Dalam hiruk-pikuk dunia dan arus informasi yang tanpa arah, terkadang orang cukup diingatkan oleh satu hal, sebuah foto kuat yang sarat dengan pesan.
22 Apr 2025 05:30 WIB · Foto
Ajang kompetisi foto jurnalistik paling bergengsi di dunia World Press Photo (WPP) 2025 menjadi topik diskusi yang menarik bagi kalangan penikmat dan pelaku dunia jurnalistik. Sepanjang 2024, setidaknya ada dua peristiwa yang diabadikan oleh fotografer dan secara visual terekam kuat di memori kepala. Peristiwa itu adalah upaya pembunuhan kandidat Presiden AS Donald Trump saat berkampanye di Butler, Pennsylvania dan satu lagi adalah selebrasi peselancar Gabriel Medina di ajang Olimpiade Paris 2024. Kedua foto tersebut masuk dalam kategori berita spot, yaitu peristiwa dalam periode waktu yang singkat atau baru saja terjadi.
Foto penembakan Trump dan selebrasi Medina telah terpilih menjadi pemenang regional World Press Photo 2025 dan keduanya menjadi kandidat pemenang foto tahun ini (Photo of The Year) World Press Photo 2025. Wajar saja wacana berkembang tentang potensi dua foto tersebut mendapatkan penghargaan prestisius di ajang WPP karena kedua foto tersebut adalah foto yang tergolong “jatuh dari langit” atau muncul secara tiba-tiba.
Bagi jurnalis foto, reaksi sepersekian detik (split second) ketika melihat, berfikir, dan bereaksi untuk memotret peristiwa tersebut adalah ujian pada profesi. Ketika momen satu dari sejuta itu terfoto dengan baik dan sempurna, maka hasilnya adalah reaksi yang mendunia. Selebrasi peselancar Gabriel Medina yang difoto oleh Jerome Brouillet bahkan dinobatkan sebagai salah satu foto olah raga terindah yang pernah ada. Foto selebrasi Medina dijagokan untuk menjadi foto olah raga kedua yang memenangi foto tahun ini WPP setelah sebelumnya foto pembalap jatuh dari motornya karya Mogens Haven menjadi pemenang foto tahun ini di edisi pertama World Press Photo tahun 1955.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/21/60e510ee1c13c1fd1dc2cbfa6c8cb2ac-Screen_Shot_2025_04_21_at_07.50.49.png)
Sementara itu, foto penembakan Donald Trump dianggap sebagai ”gong” dari rangkaian berita pemilihan presiden AS 2024 yang layaknya sebuah tayangan drama seri yang ditonton oleh seluruh umat manusia. Sepanjang tahun lalu, Trump sukses mencuri perhatian dan menguras emosi dengan aneka polahnya.
Peristiwa percobaan pembunuhan Trump dinilai sebagai titik pencitraan yang secara tidak langsung membantu kemenangan Donald Trump di pemilihan presiden AS 2024. Foto-foto saat Donald Trump di panggung dengan darah mengalir di pipi kanan hingga proses evakuasi oleh para agen Dinas Rahasia AS menyajikan deretan foto yang secara visual kuat dan dramatis.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/21/705bf8d23d86b28e2be730bd06a129c8-Screen_Shot_2025_04_21_at_07.50.25.png)
Mahmoud si bocah Palestina
Hingga akhirnya, pada Kamis (17/4/2025), panitia WPP mengumumkan peraih foto tahun ini ajang World Press Photo 2025. Diskusi panjang di atas, yang seperti telah mencapai langit ketujuh, tiba-tiba terempas ke Bumi. Sebuah foto portrait yang sederhana tanpa teknis fotografi ”tingkat dewa” menjadi pemenangnya. Foto tersebut memperlihatkan Mahmoud Ajjour, bocah laki-laki berusia 9 tahun yang tangannya diamputasi setelah terluka saat serangan Israel di tempat tinggalnya di Gaza, Palestina. Mahmoud sekarang berada di lokasi yang aman di tempat perawatan kesehatan di Doha, Qatar.
Foto pose Mahmoud jelas ”menampar” mereka yang sudah berdiskusi panjang lebar tentang siapa yang layak menjadi yang terbaik di ajang World Press Photo 2025. Dalam ingar bingar visual yang melintas di memori sepanjang tahun 2024, juri WPP 2025 telah dengan jitu dan cerdas memilih foto yang mungkin saja sebelumnya tidak pernah menjadi bahan diskusi saat muncul dalam deretan pemenang regional WPP 2025. Mahmoud adalah representasi dunia saat ini. Segala kegaduhan justru mengaburkan realitas yang ada. Hal-hal yang luar biasa, seperti pertikaian dan peperangan menjadi hal yang lumrah. Kita cenderung meramaikan sesuatu yang bagi sebagian orang lain juga penting untuk diperbincangkan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/21/eea9d3412e9237de4348a64cd155a67c-unnamed.jpg)
Foto pose Mahmoud karya fotografer perempuan Palestina, Samar Abu Elouf, adalah sebuah foto yang tidak meledak-ledak, tenang, tetapi penuh dengan makna yang menusuk dada. Tidak ada yang istimewa dari segi pengambilan gambar, tetapi sang fotografer berhasil membingkai apa yang ada di depan mata menjadi sebuah kesatuan emosi yang kuat.
Pandangan mata yang antara pedih melihat apa yang sebelumnya terjadi, dan siratan semangat untuk masa depan. Kondisi lengan yang hilang menyajikan kengerian, tetapi juga menciptakan visualisasi kontras gelap terang yang cukup pas direkam oleh sang fotografer. Juri WPP 2025 mengatakan bahwa foto Mahmoud sangat kontemplatif, menyajikan konflik dari sisi manusia.
Tidak mudah untuk memilih foto Mahmoud untuk menjadi pemenang sebuah ajang foto jurnalistik di tengah dominasi visual foto yang tersedia. Namun, keputusan foto Mahmoud untuk menjadi foto tahun ini WPP 2025 adalah buah dari kesadaran, kewarasan, dan kepekaan para juri untuk mengingatkan bahwa dunia ini masih dihuni oleh nafsu menguasai dan mendominasi. Bahwa perang belum akan berakhir, tidak hanya di Palestina, tetapi juga di belahan Bumi yang lain.
Terlepas dari kesan kepedihan yang tersaji, foto Mahmoud Ajjour karya Samar Abu Elouf begitu indah untuk dinikmati….
Penulis:
Yuniadhi AgungEditor:
Iwan SetiyawanPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul