Kejuaraan bulu tangkis Piala Thomas dan Uber memasuki fase semifinal. Tak ada formula lain bagi tim Uber Indonesia selain berjuang mati-matian melawan Korea Selatan.
01 Mei 2026 16:25 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
Tim bulu tangkis putri Indonesia akan berhadapan dengan Korea Selatan dalam semifinal kejuaraan beregu putri Piala Uber 2026. Posisi sebagai underdog harus dimanfaatkan dengan bermain tanpa beban, tetapi tetap dengan daya juang tinggi.
Pertemuan Indonesia dan Korea Selatan akan berlangsung di Forum Horsens, Horsens, Denmark, Sabtu (2/5/2026) pukul 10.00 waktu setempat atau pukul 15.00 WIB. Pada waktu yang sama, tiket final akan diperebutkan oleh Jepang dan juara bertahan, China. Sementara semifinal Piala Thomas akan berlangsung pada malam harinya.
Putri Kusuma Wardani dan kawan-kawan melanjutkan langkah ke semifinal setelah mengalahkan Denmark, 3-1, dalam perempat final, Kamis. Pertandingan melawan Korea Selatan menjadi semifinal kedua secara beruntun bagi tim Indonesia setelah mencapai final Piala Uber di Chengdu 2024.
Tahap ini dicapai setelah Indonesia selalu tersingkir di perempat final pada enam edisi beruntun, yaitu sejak Wuhan 2012 hingga Bangkok 2022.
Semifinal nanti menjadi pertemuan ke-11 Indonesia dan Korea Selatan di Piala Uber. Korea Selatan unggul pada awal-awal pertemuan di era 1980-an, lalu Indonesia mendominasi pada 1990-an pada era Susy Susanti, Mia Audina, Finarsih/Lily Tampi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/01/568e36173689c65c71991026f952ed2c-UC_Ina_Kor_H2H.png)
Setelah selalu kalah dalam pertemuan 2014 dan 2016, Indonesia mengalahkan Korea Selatan di Chengdu 2024. Sama seperti di Chengdu, posisi Indonesia di Horsens berada di bawah empat unggulan teratas. Indonesia berada di pot kedua dalam klasifikasi tim, yaitu di bawah empat tim di pot kesatu, yaitu China, Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.
Pertemuan terakhir dengan Korea Selatan, di Chengdu 2024, memberi hasil positif bagi Indonesia. Hal itu bisa menjadi salah satu sumber motivasi sekaligus pengingat bahwa tim ”Merah Putih” harus lebih waspada dalam semifinal kali ini.
Kami sudah bertekad bermain maksimal di semifinal, ”all out”, dan menikmati setiap pertandingan.
Dua tahun lalu, Korea Selatan tampil tanpa An Se-young di semifinal karena cedera. Posisinya digantikan Sim Yu-jin yang saat ini berstatus sebagai tunggal ketiga. Sim dikalahkan Gregoria Mariska Tunjung pada partai pertama.
Di Horsens, An seharusnya tidak memiliki kendala untuk tampil di semifinal. Tunggal putri nomor satu dunia itu tampil dalam empat pertandingan Korea Selatan sejak penyisihan grup hingga perempat final dan selalu menang straight games.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/01/954f8b0e269f5b1adc31d5ea962ab70d-WhatsApp_Image_2026_05_01_at_04.19.46.jpeg)
An tampil di Piala Uber berbekal 22 kali menang dan hanya sekali kalah pada 2026. Satu-satunya kekalahannya dialami dari Wang Zhi Yi (China) pada final All England.
Maka, An akan menjadi tantangan besar pada laga pembuka Indonesia melawan Korea Selatan. Putri selalu kalah dalam sembilan pertemuan dengan peraih emas Olimpiade Paris 2024 itu dan hanya bisa memenangi dua dari 20 gim yang dimainkan.
Tunggal kedua Indonesia, Thalita Ramadhani Wiryawan, tertinggal 0-1 dari tunggal kedua Korea Selatan, Kim Ga-eun, begitu pula dengan Ester Nurumi Tri Wardoyo yang berpotensi diturunkan untuk melawan Sim Yu Jin. Ester kalah dari Sim, tetapi dalam pertemuan yang terjadi tiga tahun lalu di semifinal Indonesia International Challenge.
Ganda putri yang berpeluang diturunkan juga tertinggal dari pasangan-pasangan terbaik lawan, tetapi mereka punya bekal bermain tiga gim pada laga sebelumnya. Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari kalah tiga gim dari pasangan ranking ketiga dunia, Lee So-hee/Baek Ha-na, pada babak kedua Denmark Terbuka 2025 dan perempat final Malaysia Terbuka 2026, pada Januari.
Pada posisi ganda kedua, Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum belum pernah berhadapan dengan Jeong Na-eun/Lee Yeon-woo.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/01/7453cdb087e4d5933f46903544e36441-WhatsApp_Image_2026_05_01_at_03.00.25.jpeg)
Perjalanan masa lalu selalu bisa menjadi pelajaran untuk masa kini dan mendatang, begitu pula dengan pertemuan atlet-atlet Indonesia dengan Korea Selatan. Namun, dalam posisi saat ini, ada prinsip lebih penting untuk Putri dan kawan-kawan saat memasuki lapangan untuk berhadapan dengan Korea Selatan, yaitu lupakan statistik, berjuang mati-matian tanpa berpikir hasil.
Pola pikir itu bisa menjadi formula untuk berhadapan dengan lawan lebih kuat seperti ketika Indonesia mengalahkan Taiwan pada penyisihan dan menjadi juara Grup C.
Dalam posisi tertinggal 1-2, bahkan hampir kalah, dua wakil terakhir Imdonesia menunjukkan daya juang tinggi. Rachel/Febi mengalahkan Hsu Yin Hui/Lin Jhih Yun 11-21, 22-20, 21-16, lalu Ester menang atas Huang Yu Hsun 15-21, 21-19, 21-12.
Pada perempat final, Ester kembali meraih kemenangan ketiga bagi Indonesia saat mengalahkan Amalie Schulz 21-13, 21-18 hingga tim ”Merah Putih” menang 3-1.
”Kami sudah bertekad bermain maksimal di semifinal, all out, dan menikmati setiap pertandingan,” kata Ester.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase