Makna Juara Berbeda ala Persigawa

Persigawa menentang prediksi di atas kertas untuk memaksa perebutan juara berlangsung hingga pekan terakhir Liga Kompas. Kesempurnaan Babek SS dinodai Persigawa.

27 Apr 2025 19:17 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

TANGERANG SELATAN, KOMPAS — Bagi Persigawa, juara sejati tidak semata dilihat dari gelar, tetapi juga tentang semangat pantang menyerah di tengah badai keraguan. Bersama prinsip itu, Persigawa berhasil memberikan kekalahan pertama dan menggagalkan pesta juara Babek Soccer School pada pekan ke-14.

Kejutan terjadi dalam lanjutan Liga Kompas U-14 di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (27/4/2025). Babek, pemuncak klasemen, yang hanya butuh hasil imbang untuk memastikan gelar juara, ditaklukkan tim peringkat kedua Persigawa 0-2. Peraih juara pun baru bisa ditentukan pada pekan terakhir liga, Minggu depan.

Babek yang datang dengan rekor sempurna, 13 kali menang dari 13 laga, jauh diunggulkan atas Persigawa (10 menang dan 3 seri). Namun, keunggulan di atas kertas itu berbalik di lapangan. Persigawa justru tampil sangat tenang dengan pertahanan rapi, memanfaatkan tim rival yang tampak tidak sabar untuk segera berpesta.

Kapten Persigawa Dekmang Raditya Nata Pamungkas mengatakan, kemenangan itu berawal dari motivasi tinggi seisi skuad. ”Jadi walaupun kans juara kecil, kami terus berusaha. Setidaknya bisa mengalahkan (pesaing) juara. Itu motivasi kami. Makanya, kami main lepas saja, tidak mikir apa pun. Nikmati saja,” ujar sang bek tengah.

Penyerang sayap Persigawa, Muhammad Keisa Febriansyah, menggiring bola untuk melewati pemain Bina Taruna, Galang Azhar Putra Sutanto, pada laga pekan ketiga Liga Kompas Gramedia U-14 Powered by BRI, Minggu (29/12/2024), di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten. Persigawa menang demi menjaga rekor selalu meraih poin penuh.

Hari itu terasa sangat spesial bagi Dek. Setelah menang, rekan-rekannya memberikan kue di luar stadion. Skuad Persigawa merayakan ulang tahun ke-15 sang kapten yang baru saja bertambah usia pada Sabtu kemarin. ”Ya, kemenangan ini seperti hadiah untuk saya sendiri. Senang karena bisa berkontribusi untuk dua gol tim,” tutur Dek.

Dua gol Persigawa bermula dari tendangan bebas yang dieksekusi Dek. Gol pembuka pada menit ke-18 dicetak lewat tendangan bebas langsung. Gol kedua pada menit ke-49 diciptakan oleh pemain pengganti Attaya Akhtar Fadillah. Attaya menendang bola yang bermula dari kemelut setelah tendangan bebas sang kapten.

Persigawa pun berhasil memperpanjang nyawa dalam perburuan juara. Mereka di peringkat kedua dengan 36 poin, membuntuti Babek (39 poin). Adapun Babek hanya butuh hasil imbang pada pekan terakhir untuk juara. Babek juga masih lebih superior dalam selisih gol (+26) dibandingkan Persigawa (+18).

Artinya, peluang juara Persigawa masih sangat tipis. Mereka harus menang besar di pertandingan pamungkas dan berharap Babek kalah. Pelatih Persigawa Al Ajri menilai, akan puas dengan apa pun hasil akhir nanti. Dia bangga dengan perjuangan para pemain yang pantang menyerah dan tidak takut dengan momen besar.

Pemain Babek SS, Geerham Lumumba (kiri) berebut bola dengan pemain Satria cipta FC, Ade Rianda Sholihin dalam Liga Kompas U14 2024/2025 Powered by BRI di Lapangan Kera Sakti, Setu, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (12/1/2025). Babek SS menang 2-1.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO
12-01-2025

”Saya senang anak-anak bisa menerapkan strategi seperti yang dilatih. Mereka membuktikan, Persigawa bisa bersaing dengan siapa saja. Kuncinya, jangan takut dengan nama besar ataupun peringkat lawan. Kalau pemain kami lengkap di setiap pekan, klasemen saat ini mungkin akan berbeda,” jelas Al.

Tidak seperti Persigawa, pemain Babek terlihat kurang tenang dan cenderung terburu-buru. Kepanikan itu salah satunya tecermin dari kartu merah yang diterima bek Muhammad Yusuf Maulana pada paruh kedua. Yusuf mendapatkan dua kartu kuning karena melanggar keras pemain lawan saat situasi transisi.

Skuad Babek juga cukup reaktif dalam merespons keputusan wasit Asep Supriatna. Beberapa pemain sempat memprotes wasit karena tidak diberikan penalti pada paruh pertama. Mereka meyakini, bola menyentuh tangan pemain Persigawa di dalam kotak penalti. Namun, wasit tidak melihat pelanggaran yang cukup di insiden tersebut.

Situasi di stadion sempat tidak kondusif. Salah satu pendukung Babek berteriak memprotes keputusan wasit dari tribune. Beruntung, Pelatih Kepala Babek Abdul Gofur mampu menenangkan suasana. Dia meminta para pendukung untuk tetap tenang dan tidak mengintimidasi wasit dengan kata-kata kurang pantas.

Pemain Young Warrior Yakoub Alkalouti (kiri) mengontrol bola saat dibayangi pemain Persigawa Alif Ziyad (tengah) dalam lanjutan Liga Kompas U-14 musim 2024/2025 Powered by BRI di Stadion Kera Sakti, Setu, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (20/4/2025). Kedua tim bermain imbang 1-1. Kompas/Hendra A Setyawan

Abdul tampak beberapa kali kurang puas dengan keputusan wasit setelah insiden penalti yang tidak diberikan. Dia juga melakukan protes, tetapi dengan bicara baik-baik kepada wasit cadangan. Menurut Abdul, sebagai pelatih, dia harus memberikan contoh yang baik dan profesional untuk ditiru para pemain.

”Saya harus mencontohkan sikap hormat dalam pertandingan dan kepada perangkat pertandingan. Karena itu, kalau ada pemain yang protes berlebihan, pasti kami evaluasi setelah laga. Tujuan kami, kan, para pemain bukan di sini saja, tetapi buat di masa depan juga. Kalau sekarang sikapnya buruk, ke depan juga akan buruk,” ucap Abdul.

Terlepas dari hasil tadi, Abdul cukup puas dengan performa timnya. Dia juga masih optimistis Babek akan juara pada pekan depan. ”Target kami sebenarnya sudah terpenuhi, yaitu masuk tiga besar. Sekarang kami bisa juara dan akan berusaha yang terbaik lagi di pertandingan terakhir,” pungkasnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul