Napoli sudah menelan kekalahan lebih banyak dibandingkan musim lalu. Tidak hanya terancam gagal pertahankan gelar, Napoli berpeluang terlempar dari empat besar.
26 Jan 2026 14:32 WIB · Olahraga
AP/LaPresse/Fabio Ferrari
TURIN, SENIN — Inter Milan telah memperlebar jarak keunggulan poin mereka di puncak klasemen. Untuk sementara, persaingan scudetto sudah monoton. Pertarungan justru lebih menarik untuk perebutan tiga tim tersisa di zona empat besar.
Kemenangan Juventus 3-0 atas Napoli, juara bertahan Liga Italia, Senin (26/1/2026) dini hari WIB, di Stadion Allianz Arena menyemarakkan persaingan tim-tim untuk meraih tiket Liga Champions musim depan.
Juve memangkas jarak poin dengan Napoli jadi hanya satu poin. ”Si Nyonya Besar” mengoleksi 42 poin, sedangkan Napoli tetap dengan perolehan 43 poin. Selain itu, nirpoin dari Turin menyebabkan anak asuhan Antonio Conte turun ke peringkat keempat sementara.
Posisi Napoli dilompati oleh AS Roma yang menambah satu poin seusai menahan AC Milan di Stadion Olimpico, Senin WIB. Duel itu berakhir dengan skor remis 1-1.
Roma unggul selisih gol atas Napoli. Adapun Milan gagal mempertahankan gap persaingan dengan Inter. Berada di posisi kedua, ”I Rossoneri” telah tertinggal lima poin dari Inter. Di sisi lain, Milan hanya unggul empat poin atas Roma dan Napoli serta lima poin atas Juve.
Selain empat tim itu yang berpeluang mengejar peringkat empat besar, Como yang duduk di peringkat keenam juga memiliki kans. Tim milik Grup Djarum asal Indonesia itu merupakan tim keenam yang telah menyentuh 40 poin di Liga Italia edisi 2025-2026.
Dari perspektif Napoli, Conte menilai masih terlalu dini untuk membahas persaingan scudetto. Ia menyebut Napoli memiliki tekad untuk menjaga pertarungan di papan atas.
”Sebuah pertanyaan yang absurd saat ini jika membahas peluang juara. Kami belum keluar dari kapal (persaingan) karena masih ada 16 pertandingan,” ucap Conte kepada Sky Sport Italia.
Ia menambahkan, ”Kami masih memiliki beberapa target lain. Liga Champions, Liga Europa, atau Liga Konferensi. Kami bakal melakukan yang terbaik, menjaga sikap sebaik mungkin.”
Sejak pergantian tahun, Napoli hanya mengoleksi dua kemenangan dari enam pertandingan. Mereka hanya mengemas hasil positif kontra Lazio dan Sassuolo. ”Si Keledai Kecil” ditahan Inter, Verona, dan Parma.
Juve memberikan kekalahan kelima bagi Napoli di Liga Italia musim ini. Jumlah kekalahan Napoli sudah melampaui catatan negatif mereka ketika scudetto edisi 2024-2025 lalu. Mereka hanya menelan empat kekalahan pada musim perdana diasuh Conte.
”Pertandingan berjalan seimbang. Namun, ketika mereka (Juve) mencetak gol kedua, ruang sedikit terbuka sehingga mereka bisa menghasilkan gol ketiga. Meski begitu, anak-anak saya sudah memberikan segalanya. Kami ingin terus berjuang dengan seluruh kemampuan kami,” tutur Conte.
Setelah mulai menjauh dari persaingan scudetto, Napoli juga tengah berada di ujung jarum pada persaingan babak playoff fase gugur Liga Champions. Mereka berada di peringkat ke-25 dari 36 peserta.
Napoli akan menjamu Chelsea pada gim pamungkas babak penyisihan Liga Champions, Kamis (29/1/2025) pukul 03.00 WIB, di Stadion Diego Armando Maradona. Mereka wajib menang agar tidak tersisih dini di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa itu.
Sementara itu, Juve mendapatkan suntikan keyakinan berkat menaklukkan Napoli. Jonathan David (menit ke-22), Kenan Yildiz (menit ke-77), dan Filip Kostic (menit ke-86) menjadi penentu revans Juve atas sang juara bertahan saat jumpa Desember lalu.
Keunggulan tiga gol adalah catatan kemenangan terbesar Juve atas Napoli sejak November 2013. Pada musim lalu, Si Nyonya Besar gagal menaklukkan Napoli.
”Ini adalah kemenangan penting untuk kesadaran apa yang kami lakukan dan kemampuan pemain bisa bermain di level tinggi. Laga besar adalah kesempatan pemain menunjukkan diri dan identitas mereka,” kata Pelatih Juve Luciano Spalletti, dilansir Tuttosport.
Setelah laga Liga Italia, misi Juve selanjutnya tersaji di Liga Champions. Bertandang ke markas AS Monaco, Kenan Yildiz dan kawan-kawan berambisi mengunci tiket ke fase gugur.
Perebutan zona empat besar juga tidak bisa dilepaskan dari hasil imbang di Roma, ibu kota Italia. Gol bek Milan, Koni De Winter, pada menit ke-62 diimbangi oleh eksekusi penalti gelandang serang Roma, Lorenzo Pellegrini, pada menit ke-74.
Walaupun hanya meraih satu poin, Roma menunjukkan penampilan lebih baik dibandingkan duel pertama menghadapi Milan. Situasi nyaris serupa terjadi di San Siro, awal Desember lalu.
Roma tertinggal lebih dulu, kemudian mendapat penalti di pertengahan babak kedua. Beruntung, Pellegrini tidak mengulang kegagalan Paulo Dybala di San Siro, Milan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/26/c480e05ba4b2b5b1f4580268792eb5c2-wires_photo_4_.jpg)
”Kami bermain lebih baik menghadapi tim peringkat kedua. Kami meninggalkan laga dengan merasa lebih kuat,” ujar Pelatih Roma Gian Piero Gasperini, seperti dikutip Corriere dello Sport.
Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri bersyukur dengan satu poin dari Olimpico. Atensi untuk membawa pulang hasil imbang terwujud dari performa Milan selama 90 menit.
Mereka bertahan dengan garis pertahanan sangat dalam dan membiarkan Roma lebih dominan memegang bola. Sebagai balasannya, I Rossoneri mengandalkan serangan balik dan situasi bola mati.
Dalam laga di Olimpico, Milan hanya menciptakan lima tembakan yang menghasilkan 0,45 expected goals (xG). Angka itu jauh dibandingkan 2,72 xG kreasi Roma dari 15 tembakan.
Satu poin dari Roma tidak lepas dari penampilan gemilang kiper Mike Maignan. Enam penyelamatan dihasilkan penjaga gawang timnas Perancis itu.
”Maignan melakukan sejumlah penyelamatan yang membantu kami tetap di dalam pertandingan. Setelah unggul, kami menjalani laga di jalur yang tepat hingga insiden (penalti) terjadi,” tutur Allegri.
Terlepas dari gagal menang, Allegri tetap puas dengan hasil timnya. ”Kami bisa menambah keunggulan satu poin atas Napoli dan menjaga jarak poin dari Roma,” ucapnya. (AFP)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti