelah babak kedua berjalan. Mac Allister melakukan operan satu-dua dengan bek sayap kanan, Conor Bradley, sebelum melepaskan tembakan mendatar yang tidak mampu dijangkau Courtois.
Sebelum gol kedua Liverpool yang dicetak melalui sundulan oleh Gakpo, kedua tim berpotensi menghadirkan banjir gol. Namun, eksekusi penalti sumber gol utama kedua tim gagal menghasilkan skor.
Kylian Mbappe gagal menciptakan gol penyama kedudukan karena bola ditepis kiper pelapis Liverpool, Caoimhin Kelleher. Peluang di menit ke-61 itu adalah kali kedua Mbappe gagal mengeksekusi penalti di Liga Champions Eropa setelah kontra RB Leipzig, Oktober 2021.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/28/cfbeaa2c-8c91-488b-bdd3-e76794778075_jpg.jpg)
”Saya tidak melihat siapa penendang. Saya percaya diri menghadapi situasi penalti karena akhir pekan lalu juga menahan penalti. Saya senang bergerak ke sisi tepat,” kata Kelleher, yang juga menggagalkan penalti pemain Southampton, Adam Armstrong, pada duel Liga Inggris, 24 November lalu, dilansir laman UEFA.
Selanjutnya, giliran Mohamed Salah yang tidak mampu mencatatkan nama di papan skor melalui eksekusi titik putih di menit ke-70. Tembakan Salah sudah menipu Courtois, tetapi bola mengarah ke sisi luar tiang gawang.
Secara total, Si Merah mengoleksi 17 tembakan yang tujuh tembakan mengarah ke gawang. Lima kali penyelamatan penting Courtois menjadi penyebab Liverpool gagal mencetak gol lebih banyak dari 2,53 expected goals (xG).
Di lain pihak, Real hanya melepaskan sembilan tembakan. Los Blancos mencatatkan tiga tembakan tepat sasaran yang dimulai dari eksekusi penalti Mbappe.
Ancelotti menerapkan taktik 4-4-2. Luka Modric dan Eduardo Camavinga menjadi pemain tengah, lalu Jude Bellingham dan Arda Guler mengisi posisi di sisi sayap. Mbappe ditemani Brahim Diaz sebagai penyerang.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/28/4cfb7d40-440f-48b6-891d-98b1c6544a8e_jpg.jpg)
Pada babak kedua, Diaz digeser ke kiri demi Bellingham bermain di sisi tengah bersama Mbappe. Namun, perubahan itu tidak memberikan makna berarti bagi permainan menyerang Los Blancos.
”Saya pikir kami harus adil dari menit pertama mereka (Liverpool) mengontrol pertandingan. Kami tidak pernah benar-benar memaksimalkan penguasaan bola kami,” ujar Bellingham dilansir BBC.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra