Manchester United yang Terburuk, City yang Terbangun

Manchester United bakal catatkan klasemen akhir terburuk dalam sejarah Liga Inggris. Kembalinya ketajaman Phil Foden menjadi sumber kebangkitan Man City.

20 Jan 2025 11:31 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

MANCHESTER, MINGGU — Setelah menjalani pekan ke-22 Liga Inggris, nasib kontras mulai dialami dua tim satu kota, Manchester United dan Manchester City, yang sempat digelayuti performa inkonsisten. MU masih sulit melepaskan diri dari ancaman papan bawah, sedangkan City mulai terbangun demi kembali ke zona empat besar.

Menghadapi Brighton & Hove Albion, Minggu (19/1/2025), di Stadion Old Trafford, MU berharap bisa memupus dua kekalahan sebelumnya dari tim asal kota pesisir di selatan Inggris itu. Kehadiran Manajer Ruben Amorim menghadirkan asa MU untuk memupus rekor selalu kalah dari Brighton di kandang selama diasuh Erik ten Hag.

Namun, harapan itu hanya semu. Brighton membawa pulang kemenangan serupa dengan skor pertemuan di musim lalu, 3-1. Blunder dari kiper Andre Onana kian menegaskan MU belum sepenuhnya bangkit di bawah kendali Amorim yang berpaspor Portugal.

”Setan Merah” sudah kemasukan 12 gol dari enam penampilan di Old Trafford bersama Amorim. Hanya dua kemenangan dipersembahkan Amorim untuk pendukung sendiri MU di kandang sendiri. Empat laga lainnya berakhir negatif.

”Dalam 10 laga terakhir di Liga Inggris, kami hanya menang dua kali. Bayangkan makna hasil ini untuk pendukung Manchester United, bayangkan pula betapa buruknya untuk saya,” ujar Amorim dalam konferensi pers seusai laga, seperti dikutip Sky Sports.

Para pemain Manchester United, seperti Matthijs de Ligt (kedua kanan), menghibur kiper mereka, Andre Onana, yang kebobolan saat menghadapi Brighton and Hove Albion pada laga Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Minggu (19/1/2025) waktu setempat. MU kalah, 1-3.

”Kami bersama manajer baru yang kalah lebih banyak dari sebelumnya. Saya memahami benar itu. Kami mungkin tim terburuk dalam sejarah Manchester United,” ucap Amorim yang datang ke Inggris dengan bekal dua trofi Liga Portugal untuk Sporting Lisbon.

Segala daya dan upaya telah dilakukan Amorim untuk membenahi MU yang hancur lebur ditinggalkan Ten Hag. Kondisi ruang ganti yang perlahan diperbaiki hingga mentalitas bertanding skuad Setan Merah yang mulai membaik. Namun, hal itu belum cukup menghadirkan konsistensi hasil positif.

MU kini kembali mengalami penurunan satu peringkat di papan klasemen. Mereka duduk di posisi ke-13 dengan koleksi 26 poin.

Quote

Kami tahun ini berada di situasi sangat sulit dengan seluruh rekor buruk.

Bruno Fernandes dan kawan-kawan hanya unggul 10 poin atas Ipswich Town yang berada di posisi ke-18. Di sisi lain, MU juga tertinggal 10 poin dari Aston Villa, penghuni peringkat kedelapan, posisi yang merupakan target posisi Amorim di musim perdananya bersama MU.

Posisi terburuk

Indikasi Amorim, yang menyebut skuad asuhannya tim terburuk dalam sejarah Setan Merah, cukup beralasan. MU berpeluang menutup musim 2024-2025 dengan peringkat terburuk dalam sejarah mereka tampil di era Liga Primer Inggris.

Ekspresi kekecewaan Manajer Manchester United Ruben Amorim saat timnya melawan Brighton and Hove Albion pada laga Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Minggu (19/1/2025) waktu setempat. MU kalah, 1-3.

Pada musim lalu, MU sudah mencatatkan posisi terburuk dengan finis di peringkat kedelapan. Merujuk perhitungan superkomputer Opta, MU memiliki kans lebih besar menutup musim di luar zona 10 besar.

MU dianggap memiliki probabilitas tertinggi, yakni 17,4 persen, mengakhiri musim ini di posisi ke-14. Adapun kans MU berada di posisi kedelapan diperkirakan hanya 1,5 persen.

Jika probabilitas terbesar klasemen MU hasil dari 1.000 kali simulasi Opta terbukti, tidak hanya MU yang mencatat rekor terburuk. Amorim juga akan menuliskan posisi terendah dalam kariernya sebagai pelatih.

Perjalanan musim terburuk Amorim sebelumnya adalah membawa Sporting duduk di peringkat keempat Liga Portugal pada musim 2019-2020 dan 2022-2023. Di luar itu, Amorim membantu Sporting dan SC Braga finis di posisi tiga teratas.

Selain kemungkinan klasemen terendah dalam sejarah di Liga Primer, MU juga sudah mengoleksi catatan kekalahan terbanyak sejak kompetisi kasta tertinggi Inggris memasuki era baru. Sebelumnya, MU belum pernah menderita enam kekalahan di kandang dari 12 laga kandang perdana dalam satu musim.

Klasemen sementara Liga Inggris hingga Senin (20/1/2025).

Mereka juga mengoleksi kekalahan dobel digit tercepat di era Liga Primer. Tumbang dari Brighton adalah hasil minor ke-10 MU di musim ini.

”Semuanya di tim di bawah performa. Kami tahun ini berada di situasi sangat sulit dengan seluruh rekor buruk, seperti kekalahan di kandang dan Liga Primer. Saya tahu kami bisa sukses, tetapi saya tidak naif. Paling utama, kami harus bertahan di momen saat ini,” ujar Amorim.

Kembali ke habitat

Kontras dengan MU, City membangunkan kembali ketajaman mereka di markas Ipswich Town, Stadion Portman Road. Kemenangan 6-0 atas tim tuan rumah menunjukkan ”The Citizens” mulai kembali ganas untuk mengejar duduk di zona empat besar. Tentu, harapan City untuk mempertahankan gelar juara sangat sulit meski belum mustahil.

Berkat koleksi 38 poin, City mengikis jarak menjadi enam poin dari Nottingham Forest dan Arsenal yang berada di atas mereka. Selisih 12 poin dengan pemuncak klasemen, Liverpool, menyebabkan City enggan membayangkan diri mereka sebagai kandidat juara lagi di musim ini.

Kunci kebangkitan City untuk berada di jalur yang tepat bersaing tiket Liga Champions Eropa adalah munculnya sumber alternatif gol, selain Erling Haaland. Phil Foden sudah kembali rutin mencetak gol. Dalam dua laga terakhir, Foden mencetak brace ke gawang Brentford dan Ipswich.

Penyerang Manchester City, Phil Foden, merayakan gol ke gawang Ipswich Town pada laga Liga Inggris di Stadion Portman Road, Senin (20/1/2025) dini hari WIB. City menang, 6-0.

”Sangat bagus bagi saya bisa kembali mencetak gol dengan senyum di wajah dan menikmati sepak bola seutuhnya. Saya ingin terus melaju dan menambah gol. Tujuan utama adalah bertahan di empat besar,” kata Foden dilansir BBC.

Selain itu, gelandang muda James McAtee juga sudah membuktikan diri bisa menjelma sebagai andalan lini serang baru bagi City. Gol penutup City melawan Ipswich adalah gol perdana McAtee untuk City di Liga Inggris. Sebelumnya, ia menyumbang hattrick pada putaran ketiga Piala FA kontra Salford City, pekan lalu.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .