Dua calon debutan Piala Dunia 2026 berpeluang hadir dari Eropa. Lewat pemain hasil pembinaan lokal, duo Balkan menatap panggung sepak bola terakbar.
14 Okt 2025 11:18 WIB · Olahraga
SKOPJE, SELASA — Dua negara Balkan, Makedonia Utara dan Kosovo, berada di jalur yang benar untuk menuju babak playoff kualifikasi Piala Dunia zona UEFA alias Eropa. Raihan poin pada laga, Selasa (1 4/10/2025) dini hari WIB, menjaga asa mereka mempertahankan peringkat kedua masing-masing grup demi menjalani laga penentu pada November nanti.
Makedonia Utara menjalani pertandingan ketujuh Grup J kualifikasi Piala Dunia 2026 kontra Kazakhstan. Pertandingan itu digelar di Stadion Arena Tose Proeski, kota Skopje, ibu kota Makedonia Utara. Berkapasitas 32.580 tempat duduk itu, Arena Tose Proeski adalah stadion terbesar di negara itu.
Bermain di hadapan 19.929 pendukung, Eljif Elmas dan kawan-kawan sangat berambisi menang. Makedonia Utara memulai pertandingan sebagai pemuncak Grup J. Mereka juga duduk di peringkat ke-63 peringkat FIFA sehingga jauh lebih baik dari Kazakhstan di posisi ke-118.
Namun, upaya tim berjulukan ”Risovi” itu untuk meraih kemenangan kandas. Lesatan 20 tembakan yang dihasilkan hanya berbuah gol dari eksekusi tendangan bebas gelandang dan kapten tim, Enis Bardhi, pada menit ke-74. Gol ke-20 Bardhi itu membuat tuan rumah menyamakan kedudukan setelah tim tamu unggul lebih dulu melalui sontekan gelandang Dinmukhamed Karaman pada menit ke-54.
Tambahan satu poin membuat Makedonia Utara berada di peringkat kedua dengan 13 poin. Mereka tertinggal satu poin dari Belgia di pucuk klasemen. Selain itu, Makedonia Utara juga unggul tiga poin dari Wales yang duduk di peringkat ketiga. Belgia dan Wales masih memiliki satu laga lebih sedikit dari Makedonia Utara.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/14/ff633790-2760-4a95-b674-55364cd43605_jpg.jpg)
Belgia adalah unggulan teratas untuk meraih satu tiket langsung ke babak utama Piala Dunia 2026. Dua pertandingan tersisa Belgia menghadapi tim paling lemah di Grup J, yakni Kazakhstan dan Lichtenstein. Sulit membayangkan ”Si Setan Merah”, julukan Belgia, tidak menang dengan skor besar pada dua laga itu.
Alhasil, perebutan peringkat kedua menyisakan arena pertarungan untuk Makedonia Utara dan Wales. Meskipun tertinggal tiga poin, Wales masih bisa berjuang menyamakan perolehan poin Makedonia Utara ketika bertandang ke markas Liechtenstein, 16 November nanti.
Pertarungan ”final” akan tersaji di Stadion Millenium, Cardiff, 19 November mendatang, yaitu ketika Wales menjamu Makedonia Utara. Pemenang dari duel itu dipastikan akan melaju ke babak playoff demi meraih empat tiket tersisa menuju Piala Dunia dari zona Eropa.
Pelatih Makedonia Utara Blagoja Milevski berpeluang menciptakan sejarah bagi negaranya. Ia membawa Risovi menembus babak playoff Piala Dunia 2022. Meski mengalahkan Italia di babak semifinal, jalan Makedonia Utara ke pentas dunia pupus akibat dua gol gelandang Portugal, Bruno Fernandes, pada laga final yang seharga satu tiket babak utama Piala Dunia Qatar.
Milevski mengakui timnya menjalani dua babak yang berbeda kontra Kazahstan. Tampil buruk pada babak pertama, mereka akhirnya bermain dengan identitas tim setelah tertinggal di awal paruh kedua.
”Ketika saya melihat semua pemain kecewa dengan hasil imbang ini, itu menunjukkan kepada saya, kami memiliki karakter dan kualitas. Dalam 14 pertandingan resmi terakhir, kami tak terkalahkan dan hanya kemasukan lima gol,” ujar Milevski seusai laga dilansir laman Federasi Sepak Bola Macedonia Utara (FFM).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/14/16b1182d-9fb3-46a1-aa8f-d63a38d605a8_jpg.jpg)
Lebih lanjut, Milevski akan menyiapkan tim terbaik untuk menyambut laga final menghadapi Wales. Sebelum ke Cardiff, Risovi akan menjalani laga ekshibisi kontra Latvia. Skuad Makedonia Utara berisi pemain-pemain yang berproses dalam sistem akademi dalam negeri.
Meski demikian, mayoritas pemain sudah melanglang buana ke seantero Eropa. Dari 24 nama yang dipanggil pada dua laga Oktober ini, Milevski hanya menyertakan tiga pemain yang bermain di liga domestik.
”Kami akan pergi ke Cardiff untuk menikmati permainan sepak bola kami. Kita lihat saja hasilnya nanti,” ucapnya.
Tetangga Makedonia Utara di kawasan Balkan, Eropa selatan, Kosovo, juga tengah menapaki jalan menuju babak playoff pra-Piala Dunia 2026. Menduduki peringkat kedua Grup B pada klasemen sementara adalah capaian terbaik Kosovo dalam perjalanan mereka di kualifikasi Piala Dunia.
Kosovo adalah anggota FIFA paling muda di bawah naungan UEFA. Belum tepat satu dekade, Federasi Sepak Bola Kosovo (FFK) bergabung dengan FIFA dan UEFA. Tepatnya, mereka baru diakui badan sepak bola pada Mei 2016.
Tak heran, Kosovo pun baru ikut serta kualifikasi Piala Dunia edisi 2018. Pra-Piala Dunia 2026 adalah kesempatan ketiga mereka meniti jalan menuju panggung sepak bola terakbar.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/14/d720c204-3c89-4b0f-b71c-e2fd3eb97223_jpg.jpg)
Di bawah kendali pelatih asal Jerman, Franco Foda, skuad Kosovo tidak canggung bersaing dengan tim-tim yang jauh lebih berpengalaman di turnamen internasional, seperti Swiss, Slovenia, dan Swedia.
Kosovo membawa pulang kemenangan bersejarah atas Swedia 1-0 di Stadion Ullevi, Gothenburg. Tiga poin itu disumbangkan oleh salah satu bakat terbaik Kosovo, Fisnik Asllani. Penyerang TSG Hoffenheim itu mencetak gol pada menit ke-32.
Kemenangan beruntun atas Swedia di pra-Piala Dunia 2026 menegaskan posisi kedua milik Kosovo. Meskipun masih bisa menjangkau Swiss yang duduk di puncak klasemen dengan 10 poin, Kosovo lebih realistis untuk mempertahankan peringkat kedua guna merebut jatah playoff dari Grup B.
Kosovo berpeluang mengunci tiket ke babak playoff jika minimal mampu menahan Slovenia pada laga tandang, 16 November mendatang. Bahkan, seandainya menang di markas Slovenia, laga pamungkas di kandang kontra Swiss berpeluang menjadi ”final” perebutan tiket langsung ke babak utama Piala Dunia 2026.
”Kami menjalani pertandingan yang sangat sulit, tetapi kami menang. Laga berjalan sesuai rencana kami. Kami bertahan lebih baik dan mampu mengancam melalui serangan balik. Seharusnya, kami bisa unggul 2-0 pada babak pertama,” tutur Foda dilansir Telegrafi.
”Saya bangga dengan semangat juang tim ini. Kami akan kembali berusaha mengejar kemenangan pada laga selanjutnya yang menentukan,” ujarnya kemudian.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/14/e6de7d12-44aa-4121-ab9e-9dcc35afffce_jpg.jpg)
Perjalanan mengesankan Kosovo itu bukan kebetulan. Mereka membangun skuad timnas dari pemain-pemain berkualitas yang mampu menembus liga top Eropa, seperti Serie A Italia, Bundesliga Jerman, dan La Liga Spanyol.
Mayoritas pemain Kosovo memegang dwipaspor, terutama Jerman dan Albania. Kosovo belum diakui Uni Eropa. Jika hanya memiliki paspor Kosovo, mereka akan dianggap pemain asing di liga-liga Eropa.
Hal itu, misalnya, dilakukan Edon Zhegrova, salah satu bakat terbaik milik Kosovo, yang terdaftar berpaspor Albania saat bergabung dengan Juventus, musim panas lalu. Serie A Italia menganggap pemain dari Albania sebagai bagian dari pemain Eropa. Adapun Kosovo masih dianggap negara non-Eropa. (AFP)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto