Mal-mal di beberapa wilayah masih ada yang terdampak langsung imbas aksi unjuk rasa.
31 Agt 2025 17:52 WIB · Ekonomi & Bisnis
JAKARTA, KOMPAS — Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia meminta pemerintah untuk memberikan dukungan pengamanan agar pusat perbelanjaan dapat terus operasional melayani kebutuhan masyarakat, di tengah situasi unjuk rasa.
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Wijaya mengemukakan, pusat perbelanjaan sebagai salah satu fasilitas publik mengupayakan untuk terus beroperasi melayani kebutuhan masyarakat. Akan tetapi, perlu tetap mengutamakan dan mengedepankan faktor kenyamanan dan keamanan pengunjung.
Mal-mal di beberapa wilayah masih ada yang terdampak langsung imbas aksi unjuk rasa sehingga setiap pengelola akan mempertimbangkan dan mengambil keputusan situasional.
”Pemerintah diharapkan dapat memberikan dukungan pengamanan agar pusat perbelanjaan dapat tetap terus beroperasional melayani kebutuhan masyarakat, terutama bahan pokok,” kata Alphonzus saat dihubungi di Jakarta, Minggu (31/8/2025).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/30/3e01a6bf-ba23-48d1-a496-776ed86e989a_jpg.jpg)
Sampai Minggu sore, lanjut Alphonzus, lonjakan belanja, khususnya bahan pokok, dinilai relatif masih terkendali. Masyarakat diminta tidak perlu khawatir karena segenap elemen sektor usaha ritel tetap terus berkomitmen untuk mengupayakan secara maksimal melayani kebutuhan masyarakat terutama kebutuhan pokok.
Namun, pusat perbelanjaan dinilai dapat menentukan operasional pusat perbelanjaan sesuai dengan situasi setempat. ”Masing-masing pusat perbelanjaan dapat memutuskan untuk tetap beroperasi normal sepenuhnya ataupun menutup sementara menyesuaikan situasi dan kondisi setempat,” katanya.
Sebelumnya, sejumlah pusat perbelanjaan, mulai dari pasar tradisional hingga modern, di Senen, ditutup sejak Jumat (29/8/2025). Pusat Grosir Senen Jaya yang berlokasi tak jauh dari Markas Komando Brimob Polda Metro Jaya juga ditutup.
Manajemen Mal Atrium Senen, dalam keterangan resmi, Minggu, menyebutkan, penutupan sementara mal itu sehubungan dengan kondisi di sekitar kawasan Senen. ”Keputusan ini diambil demi kenyamanan, keamanan dan keselamatan bersama,” demikian seperti dikutip dari laman instagram Mal Atrium Senen.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/29/1b77b06b-ab53-4453-a3a8-64a26463b105_jpg.jpg)
Dari pantauan Kompas, Mal Atrium Senen ditutup dengan pagar berduri di beberapa jalur masuk (Kompas.id, Sabtu 30/8/2025). Selain itu, Mal Tunjungan Plaza di Surabaya juga ditutup sementara. Sementara itu, Pakuwon Mall Jogja sudah kembali dibuka pada hari Minggu, setelah sehari sebelumnya ditutup sementara.
Menurut Alphonzus, pihaknya berharap pemerintah dapat segera mengatasi dan menyelesaikan permasalahan dengan bijak agar kehidupan masyarakat tidak terganggung dan berlangsung normal seperti biasanya.
Senada dengan itu, Direktur PT Metropolitan Land Tbk (Metland) Wahyu Sulistio mengemukakan, mal-mal Metland hingga saat ini tetap beroperasi penuh sembari pihaknya terus memantau perkembangan situasi keamanan sekitar lokasi proyek properti itu.
”Harapan kami, situasi yang memanas bisa segera diredam oleh pemerintah dengan cara-cara yang mengedepankan keselamatan dan kepentingan rakyat,” ujarnya saat dihubungi, Minggu.
Penulis:
Brigita Maria Lukita G.Editor:
Aris PrasetyoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase