PERANG TIMUR TENGAH

Ketika Pedro Sánchez Berani Melawan Trump

Trump mengancam stop berdagang dengan Spanyol karena Sánchez menolak permintaan AS memakai pangkalannya untuk menyerang Iran.

06 Mar 2026 16:30 WIB · Internasional

AFP PHOTO/LA MONCLOA /BORJA PUIG DE LA B

Oleh Luki Aulia

”No to war”. Pesan singkat, padat, dan jelas dari Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez itu membuat Presiden Amerika Serikat Donald Trump berang, Rabu (4/3/2026). Spanyol berani menolak permintaan AS untuk menggunakan pangkalan militer gabungan di wilayahnya, yakni Pangkalan Angkatan Laut Rota dan Pangkalan Angkatan Udara Morón, dalam operasi militer melawan Iran.

Sánchez tegas menyatakan, Spanyol tidak mau terlibat dalam operasi militer yang jelas ilegal dan merugikan. Apalagi alasannya hanya ”atas nama sekutu” dan takut pada AS.

Sikap Spanyol jelas dan konsisten, sama seperti sikapnya tentang perang di Ukraina dan Gaza. Spanyol tak mau mengulangi kesalahan masa lalu, terutama saat Perang Irak.

Beberapa jam setelah pidato Sánchez, Trump meradang sampai mengancam akan memutus semua hubungan perdagangan dengan Spanyol. ”Kami tidak ingin berhubungan dengan Spanyol,” katanya.

Lantaran kesal, Trump menyinggung aneka hal, seperti kontribusi Spanyol untuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Ia bahkan memperingatkan, militer AS bisa saja memakai pangkalan mereka jika mau. ”Kita bisa terbang dan memakainya. Tidak ada yang bisa melarang,” ujarnya.

Pangkalan Rota dan Morón adalah simpul logistik utama AS yang menghubungkan Atlantik, Mediterania, dan Timur Tengah. Kedua pangkalan ini sering dipakai untuk markas kapal-kapal, mengisi bahan bakar pesawat militer, transit pasukan dan pesawat, serta mengirim logistik militer.

Kapal induk Angkatan Laut AS USS Gerald R. Ford berangkat dari Teluk Souda di pulau Kreta pada Kamis (26/2/2026).

AS beroperasi di kedua pangkalan itu dengan pengaturan penggunaan bersama sesuai perjanjian yang ditandatangani pada tahun 1853 semasa pemerintahan diktator Jenderal Francisco Franco. Namun, pangkalan itu tetap berada di bawah kedaulatan Spanyol.

Tanpa akses ke kedua pangkalan, operasi militer AS terhadap Iran menjadi jauh lebih rumit. Sebab, mereka harus memakai pangkalan lain yang lebih jauh dan biayanya lebih mahal.

Sebenarnya AS masih punya alternatif lain di Eropa. Ada pangkalan militer di Portugal, Italia, Yunani, dan Inggris yang bisa dipakai.

Saat AS menginvasi Irak pada 2003, Spanyol dipimpin PM Jose Maria Aznar dari kubu konservatif. Ia mendukung AS dengan mengirimkan pasukan.

Partisipasi Spanyol dalam perang Irak memicu demonstrasi besar-besaran di dalam negeri. Rakyat Spanyol menyalahkan Aznar atas pengeboman kereta api di Madrid pada 11 Maret 2004 yang menewaskan 200 orang. Sebuah cabang kelompok Al Qaeda mengaku bertanggung jawab dan meminta Spanyol menarik pasukan dari Irak.

Sánchez tak mau hal itu terulang. Harian El Pais menyebutkan, slogan ”No to war” dihidupkan kembali oleh Sánchez. Dulu, slogan itu pernah dipakai untuk memobilisasi kelompok kiri Spanyol pada 2003. Akibat serangan pada 11 Maret di Madrid, Partai Rakyat yang konservatif kalah dalam pemilu.

(COMBO) This combination of files pictures created on March 4, 2026 shows Spain's Prime Minister Pedro Sanchez (L) giving a press conference at the Moncloa Palace in Madrid on December 15, 2025 and US President Donald Trump gesturing as he walks to board Marine One as he departs the South Lawn of the White House for Texas in Washington, DC, on February 27, 2026. Spanish PM Pedro Sanchez hit back today at US President Donald Trump's criticisms of Madrid's refusal to let US planes use its bases to attack Iran, saying "no to war". (Photo by Thomas COEX and ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP)

”No to war” dipakai lagi untuk memosisikan diri Sánchez sebagai penentang Trump. Ia mengingatkan, perang membawa konsekuensi besar dan AS tidak bisa sembarangan mempertaruhkan nyawa jutaan orang seperti bermain ”Russian roulette”. Menurut dia, berperang dengan Iran akan melumpuhkan seluruh wilayah Timur Tengah.

Trump menyindir Sanchez dengan mengatakan, Spanyol ingin dilindungi, tetapi tidak mau membantu AS. Sánchez membalas dengan menyebutkan, kebijakan luar negeri Spanyol ada di tangan Spanyol, tidak ditentukan oleh AS. ”Kami tidak akan mendukung bencana ini,” ujarnya.

Eropa mendukung

Wakil PM Spanyol Maria Jesus Montero juga menegaskan, Spanyol tidak akan menjadi negara bawahan bagi negara lain dan tidak akan menoleransi ancaman apa pun. Uni Eropa (UE) sepenuhnya mendukung Spanyol.

Presiden Dewan Eropa Antonia Costa menegaskan, UE akan melindungi kepentingan UE. Dukungan serupa dilontarkan Presiden Perancis Emmanuel Macron.

This undated handout picture released on March 5, 2026 shows Spain's Cristobal Colon frigate steaming at sea. Spain will send its most advanced frigate to protect Cyprus after a drone strike on a British base on the Mediterranean island sucked it into the Middle East war, the defence ministry said on March 5, 2026.
The announcement comes as Madrid faces intense US pressure for refusing to allow Washington to use its bases against Iran, triggering threats of trade reprisals from President Donald Trump. (Photo by Handout / MINISTERIO DE DEFNSA / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO /  MINISTERIO DE DEFENSA / Spanish Defence Ministry" - HANDOUT - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Dalam krisis Iran, hubungan AS-Spanyol berubah jadi duel politik terbuka. Ketika AS-Israel menyerang Iran, sebagian besar sekutu Barat memilih berhati-hati dalam bersikap.

Namun, Sánchez tidak demikian. BBC News menyebutkan, Sánchez tidak hanya melawan Trump soal Iran, tetapi juga pada banyak urusan. Saat Trump mendeportasi para imigran, Sánchez memberikan mereka izin tinggal. Saat Trump mendukung perusahaan teknologi AS, Sánchez berupaya membatasinya.

Sánchez juga menyesalkan tarif Trump yang tidak beralasan dan tidak adil. Ia menuding Trump tidak bermoral karena mau memindahkan warga Palestina dari Gaza. Israel juga dituding melakukan genosida di Gaza.

Spanyol satu-satunya anggota NATO yang menolak tuntutan Trump agar mereka menghabiskan 5 persen dari anggaran untuk pertahanan. Sánchez menyebut gagasan itu tidak sesuai dengan pandangan dunia. Selain itu, ia menyebut penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro sebagai preseden mengerikan yang memakai hukum rimba.

Sikap Sánchez melawan Trump dinilai turut mendongkrak citranya di dalam negeri. Saat ini, ia menghadapi persoalan domestik dan dalam posisi sulit. Partainya, Partai Sosialis, dibelit isu skandal pelecehan seksual, korupsi, dan perselisihan.

Partai-partai lain pun menghambat agenda legislatifnya. Sejak berkuasa pada 2018, Sánchez memimpin pemerintahan koalisi minoritas yang susah meloloskan undang-undang.

Multilateralisme

Sánchez adalah satu dari segelintir pemimpin haluan kiri yang tersisa di Eropa. Posisinya yang tegas dalam kebijakan luar negeri memberi ”bahan bakar” untuk melawan kubu sayap kanan, yang naik daun di kawasan itu.

Ia memosisikan diri sebagai pendukung multilateralisme. Sánchez aktif membangun aliansi dengan negara-negara Eropa lain yang punya sikap serupa, termasuk Irlandia, Norwegia, dan beberapa negara Nordik.

Demonstrators hold photographs of Spanish Prime Minister Pedro Sanchez during a protest against U.S. and Israeli intervention in Iran in Barcelona, Spain, Wednesday, March 4, 2026. (AP Photo)

Di banyak forum internasional, Sánchez berulang kali menegaskan, dunia membutuhkan lebih banyak kerja sama, bukan nasionalisme ekonomi. Ia ingin memperkuat posisi Eropa sebagai aktor global yang lebih independen dari AS.

Ini berbeda dengan Trump yang dikenal dengan pendekatan unilateralnya. Trump menyokong proteksionisme ekonomi, skeptis terhadap multilateralisme, dan menekan sekutu untuk menanggung lebih banyak beban keamanan.

Para ahli menilai, Sánchez memanfaatkan kebencian Spanyol yang sudah lama ada pada AS. Kelompok kiri Spanyol sejak lama punya hubungan ambigu dengan AS.

Pertama, soal penentangan bergabung dengan NATO pada 1986. Kedua, ketika PM José Luis Rodríguez Zapatero pada 2004 menjadi pahlawan sayap kiri dengan menarik pasukan Spanyol dari Irak.

Kini, keberanian Sánchez melawan Trump dicurigai kelompok sayap kanan sebagai upayanya untuk meraih dukungan massa dan memenangi pemilu pada 2027.

Di tengah meningkatnya ketegangan dunia, perselisihan Washington-Madrid menjadi simbol perubahan dalam politik Barat. Selama puluhan tahun, negara-negara Eropa hampir selalu berdiri di belakang AS dalam konflik besar. Namun, dalam isu Iran, hubungan itu mulai retak.

Dengan tiga kata ”No to war”, Sánchez tidak hanya menolak operasi militer terhadap Iran. Ia juga mengirim pesan bahwa sekutu dekat sekalipun kini berani menentang Trump ketika kepentingan dan prinsip mereka berbeda. (REUTERS/AFP/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto