Viktor Gyokeres memang belum menyumbang gol lagi dalam enam laga terakhir. Namun, sosok sang striker itulah yang membuat Arsenal berada di puncak klasemen saat ini.
06 Okt 2025 19:03 WIB · Olahraga
Sebagai pemain terdepan, tugas utama penyerang adalah mencetak gol. Dengan teori itu, semestinya penyerang Arsenal, Viktor Gyokeres, sedang dalam masalah besar. Dia belum mencetak gol lagi selama lebih dari 400 menit. Uniknya, Arsenal justru tampak baik-baik saja dan nyaman dalam tren performa terbaik. Apa yang sebenarnya terjadi?
Gyokeres sudah melewati enam laga tanpa sumbangan gol. Gol terakhirnya dihasilkan versus Nottingham Forest, September lalu. Walaupun tanpa kontribusi gol dari sang striker andalan, Arsenal justru tidak terkalahkan dalam enam laga itu (5 menang, 1 seri). Mereka juga berhasil memuncaki klasemen Liga Inggris sebelum jeda internasional.
Pelatih baru West Ham United Nuno Espirito Santo mungkin paling paham soal perubahan Arsenal. Selain karena timnya baru dikalahkan 0-2, Nuno pernah menyoroti lini serang Arsenal di musim lalu. Dia berkata, saat masih melatih Forest, tidak butuh bek tengah ekstra untuk melawan tim asuhan Manajer Mikel Arteta.
Saya langsung ke sana (lapangan), memeluknya, dan mengucapkan terima kasih karena kerja kerasnya luar biasa untuk tim.
Konteksnya, pertanyaan soal taktik Nuno. Dia tidak menggunakan formasi tiga bek tengah saat menghadapi Arsenal. Padahal, formasi itu selalu diandalkan versus tim-tim besar. Menurut Nuno, Arsenal tidak punya sosok penyerang murni yang perlu perhatian ekstra di kotak penalti. Adapun laga itu berakhir imbang tanpa gol.
Sekitar delapan bulan berselang, Nuno menjalani pengalaman jauh berbeda di Stadion Emirates pada Sabtu (4/10/2025). Timnya takluk karena gagal mengantisipasi lini serang Arsenal, terutama Gyokeres yang sukses menarik gravitasi para bek West Ham di kotak penalti. Presensi sang stiker membuka banyak ruang untuk pemain lain.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/06/d22eb4c3969706765f30e32d303eee80-Arsenal_vs_WHU.png)
Wajar jika Arteta menyanjung tinggi Gyokeres selepas laga. ”Saya langsung ke sana (lapangan), memeluknya, dan mengucapkan terima kasih karena kerja kerasnya luar biasa untuk tim. Cara dia meregangkan lini belakang dan membuka ruang. Saya tidak mengerti bagaimana dia belum mencetak gol (dengan segala upaya itu),” ujar Arteta, seperti dikutip Football London.
Gyokeres selalu bergerak tanpa bola ke belakang pemain bertahan lawan, ke arah gawang. Dengan tubuh tinggi dan kekar, pergerakan itu selalu menarik perhatian lebih dari satu pemain lawan. Di gol pembuka Arsenal ke gawang West Ham, misalnya, empat pemain bertahan lawan terpancing dengan pergerakannya di kotak penalti.
Pemain Arsenal yang berada di belakang Gyokeres menjadi paling diuntungkan. Sosok yang beruntung pada momen itu adalah gelandang Declan Rice. Saat tercipta kemelut di kotak penalti lawan, Rice tinggal menceploskan bola tanpa pengawalan berarti. Nyaris semua bek lawan sudah kehilangan posisi akibat gravitasi Gyokeres.
Peluang dari situasi seperti itu dihasilkan Arsenal berulang kali di pertahanan West Ham. ”Kami sangat bersyukur atas apa yang dia lakukan. Bagaimana dia menguasai bola, berlari, dan menciptakan ancaman. Dia adalah bagian besar dari alasan kami memenangi banyak laga. Kami percaya kepadanya,” kata bintang Arsenal, Bukayo Saka.
West Ham memang berstatus tim dengan pertahanan terburuk di liga sejauh ini. Mereka juga mungkin belum beradaptasi sepenuhnya dengan sistem ala Nuno yang baru memimpin dalam dua laga. Meskipun begitu, itu sama sekali tidak mengurangi penilaian terhadap seorang Gyokeres. Dia selalu tampil konsisten di setiap pekan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/06/e5479b8f5f2fa9edd586b03ecc3f9ba8-wires_photo_2025_10_06T184402.186.jpg)
Sepekan sebelum laga versus West Ham, bukti lainnya. Arsenal bertandang ke markas Newcastle United yang berstatus salah satu tim dengan pertahanan terkokoh musim ini. Gyokeres berkali-kali menarik perhatian para bek lawan. Gelandang Eberechi Eze sempat diuntungkan dengan mendapatkan peluang besar di kotak penalti.
Peluang-peluang besar seperti itu tidak banyak dihasilkan Arsenal pada musim sebelumnya. Sebab, mereka biasanya bermain tanpa penyerang murni. Para striker, seperti Kai Havertz dan Gabriel Jesus, lebih sering membantu serangan dari luar kotak penalti layaknya peran false 9. Kehadiran Gyokeres membawa dimensi baru.
Gary Lineker, penyerang legendaris asal Inggris, turut mengamini peran krusial Gyokeres. ”Dia memberikan hal berbeda. Dia memberikan ancaman di belakang (pemain lawan) yang mana membuat ruang lebih banyak untuk gelandang dan pemain sayap. Golnya akan segera datang,” katanya dalam siniar The Rest Is Football.
Bukan kebetulan Arsenal bisa meraih enam poin dari West Ham (kandang) dan Newcastle (tandang). Di laga yang sama musim lalu, mereka dua kali kalah dan tidak mencetak satu gol pun. Bersama Gyokeres, Arsenal jauh lebih baik menghadapi tim-tim medioker yang tampil pragmatis dengan pertahanan blok tengah ataupun rendah.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/05/01eafaea542353d27cb14a4c7e6017ad-wires_photo_6_.jpg)
Di luar hal-hal teknis, keistimewaan utama Gyokeres adalah determinasi dan kebesaran hati. Penyerang tim nasional Swedia itu memiliki jiwa petarung sejati. Dia tidak pernah mengeluh ataupun protes berlebihan saat dijatuhkan lawan. Dia selalu bangkit dan langsung mulai bertarung lagi.
Saat tidak diberikan umpan oleh rekan-rekannya, Gyokeres juga tidak pernah menunjukkan kekesalan. Dia langsung kembali ke posisi semula dan terus mencari ruang di pertahanan lawan. Mantan penyerang Sporting CP itu seperti sosok robot yang terus bekerja keras tanpa melibatkan emosi.
Puncaknya di laga terakhir Arsenal. Sebagai eksekutor penalti pertama di kubu ”Si Meriam”, Gyokeres sebenarnya berpeluang mengakhiri paceklik gol. Namun, dia merelakan hadiah penalti kepada Saka yang sedang merayakan penampilan ke-200 di liga. Gyokeres turut bahagia saat Saka memasukkan bola ke gawang West Ham.
Pada akhirnya, pelukan Arteta kepada Gyokeres bukan hanya sekadar soal ucapan terima kasih. Sang manajer menyiratkan, posisi Gyokeres akan tetap aman. Peraih trofi Gerd Muller 2025 itu hanya perlu bersabar dan tetap percaya diri. Bagaimanapun juga, faktor gol sangat penting dalam memengaruhi psikologis seorang striker. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto