Liverpool Tertampar Karma ”Arne Time”

Sempat beberapa kali menang berkat gol menit-menit akhir, Liverpool kini mengalami nasib bertolak belakang. Chelsea berbalik menampar Liverpool dengan cara yang sama.

05 Okt 2025 05:03 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

LONDON, SABTU — Arne Time, frasa yang belakangan sempat menguat di Liverpool, seakan pudar tidak bersisa. Akhir-akhir ini yang terjadi justru kebalikannya. ”Si Merah” dua kali menelan kekalahan beruntun di Liga Inggris akibat kebobolan gol di menit akhir laga. Setelah Crystal Palace, giliran Chelsea membungkam Liverpool, 2-1, berkat gol menit akhir dari Estevao.

Liverpool mengincar misi kebangkitan saat bertandang ke markas Chelsea, Stadion Stamford Bridge, London, Sabtu (5/10/2025) malam WIB, setelah meraih kehilangan awal musim yang sempurna. Sudah dua laga dilalui Liverpool tanpa kemenangan. Tim besutan Manajer Arne Slot tumbang di tangan Palace, kemudian menyerah saat bertandang ke markas Galatasaray dalam lanjutan Liga Champions.

Alih-alih menciptkan kebangkitan, Liverpool justru tertampar realitas pahit. Setelah Palace, Chelsea memberikan luka serupa dengan mencetak gol pada menit-menit akhir. Hal ini ironis mengingat awal musim sempurna Liverpool, yang tidak terkalahkan dalam tujuh laga di seluruh kompetisi, diraih dengan cara melesakkan gol di pengujung laga.

Saking seringnya mencetak gol pada menit-menit akhir, para penggemar Liverpool mulai menyandingkan dengan kebiasaan Manchester United di bawah arahan manajer legendaris Sir Alex Ferguson yang kerap mencetak gol penentu kemenangan di saat laga terisa beberapa detik. Istilah itu dikenal sebagai Fergie Time lantaran diwarnai dengan gestur Ferguson yang selalu melirik arlojinya untuk mengintimidasi lawan.

Britain Soccer Premier League

Frasa Arne Time pun muncul menyambut kebiasaan Liverpool memastikan kemenangan di menit akhir. Namun, semua itu sudah berlalu. Arne Time kini berbalik arah mengenai Liverpool.

”Sulit (untuk diterima). Saya pikir jelas kami bermain melawan tim yang sangat bagus. Di babak pertama, mereka mencetak gol yang luar biasa, tetapi saya rasa skornya imbang. Di babak kedua, kami berjuang keras untuk menyamakan kedudukan dan kami bermain sedikit lebih baik dari mereka. Tetapi, mereka berbahaya dalam serangan balik. Kebobolan di menit-menit terakhir sulit diterima,” ujar penyerang sayap kiri Liverpool, Cody Gakpo, dikutip dari BBC Sport.

Tertinggal oleh gol Moises Caicedo, Liverpool mampu bangkit di babak kedua berkat keputusan Arne Slot mengganti sejumlah pemain yang tampil di bawah performa terbaiknya, seperti Milos Kerkez dan Conor Bradley. Kerkez digantikan Andrew Robertson, sementara Bradley yang kerap kewalahan menghentikan manuver Alejandro Garnacho ditarik keluar dan digantikan Florian Wirtz. Wirtz ditempatkan sebagai gelandang serang, menggantikan Dominik Szoboszlai. Posisi Bradley sebagai bek kanan kemudian diisi Szoboszlai.

Pergantian itu meningkatkan efektivitas serangan Liverpool, kendati tidak banyak mendominasi penguasaan bola. Puncaknya, Szoboszlai yang menjadi bek kanan darurat mengirim umpan silang kepada Alexander Isak. Dengan sedikit sentuhan, Isak menyodorkan bola kepada Gakpo yang langsung menyambarnya untuk mencetak gol.

Sentuhan kilat Isak bisa dikatakan sebagai kontribusi terbesarnya semenjak bergabung dengan Liverpool. Pramusim yang singkat akibat kepindahan di pengujung bursa transfer membuat Isak kurang punya banyak waktu untuk beradaptasi dengan rekan-rekan barunya.

APTOPIX Britain Soccer Premier League

Munculnya petaka

Di saat Gakpo merasa golnya akan menyelamatkan Liverpool dari tiga kekalahan tandang beruntun di seluruh kompetisi, penyerang sayap kanan Chelsea, Estevao, merusak skema itu. Keberadaan Estevao di dalam kotak penalti terlambat ditutup oleh Robertson yang kelelahan akibat terus naik dan turun dalam membantu serangan sekaligus bertahan.

”Kami tahu (Mohamed) Salah selalu siap sedia untuk serangan balik. Jadi kami berlatih dan manajer bilang ruang (terbuka) mungkin ada di sana (sisi kanan pertahanan Liverpool). Kami melihat itu pada menit terakhir, tapi kami terus menyerang. Saya mencoba memberikan upaya terakhir saya dan Enzo memberi saya bola. Saya lalu memberikan umpan silang kepada Estevao,” kata bek kiri Chelsea, Marc Cucurella.

Hasil imbang yang sudah di depan mata seketika buyar. Liverpool kembali harus menerima kenyataan sebagai pesakitan laga tandang. Di sisi lain, mengalahkan Liverpool akan selalu terasa manis bagi Chelsea. Kemenangan terasa semakin istimewa karena Chelsea tampil tanpa beberapa pemain kunci, termasuk penyerang Cole Palmer.

Absennya Palmer menempatkan Chelsea pada posisi yang sangat tidak menguntungkan. Maka, begitu Estevao memastikan kemenangan Chelsea di menit akhir, tidak mengherankan jika Manajer Chelsea Enzo Maresca, ikut berlari merayakan gol itu dengan para pemainnya di sudut lapangan.

Britain Soccer Premier League

”Kami pantas mendapatkan momen ini. Pekan ini tidak mudah bagi kami. Bermain di Liga Champions, kami bermain setiap beberapa hari. Ini bagus karena jika kalah, kami akan menghadapi pertandingan lain dalam beberapa jam. Di pertengahan pekan, kami sempat kesulitan di menit-menit akhir, tetapi kami berhasil menciptakan momentum ini bersama para penggemar. Kemudian hari ini kami memulai pertandingan dengan cara yang tepat. Kami juga mencetak gol lebih awal dan kami mulai percaya diri,” tutur Cucurella.

Kekalahan ini membuat posisi Liverpool di puncak klasemen tergusur oleh Arsenal yang pada laga lainnya menang 2-0 atas West Ham. Adapun bagi Chelsea, tambahan tiga poin mendongkrak posisi mereka ke peringkat enam.

Dengan tiga kekalahan beruntun, para pemain Liverpool berpotensi semakin kehilangan kepercayaan diri. Akan tetapi, mereka wajib segera bangkit karena Manchester United sudah menunggu pada laga selanjutnya usai jeda internasional.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto