Tinggal 80 Meter, Tim Freeport Dekati Lokasi Pekerja yang Terjebak

Saat ini lima dari tujuh pekerja Freeport di tambang bawah tanah belum dapat dievakuasi. Sebelumnya, dua pekerja sudah dievakuasi, ditemukan dalam keadaan meninggal.

02 Okt 2025 16:47 WIB · Ekonomi & Bisnis

Oleh Aditya Putra Perdana

JAKARTA, KOMPAS — PT Freeport Indonesia hingga Kamis (2/10/2025) masih berupaya mengevakuasi lima pekerja tersisa yang terjebak akibat longsoran bawah tanah di Grasberg Block Cave, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Saat ini, tim evakuasi berjarak sekitar 80 meter dari titik yang diduga terdapat lima pekerja yang terjebak.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas, dalam Green Mineral Investment Forum 2025 di Jakarta, Kamis, mengatakan, volume longsoran material di tambang bawah tanah mencapai sekitar 700.000 ton. Pada Sabtu (20/9/2025), tim mengevakuasi dua dari total tujuh pekerja yang terjebak yang ditemukan dalam keadaan meninggal.

Sebelumnya, dua jenazah yang ditemukan di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave Freeport akhirnya teridentifikasi pada Sabtu (20/9/2025). Keduanya ialah Wigih Hartono (37) asal Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dan Irawan (46) asal Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Dua teknisi kelistrikan tersebut telah dimakamkan di kampung halaman masing-masing.

Saat ini, titik keberadaan lima pekerja yang belum dievakuasi sudah diketahui Freeport. ”Namun, belum bisa kami capai karena jumlah material basah yang luar biasa besar, tetapi alhamdulillah sudah bergerak lebih maju. Sekarang tinggal 80 meter lagi untuk mencapai lokasi yang kami duga mereka ada di situ berdasarkan hasil pemantauan sebelum insiden,” kata Tony.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas.

Di tengah kesulitan menembus timbunan longsor itu, Freeport terus mengerahkan segala upaya agar lima pekerja dapat dievakuasi. Pemindahan timbunan longsor dilakukan dengan alat berat loader. Selain itu, digunakan pula teknologi secara remote (kontrol jarak jauh) dan dibuat ventilasi khusus dengan pipa elastis. Setiap tim maju, ventilasi ikut maju guna memastikan ketersediaan udara.

”Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama lagi, barangkali 4-5 hari lagi, kami akan bisa sampai ke lokasi yang diduga,” ujarnya.

Tony menambahkan, sejak kejadian longsor hingga saat ini, Freeport menghentikan seluruh kegiatan produksi di Grasberg. ”Kejadian 8 September pukul 10.00 malam (waktu Indonesia timur), besoknya kami evakuasi dan stop semua (aktivitas). Di dalam tambang itu, kan, ada banyak orang. Ribuan. Semua terevakuasi kecuali tujuh orang. Jadi, saat ini kami fokus penyelamatan dan evakuasi,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Direksi Freeport-McMoran Richard C Adkerson serta Presiden dan Chief Executive Officer Kathleen Quirk mengungkapkan duka atas kejadian longsor di Grasberg. ”Baru-baru ini kami mengunjungi lokasi untuk memberi dukungan kepada keluarga serta menyampaikan penghargaan kami atas upaya luar biasa dari PTFI dan tim tanggap darurat,” katanya, Rabu (24/9/2025).

Dalam keterangan pers Freeport-McMoran disebutkan, PTFI telah memulai investigasi untuk mengidentifikasi penyebab insiden yang baru pertama kali terjadi sejak dimulainya operasi penambangan Block Cave dalam beberapa dekade. Tim, yang terdiri dari para ahli eksternal, akan menganalisis penyebab dan memberi rekomendasi guna mencegah terulangnya kejadian serupa. Investigasi diperkirakan tuntas pada akhir 2025.

Penilaian awal juga menunjukkan kejadian tersebut mengakibatkan penundaan produksi yang signifikan dalam waktu dekat, yakni pada triwulan IV-2025 dan baru akan pulih perlahan selama 2026. Operasional baru diperkirakan kembali normal pada 2027.

Pemulihan Grasberg Block Cave setelah insiden diikuti penghentian operasional di lubang tambang bawah tanah lain, yaitu Deep Mill Level Zone (DMLZ), Deep Ore Zone (DOZ), dan Big Gossan. Namun, tambang Big Gossan dan DMLZ yang tidak terdampak disebut dapat kembali beroperasi pada pertengahan triwulan IV-2025.

Suasana terowongan bawah tanah di area tambang PT Freeport Indonesia, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (1/6/2022). Setelah operasi tambang terbuka (open pit) Grasberg berakhir pada tahun 2019, PT Freeport Indonesia melanjutkan dengan operasi tambang bawah tanah. Blok tambang bawah tanah itu meliputi Grasberg Block Cave (GBC), Deep Ore Zone (DOZ), Deep Mill Level Zone (DMLZ), Big Gosan dan Kucing Liar Block Cave.

Pengamat energi dan pertambangan sekaligus peneliti Alpha Research Database, Ferdy Hasiman, Kamis (2/10/2025), menuturkan, prioritas saat ini adalah mengevakuasi lima pekerja yang tertimbun longsoran. Menurut dia, hal ini menyangkut aspek kemanusiaan sehingga harus dilakukan secepat mungkin. Ia menekankan, pengerahan segala daya dan upaya perlu terus dimaksimalkan.

Kemudian, ia berharap Freeport menemukan fakta valid mengenai terjadinya longsor material di tambang bawah tanah Freeport. ”Dari fakta (hasil investigasi) itu baru akan diketahui apakah memang perlu dioptimalkan teknologi dalam pelaksanaan penambangan atau lainnya. Bagaimanapun, tambang bawah tanah ini memang memiliki risiko,” katanya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Aditya Putra Perdana
 | 

Editor:

Aris Prasetyo
 | 

Penyelaras Bahasa:

Yuliana Karim