”Garuda Muda” menelan kekalahan tipis 0-1 dari Filipina pada laga pembuka SEA Games 2025. Nasib Indonesia sangat bergantung pada laga terakhir kontra Myanmar.
08 Des 2025 20:50 WIB · Olahraga
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
CHIANG MAI, KOMPAS — Kelengahan sesaat menghancurkan perjuangan Indonesia U-22 pada laga pertama SEA Games 2025 kontra Filipina. ”Garuda Muda” takluk 0-1 di Stadion Peringatan 700 Tahun Chiang Mai, Thailand, Senin (8/12/2025). Filipina membuktikan, mendominasi jalannya laga tidak serta-merta menjamin suatu tim meraih kemenangan.
”Saya sangat senang dengan karakter yang ditunjukkan tim kami. Saya merasa sikap dan mentalitas di antara para pemain adalah sesuatu yang membedakan mereka. Tanpa sikap dan mentalitas itu, hasil hari ini mungkin akan berbeda,” kata Pelatih Filipina Garrath McPherson seusai laga.
Dengan hasil ini, Filipina dipastikan melaju ke semifinal seusai menyapu bersih dua laga penyisihan grup dengan kemenangan. Filipina memuncaki Grup C dengan koleksi enam poin. Sementara Myanmar dan Indonesia belum mendapatkan poin.
Meski kalah, peluang Indonesia lolos dari fase grup masih terbuka melalui jalur peringkat dua terbaik. Hanya saja Indonesia harus mampu menang dengan selisih gol banyak pada laga kedua melawan Myanmar.
Jujur, kami bermain tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sangat disayangkan di akhir babak pertama ada lemparan ke dalam Filipina yang membuat kita kebobolan.
Gol kemenangan Filipina dicetak penyerang Otu Bisong Banatao di pengujung babak pertama. Banatao memanfaatkan keunggulan postur tubuhnya yang menjulang untuk memenangi duel udara atas Donny Tri Pamungkas. Gol Banatao bermula dari kelengahan para pemain Garuda Muda dalam mengantisipasi lemparan ke dalam Filipina.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/08/10d0f073d15ea1acee335b1e4c6da08c-FAK_2367.jpg)
”Jujur, kami bermain tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sangat disayangkan, di akhir babak pertama ada lemparan ke dalam Filipina yang membuat kita kebobolan. Sangat disayangkan sekali bola lemparan ke dalam tidak sesuai apa yang kami latih, siapa menjaga siapa,” kata Indra.
Indonesia mendominasi jalannya laga, tetapi kehilangan kreativitas setiap kali memasuki area sepertiga akhir pertahanan Filipina. Itu karena lini belakang Filipina yang dikomandoi Noah Leddel dan Jaime Rosquillo amat disiplin menjaga area pertahanan. Selain itu, Filipina mampu membaca setiap arah serangan Garuda Muda.
Semua itu berkat McPherson yang berlatar belakang seorang analis video. Dia mencermati, lalu menganalisis gaya bermain Indonesia, terutama saat menghadapi India dan Mali. McPherson menginstruksikan para pemainnya untuk tidak membiarkan Mauro Zijlstra leluasa berlama-lama menguasai bola.
Akibatnya0, jalur serangan Indonesia tertutup. Rayhan Hanan yang didapuk sebagai gelandang serang pun tidak berkutik akibat mendapat pengawalan ketat dari pemain Filipina. Upaya mencetak gol kemudian bersandar pada sepakan jarak jauh. Bek Muhammad Ferrari sempat melakukan percobaan tendangan jarak jauh yang masih berhasil dihalau kiper Filipina, Nicholas Guimaraes.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/08/69f89280b8cc877b5e3564fb2ea165d3-FAK_2513.jpg)
Anomali mewarnai penampilan Indonesia pada laga perdana SEA Games. Para pemain tampak belum padu satu sama lain. Hal ini janggal mengingat persiapan sangat matang Indonesia yang menggelar empat kali laga uji coba melawan India dan Mali. Dengan uji coba sebanyak itu, para pemain rupanya belum dapat memahami pergerakan satu sama lain di lapangan.
Namun, hal ini juga bisa dipahami mengingat empat kali laga uji coba tersebut dipergunakan sebagai sarana seleksi pemain. Susunan pemain Garuda Muda dalam empat laga itu kerap berubah-ubah sehingga mereka nyaris belum sempat teruji dalam komposisi yang definitif.
Pada satu momen serangan balik, para pemain depan Indonesia unggul jumlah tiga orang melawan dua orang rest defence Filipina. Namun, Zijlstra yang menguasai bola mengoper terlampau keras dan tidak akurat kepada pemain di sisi sayap kiri. Mereka tampak tidak terkoneksi satu sama lain sehingga momentum mencetak gol balasan pun lenyap begitu saja.
Kekalahan ini selain memperberat kans Indonesia melaju ke semifinal sekaligus juga menodai rekor impresif Indra Sjafri setiap kali bertemu Filipina. Dalam tiga pertemuan sebelumnya di seluruh kelompok usia, Indra selalu bisa meraih kemenangan.
Meski demikian, perlu disadari hasil negatif pada laga perdana ini bukanlah akhir bagi Indonesia. Tiket ke semifinal masih sangat mungkin diraih. Akan tetapi, untuk menggapainya, Garuda Muda wajib meningkatkan performa pada laga kedua nanti.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/08/62a7dc9b40358f11881513103dee5371-FAK_1199.jpg)
Sebab, dua negara kuat, yaitu Malaysia dan Vietnam, menjadi pesaing Indonesia dalam menempati posisi runner up terbaik. Malaysia dan Vietnam akan bertemu pada laga pamungkas Grup B. Untuk saat ini keduanya mengoleksi tiga poin, tetapi Malaysia lebih unggul dari sisi produktivitas dengan mencatatkan selisih gol tiga.
Maka, kelolosan Indonesia ke semifinal juga akan sangat bergantung pada laga Malaysia kontra Vietnam. Salah satu dari mereka harus saling mengalahkan. Hasil imbang saja di antara kedua negara itu akan menutup pintu Indonesia ke semifinal.
Indra mengatakan, dirinya tidak memikirkan laga antara Malaysia dan Vietnam karena yang terpenting baginya adalah meraih kemenangan atas Myanmar. Indra akan menyiapkan para pemainnya untuk bermain lebih menyerang demi meraih tiga poin.
Pembaca yang budiman, Harian Kompas membuka rubrik Surat untuk Atlet, yang berisi pendapat, penyemangat, atau komentar terkait penampilan atlet Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Kirimkan komentar singkat Anda, minimal dua kalimat dan maksimal enam kalimat, dengan mengisi kolom di bawah ini. Komentar yang terpilih akan kami muat di Harian Kompas saat pelaksanaan SEA Games 2025.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga Putra, Fakhri Fadlurrohman dari Chiang Mai, ThailandEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto