Setelah naik 100 persen, saham Antam turun. Ini, antara lain, menyusul longsor tambang Freeport sebagai salah satu lokasi yang akan memasok bahan baku.
03 Okt 2025 17:30 WIB · Ekonomi & Bisnis
JAKARTA, KOMPAS - Longsor tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia berisiko mengganggu pasokan bahan baku untuk PT Aneka Tambang Tbk atau Antam. Persoalan ini menjadi sentimen negatif bagi performa saham Antam dalam beberapa waktu terakhir.
Analis Saham Kiwoom Sekuritas, Miftahul Khaer, kepada Kompas, Jumat (3/10/2025), menilai, longsor di Grasberg menjadi faktor yang kurang bagus untuk bisnis Freeport sekaligus Antam. Bagi Antam, insiden tersebut berisiko mengganggu pasokan bahan baku emas.
Persoalan ini menjadi sentimen negatif bagi saham Antam di Bursa Efek Indonesia. Dalam sebulan terakhir hingga Jumat (3/10/2025), saham dengan kode ANTM itu anjlok 8,6 persen ke harga Rp 3.180. Pelemahan ini terjadi kendati sejak awal 2025, harga saham Antam sudah naik sekitar 100 persen.
"Tapi, kami melihat tekanan ini bisa berlanjut hingga awal 2026, karena Freeport baru merencanakan pemulihan operasional bertahap di paruh pertama tahun depan," ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/15/ebd8542a-134c-40ca-b85b-5d86242cee93.jpg)
Dihubungi terpisah, analis Infovesta, Ekky Topan, berpendapat, gangguan operasional Freeport dapat mengganggu pasokan emas murni Antam. Masalah ini bisa ikut menurunkan volume pengolahan dan penjualan emas Antam dalam jangka pendek.
Saat ini, produksi emas Antam mayoritas ditopang impor. Ini menjadi ironi di tengah agenda hilirisasi nasional.
"Dengan ketergantungan terhadap pasokan emas domestik yang masih terbatas, Antam harus sigap mencari alternatif pasokan atau memperkuat cadangan pasif untuk menjaga kontinuitas bisnisnya," kata dia
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/26/02329e98de4ad3d604c413aecb1b67dd-20250926RZF17.JPG)
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno, Jakarta, Kamis (2/10/2025), mengatakan, sejak awal 2025, Antam menjalin kerja sama penyerapan produksi tambang emas PT Freeport Indonesia (PTFI). Dalam perjanjian awal, komitmen kerja sama perdagangan itu mencakup 30 ton emas per tahun.
"Kalau misalnya Freeport nanti sudah selesai (penanganan longsor), terus habis itu kembali beroperasi, kan, sudah ada tanda tangan kontrak antara Freeport dan Antam 30 ton," katanya.
Pada 8 September 2025, longsor melanda Grasberg Block Cave, kawasan Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Material basah sekitar 800.000 metrik ton tiba-tiba menggelontor lorong tambang.
Sebanyak tujuh pekerja terjebak, lima orang di antaranya masih terjebak. Adapun dua orang lagi sudah ditemukan tewas pada 20 September 2025. Menurut Tri, pembersihan longsor lumpur masih berlangsung.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, di Jakarta, 2 Oktober 2025, mengatakan, Freeport menghentikan seluruh operasi di Grasberg. Ia berharap proses evaluasi selesai kurang dari seminggu kemudian.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/10/3d589a564cee7dbdec76242538506e63-cropped_image.jpg)
Direktur Utama Antam, Achmad Ardianto, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Senin (29/9/2025), mengatakan, kerja sama Antam dengan Freeport belum berjalan mulus. Padahal, Antam akan mengambil seluruh produksi emas Freeport mulai 2025.
Sejak April hingga akhir 2025, Antam diperkirakan dapat menyerap 9 ton emas batangan dari pabrik emas milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik, Jawa Timur. Ini menjadi tahap awal dari rencana kerja sama penjualan emas Freeport ke Antam sebanyak 30 ton setahun.
"Namun, perkiraan produksi emas Freeport di tahap awal, karena proses commisioning dan juga ada beberapa kejadian, mungkin baru 25 ton. Baru nanti bisa sampai 45 ton per tahun," kata Achmad yang baru menjabat sebagai direktur utama pertengahan tahun ini.
Kerja sama jual-beli emas ini bertujuan menggantikan kebutuhan impor emas oleh Antam yang rata-rata mencapai 30 ton per tahun. Impor itu dipenuhi dari perusahaan pemurnian emas, bank bulion, hingga pedagang di Singapura dan Australia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/07/dc929877-24d6-4270-913f-56a7ce1e2d70_jpg.jpg)
Antam memprediksi penjualan emas pada 2025 bisa mencapai 45 ton, naik dari penjualan emas pada 2024 sebanyak 43,7 ton dan pada 2023 sebanyak 26 ton. Penjualan emas menyumbang sekitar 84 persen pendapatan perseroan, selain produk mineral logam lainnya seperti nikel dan bauksit.
Antam memiliki tambang emas sendiri. Namun produksinya hanya sekitar 1 ton per tahun. Antam juga turut memproduksi ulang emas yang dibeli dari masyarakat atau perusahan dalam negeri. Volume produksinya hanya berkisar 2,5 ton per tahun.
Tantangan penyediaan emas oleh Antam, menurut Achmad, karena tidak ada aturan bagi perusahaan penambang atau pengolahan emas di Tanah Air untuk mengutamakan pasar dalam negeri. Padahal, potensi produksi emas di dalam negeri dari penambang rakyat dan perusahaan besar legal bisa berkisar 90 ton per tahun.
Penulis:
Erika KurniaEditor:
FX Laksana Agung SaputraPenyelaras Bahasa:
Yuliana Karim