LIGA ITALIA

Kalah dari Cagliari, Juventus Darurat Penyerang Tajam

Di tengan segalanya membaik bersama Luciano Spalletti, Juventus masih terkendala efektivitas serangan. Jean-Philippe Mateta ialah opsi utama Juve perbanyak gol.

18 Jan 2026 13:47 WIB · Olahraga

Gianluca Zuddas/LaPresse via AP

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

CAGLIARI, MINGGU — Sempat dianggap kembali masuk dalam persaingan scudetto, Juventus harus kembali mengakui bahwa kualitas mereka masih tertinggal dibandingkan dengan tiga tim papan atas lain, yakni Inter Milan, AC Milan, dan Napoli. ”Si Nyonya Besar” kekurangan penyerang tajam yang mampu menggaransi gol.

Di Stadion Unipol Domus, markas Cagliari, Juve pulang dari Pulau Sardinia tanpa membawa pulang poin, Minggu (18/1/2026). Itu hasil yang amat disayangkan. Sebabnya, Juve diharapkan meraup tiga poin demi menjaga persaingan di papan atas.

Juve justru menderita kekalahan 0-1 dari Cagliari yang memulai laga berada di peringkat ke-16. Gelandang Luca Mazzitelli memanfaatkan situasi bola mati untuk mengunci kemenangan timnya di menit ke-65. Itu adalah satu-satunya kesempatan Cagliari setelah selalu ditekan Juve selama lebih dari 90 menit.

Menurut catatan Opta, Juve menjadi tim pertama yang mencatatkan 78 persen penguasaan bola, tetapi gagal meraih poin alias menderita kekalahan. Dominasi Juve juga dicatatkan dengan 1,35 expected goals (xG) dari 21 tembakan yang mereka ciptakan.

Adapun Cagliari hanya menghasilkan tiga tembakan. Ekspektasi gol mereka sangat minim, yakni 0,11 xG.

Quote

Kami telah melakukan apa yang butuh ditampilkan, tetapi ada beberapa momen yang harus dilakukan lebih baik.

Italy Serie A Soccer

Peluang gol terbaik Juve diawali tembakan terarah gelandang serang, Fabio Miretti, di menit ke-25. Dengan potensi gol mencapai 14 persen atau 0,14 xG, tembakan itu mampu dihentikan kiper Cagliari, Elia Caprile.

Dalam situasi tertinggal, Juve mendapat kans gol besar dari dua penyerang, yakni Jonathan David dan Lois Openda. David memiliki kesempatan mencetak gol dalam tiga gim beruntun di menit ke-73. Akan tetapi, sundulannya memanfaatkan situasi sepak pojok tidak tepat sasaran. Peluang itu tercatat memiliki peluang 0,32 xG.

Hal serupa juga didapatkan Openda pada menit ke-30. Dalam situasi umpan silang, sundulan Openda di muka gawang juga melenceng dari sasaran. Padahal, situasi itu bernilai 0,30 xG.

Di tengah permainan menyerang tim, David dan Openda, gagal tampil klinis untuk menyelesaikan kreasi peluang. Bermain selama 88 menit, David yang berasal dari Kanada hanya menghasilkan dua tembakan yang tidak ada tepat sasaran.

Openda yang tampil sejak menit ke-66 untuk mengganti Miretti juga tidak memberikan ancaman berarti di jantung pertahanan tim tuan rumah. Openda hanya sekali mecatatkan tembakan.

”Kami telah melakukan apa yang butuh ditampilkan, tetapi ada beberapa momen yang harus dilakukan lebih baik. Kami sepatutnya tidak buang-buang kesempatan. Sebab, setiap peluang dapat mengubah hasil,” ujar Pelatih Juve Luciano Spalletti seusai laga kepada Sky Sport Italia.

Italy Serie A Soccer

Setelah menghadapi Cagliari, Juve telah ditunggu rangkaian laga penting dan menentukan di sisa bulan Januari ini. Dua laga pamungkas fase grup Liga Champions kontra Benfica dan AS Monaco, lalu jumpa Napoli adalah tiga ujian kualitas Juve.

”Sulit untuk menganalisis situasi setelah laga berakhir tidak menguntungkan untuk kami. Kami harus membenahi hal-hal kecil untuk menghadapi laga-laga selanjutnya,” tutur Spalletti yang menderita kekalahan kedua dari 16 gim mengasuh Juve.

Berburu peluang

Di tengah kebutuhan untuk membenahi lini serang, Juve memburu peluang untuk memperkuat sektor ofensif. Pemulihan cedera yang masih dijalani Dusan Vlahovic hingga akhir Maret memaksa Spalletti menuntut kehadiran penyerang baru.

Juve dikabarkan tengah melakukan negosiasi dengan penyerang Crystal Palace, Jean-Philippe Mateta. Menurut laporan Tuttosport, Juve telah mencapai kesepakatan kontrak dengan perwakilan Mateta yang berdurasi empat tahun.

Juve dikabarkan akan menawarkan Palace nilai pinjaman pada Januari lalu, kemudian menaruh tawaran kewajiban pembelian sebesar 28 juta euro (Rp 548,43 miliar) pada musim panas mendatang. Tawaran resmi akan diberikan Juve kepada Palace pada pekan depan.

Italy Serie A Soccer

”Kami akan mengamati setiap peluang untuk perkuat tim,” sebut Direktur Strategi Sepak Bola Juve Giorgio Chiellini, dilansir La Gazzetta dello Sport.

Manajer Palace Oliver Glasner tidak menutup peluang Mateta untuk meninggalkan London pada musim dingin ini. Akan tetapi, ia ingatkan bahwa Mateta hanya akan pergi jika klub lain membayar sesuai permintaan klub.

”Meskipun masih memiliki kontrak tersisa selama 18 bulan di kontraknya, jika pemain (Mateta) ingin pergi, kesepakatan harus terjalin. Ia hanya akan pergi jika ada tim yang membayar dengan harga yang ditetapkan Crystal Palace,” ujar Glasner, dilansir BBC.

Di musim ini, Mateta memimpin daftar pencetak gol Palace di Liga Inggris. Penyerang asal Perancis itu telah mencetak delapan gol.

Pemain tersubur Juve di Liga Italia 2025-2026 adalah Kenan Yildiz, yang menorehkan tujuh gol. Duo penyerang, yakni Vlahovic dan David, sama-sama menyumbang tiga gol. Sementara itu, Openda baru satu kali mencatatkan nama di papan skor.

Britain Premier League Soccer

Selain Mateta, target Juve adalah memulangkan Federico Chiesa dari Liverpool. Spalletti membutuhkan opsi lebih banyak untuk penyerang sayap yang bisa bergerak dari sisi kiri demi melapis Yildiz. Transfermarkt menyebut peluang Juve mendatangkan Mateta dan Chiesa pada Januari ini mencapai sekitar 60 persen.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto