Siswa antusias makan sampai habis. Sekolah optimistis program ini menjadi ajang mengajarkan kebiasaan makan bergizi seimbang kepada anak-anak.
06 Jan 2025 14:48 WIB · Nusantara
SIDOARJO, KOMPAS-Program makan bergizi gratis menuai antusiasme di Sidoarjo, Jawa Timur. Kegiatan yang menyasar anak usia dini hingga pelajar sekolah menengah atas ini jadi ajang membudayakan konsumsi makanan berserat tinggi guna memenuhi asupan gizi bagi generasi masa kini.
Baim (5) salah satu siswa Taman Kanak-Kanak Kartika 934 Candi, Sidoarjo, memakan makanannya dengan lahap, Senin (6/1/2025). Siang itu, dia makan nasi, oseng sawi campur tahu, dengan lauk irisan daging ayam krispi. Menu tambahannya adalah potongan buah semangka dan susu kotak.
“Enak, (saya) suka. Sayurnya juga enak,” ucap Baim sambil terus mengunyah makanannya sampai habis.
Menurut Kepala Sekolah TK Kartika 934 Candi, Drajad Indah, total terdapat 22 siswa dengan jenjang pendidikan beragam yang mengikuti program makan bergizi gratis (MBG) di sekolahnya. Dari jumlah tersebut, siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak 5 orang, TK A sebanyak 7 orang dan TK B sebanyak 10 orang.
Seluruh siswa antusias menikmati makanannya. Bahkan siswa yang biasanya sulit makan atau rewel, juga menjadi bersemangat saat menerima makanan dari program MBG.
”Aby awalnya tidak makan, tetapi sekarang mau karena ada temennya. Anak-anak lebih tertarik makan karena dilakukan bersama-sama. Selain itu, mereka yang awalnya tidak suka sayur, mau mencoba karena melihat temannya makan sayur,” ujar Indah.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/06/d774483b-939e-43bf-b94f-ce78b1f54c50_jpg.jpg)
Indah berharap program MBG bisa dilakukan secara berkesinambungan dengan menu bergizi seimbang yang terjaga dengan baik. Berisi lengkap nasi, lauk, sayur, dan buah., agar anak-anak mendapatkan asupan makanan bergizi sejak pendidikan usia dini.
Selama ini, dia kerap mendapati anak-anak yang dibawakan bekal oleh orangtuanya dengan menu makanan instan seperti nugget, bakso, dan sosis. Alasannya banyak orangtua yang berangkat kerja pagi hari sehingga tidak sempat memasak untuk anaknya.
Program MBG tahap pertama juga menyasar 399 pelajar Sekolah Dasar Negeri (SDN) Larangan, salah satunya, Alfarez (7). Pelajar kelas 1 ini bersemangat menyantap makan siangnya dengan menu ayam krispi, oseng sawi campur tahu, irisan buah semangka dan susu kotak.
Pelaksana tugas Kepala SDN Larangan Sjamsuarni Pudji Rahaju mengatakan program MBG menjadi ajang untuk mengajarkan kebiasaan makan makanan bergizi seimbang kepada anak-anak. Salah satu tantangannya ialah kebiasaan mengonsumsi makanan berserat tinggi seperti sayur dan buah karena hal itu masih jarang diterapkan di masyarakat.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/06/1ff43eb6-7bae-45ea-942c-0f0d98cfc85c_jpg.jpg)
“Target kami, menu makanan bergizi ini harus dihabiskan, tidak boleh ada sisa. Tantangannya adalah pada konsumsi sayur yang bagi sebagian anak-anak belum terbiasa. Namun, kami sudah menyiapkan treatment tertentu,” kata Rahaju.
Setiap hari, SDN Larangan menerima jatah 399 porsi MBG. Makanan di drop langsung di sekolah oleh pengelola dapur umum. Selanjutnya, pihak sekolah yang mendistribusikan kepada siswa di kelas masing-masing.
Rahaju mengatakan setelah dibagikan kepada siswa, makanan tidak boleh langsung disantap. Pihaknya akan menempatkan guru pendamping untuk membimbing para siswa agar mencuci tangan dan membaca doa sebelum makan.
Program MBG ini akan berdampak positif. Salah satunya memenuhi kebutuhan gizi seimbang yang sangat bermanfaat dalam upaya mencetak generasi emas.
Setelah itu baru memulai santap bersama. Guru pendamping juga akan memberikan pengetahuan tentang menu makanan yang disantap dan manfaatnya bagi kesehatan sehingga diharapkan para siswa akan menghabiskan makanannya. Salah satu poin yang ditekankan ialah pentingnya makanan berserat tinggi bagi kesehatan.
“Program MBG ini akan berdampak positif. Salah satunya memenuhi kebutuhan gizi seimbang yang sangat bermanfaat dalam upaya mencetak generasi emas,” ucap Rahaju.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/06/ae52085f-d812-4f4a-8af9-81085aa41431_jpg.jpg)
Program MBG di Sidoarjo belum menyasar semua sekolah. Implementasinya baru pada 7 sekolah dari jenjang TK, SD, SMP dan SMA dengan jumlah sasaran penerima sebanyak 2.836 pelajar. Adapun sekolah tersebut ialah TK Kartika 22 siswa, TK Madinah 13 siswa, dan SDN Larangan 399 siswa.
Selain itu, SMPN 1 Candi sebanyak 1.047 siswa, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Dian 35 siswa, SMA Muhammadiyah 1.146 siswa, dan Madrasah Aliyah (MAS) Al Muawanah 177 siswa. Makanan yang didistribusikan berasal dari dapur yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidoarjo.
Kepala SMPN 1 Candi Heri Kristianto mengatakan MBG bermanfaat karena menyediakan makanan sehat dan bergizi. Di sekolahnya terdapat 1.047 siswa penerima manfaat MBG. Jumlah porsi makanan dikirim sesuai jumlah total siswa setiap hari meski ada siswa yang absen karena izin maupun sakit.
“Untuk proses makan akan berlangsung di ruang kelas masing-masing pada saat jam istirahat sehingga tidak mengganggu jam pelajaran,” ucap Heri.
Salah satu pelajar SMPN Candi, Azahra mengaku senang mendapat makan siang gratis. Selain menunya lengkap dan rasa masakannya enak, program itu juga mencegahnya jajan. Uang jajan rencana akan dialihkan untuk hal lain yang bermanfaat.
Penulis:
Runik Sri AstutiEditor:
Irma TambunanPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari