KECELAKAAN LAUT

Luka Bakar Bukan Penyebab Kematian Lima Penumpang KMP Mutiara Sentosa II

Kematian lima penumpang korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di Laut Jawa bukan akibat luka bakar, melainkan sesak napas dan atau lemas.

04 Agt 2026 06:00 WIB · Politik & Hukum

AFP

Oleh Ambrosius Harto

SURABAYA, KOMPAS — Tim Identifikasi Korban Bencana selesai memeriksa lima jenazah penumpang korban kebakaran Kapal Motor Penyeberangan Mutiara Sentosa II di Laut Jawa. Kelimanya tewas karena sesak napas dan lemas terombang-ambing di laut.

”Seluruh korban berhasil diidentifikasi melalui data primer dari sidik jari dan data sekunder dari gigi, rekam medis, visual, dan barang kepemilikan,” ujar Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jatim Komisaris Besar Wahono Edhi di RS Bhayangkara HS Samsoeri Mertojoso Polda Jatim, Surabaya, Senin (3/8/2026).

Jenazah pertama yang teridentifikasi atas nama Sri Indratmo Wijaya (47), warga Dukuh Plungguh, Desa Mulyoagung, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Jenazah lelaki ini teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, rekam medis, dan barang kepemilikan.

Wahono melanjutkan, jenazah berikutnya yang teridentifikasi ialah Siti Fatimah (57), perempuan, warga Jalan Sultan Abdullah 2, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Identifikasi korban melalui sidik jari, gigi, rekam medis, visual, dan barang kepemilikan.

Korban ketiga teridentifikasi ialah Sari Sukoco (39), lelaki warga Jalan Kawi, Kelurahan Kauman, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Identifikasi berhasil dilaksanakan melalui sidik jari, gigi, data medis, visual, dan barang kepemilikan.

Jenazah keempat teridentifikasi beridentitas sebagai Rino Eka Putra (48), lelaki warga Kampung Dalam, Jorong Tengah, Koto Sembilan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Identifikasi dilakukan melalui sidik jari serta data medis dan visual. Untuk korban kelima ialah Yedi Hendrawan (63), lelaki warga Teruwring, Selat Dalam, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, yang teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, data medis, dan visual.

Dari pemeriksaan, tidak ada korban yang meninggal karena luka bakar. ”Kematian korban ada yang karena sesak napas akibat asap (kebakaran) lalu melompat ke laut dan tenggelam. Ada juga yang lemas karena tidak bisa bertahan di laut,” ujar Wahono.

Sejumlah petugas mengangkat kantong berisi jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa II setibanya di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Senin (3/8/2026).  Kapal kargo Meratus Pematang Siantar mengevakuasi 111 penumpang dalam kondisi hidup dan dua penumpang dalam kondisi meninggal korban KM Mutiara Sentosa II yang terbakar di perairan utara Madura pada Minggu (2/8). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/wpa.
Sejumlah penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan utara Madura berhasil dievakuasi. Penumpang dibawa ke Sumenep menggunakan KN SAR 249 Permadi, Minggu (2/8/2026) malam *** Local Caption *** Sejumlah penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan utara Madura berhasil dievakuasi. Penumpang dibawa ke Sumenep menggunakan KN SAR 249 Permadi, Minggu (2/8/2026) malam

Korban menderita sesak napas akibat menghirup asap pekat dari kebakaran sebelum melompat ke laut. Dalam situasi itu, kesadaran korban menurun sehingga memicu kematian akibat tenggelam. Kondisi lainnya, korban terjun ke laut masih dalam kondisi selamat, tetapi tidak bisa berenang atau lemas karena terombang-ambing lama di perairan. Situasi ini diperparah dengan tubuh terlalu banyak menelan air laut.

Wahono menyatakan, Tim DVI merupakan gabungan dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Direktorat Reserse Kriminal Umum, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara, RS Bhayangkara, Universitas Airlangga, PT Jasa Raharja (Persero), TNI, dan Palang Merah Indonesia.

”Operasi Tim DVI masih akan berlangsung sampai dinyatakan selesai oleh otoritas,” kata Wahono. RS Bhayangkara Polda Jatim membuka layanan informasi bagi mereka yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam kecelakaan laut KMP Mutiara Sentosa II melalui nomor 085190447911.

Adapun di Pelabuhan Tanjung Perak yang menjadi Pos Komando SAR, nomor telepon yang dapat dihubungi ialah KSOP di nomor 0811 3100 050. Selain itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya di nomor 0821 2374 6274 dan agen KMP Mutiara Sentosa II di nomor 0823 1411 9326.

Kelima jenazah korban tadi dievakuasi oleh Tim SAR dari lokasi kecelakaan laut, yakni 45 kilometer di utara Pantai Galung, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep, Pulau Madura. Feri jenis roll on-roll off (Roro) ini terbakar pada Minggu (2/8/2026) pukul 06.48 WIB. Kecelakaan laut terjadi saat bahtera dalam perjalanan dari Surabaya menuju Makassar.

Jenazah korban dan penumpang selamat dievakuasi oleh Tim SAR menggunakan kapal perang, kapal niaga, dan kapal penumpang yang kebetulan sedang berlayar di dekat lokasi kecelakaan laut itu. Dari Operasi SAR sampai Senin petang, sebanyak 236 jiwa penumpang telah dievakuasi terdiri atas 231 jiwa selamat dan 5 jiwa meninggal dunia.

Di Tanjung Perak, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya Mohammad Syafii mengatakan, Operasi SAR terus berlangsung meskipun dalam tantangan kondisi cuaca di perairan yang menantang.

”Saat kecelakaan, kondisi cuaca tidak baik-baik saja sehingga proses evakuasi memakan waktu. Namun, alhamdulillah, dalam satu hari, korban bisa dievakuasi dengan bantuan teman-teman dari kapal-kapal yang melintas,” ujar Syafii.

Terkait dengan data manifes, Syafii mengatakan, masih berkoordinasi dengan korban yang selamat, otoritas, dan operator pelayaran untuk memastikan jumlah jiwa yang menjadi korban dalam kecelakaan laut itu. ”Operasi SAR dilaksanakan sampai ada kepastian mengenai validasi data korban itu,” katanya.

Ditanya mengenai kondisi kapal apakah sudah bisa didekati atau dimasuki oleh Tim SAR, Syafii mengatakan, sampai Senin siang, bahtera itu masih berasap. Kapal belum dapat dimasuki untuk mencari kemungkinan korban yang terjebak. ”Belum bisa dimasuki. Harus menunggu aman dan selamat bagi Tim SAR,” ujarnya.

Penumpang KMP Mutiara Sentosa II saat dievakuasi dan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Senin (3/8/2026), dari atas Kapal Selaras Mas.
Petugas membawa penumpang selamat KM Mutiara Sentosa I, yang terbakar di perairan Masalembo, turun dari KM Dharma Kartika IX di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (20/5). Dari manifes dengan jumlah 171 penumpang, berhasil dievakuasi 198 penumpang, dengan 5 orang di antaranya meninggal.

Sementara itu, Wakil Menteri Perhubungan Suntana mengatakan, kecelakaan laut itu dalam investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Sejumlah faktor yang perlu menjadi atensi ialah sumber kebakaran dan penyebab, lalu kelaikan kapal.

Suntana mengatakan, berdasarkan laporan dari marine inspector, KMP Mutiara Sentosa II telah menjalani ramp check dua bulan lalu. Pemeriksaan dilaksanakan untuk kelaiklautan kapal, kelengkapan dokumen administrasi, alat keselamatan, dan kesiapan petugas keselamatan kapal untuk melindungi penumpang.

Suntana sempat ditanya apakah KMP Mutiara Sentosa II tidak memiliki sekoci atau perahu penyelamat mengingat seluruh korban yang dievakuasi berada di perairan. Para korban yang selamat setelah terombang-ambing setidaknya empat jam sebelum dievakuasi oleh Tim SAR dari kapal-kapal penolong terdekat.

”Akan didalami dengan investigasi oleh KNKT,” ujar Suntana.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dedy Purwagandhi menyatakan, akan mengevaluasi kinerja operator PT Atosim Lampung Pelayaran. ”Kami akan evaluasi, tetapi yang terpenting dilihat dulu penyebabnya dari KNKT. Ini pelajaran buat kita dan evaluasi bagi perusahaan yang bersangkutan,” ujarnya.

Catatan Kompas, 19 Mei 2017, bahtera serupa, yakni KMP Mutiara Sentosa I rute Surabaya-Balikpapan, mengalami kebakaran yang mengakibatkan kematian lima penumpang. Lokasi kecelakaan di Laut Jawa, yakni perairan dekat Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jatim.


Kerabat Kerja

Penulis:

Ambrosius Harto
 | 

Editor:

Irma Tambunan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra