Manchester City Membongkar Enigma Plymouth Argyle

Keajaiban Plymouth Argyle yang menjadi momok raksasa Liga Inggris terhenti di tangan Manchester City. Harapan City meraih satu-satunya gelar musim ini terjaga.

02 Mar 2025 08:24 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

MANCHESTER, MINGGU — Performa Plymouth Argyle menjelma semacam enigma bagi tim-tim yang berkompetisi di Liga Inggris. Penghuni zona degradasi Divisi Championship tersebut sudah membunuh dua raksasa, Brentford dan Liverpool. Enigma Plymouth bisa dibongkar Manchester City yang piawai mengeksekusi bola mati.

Berkat kecerdikan itu, City unggul 3-1 atas Plymouth di Stadion Etihad, Manchester, Minggu (2/3/2025) dini hari WIB. City melaju ke perempat final Piala FA. Bersamaan dengan hasil tersebut berakhir pula kisah dongeng Plymouth.

Walau tersingkir, Plymouth nyaris melanjutkan keajaibannya. Terus mendapat tekanan dari City sejak pertandingan dimulai, Plymouth justru unggul lebih dulu melalui sundulan bek tengah Maksym Talovierov pada menit ke-38.

Menghadapi City di markasnya, ditambah kualitas skuad yang tidak jauh lebih baik, Plymouth melawan dengan bertahan. Manajer Plymouth Miron Muslic menerapkan formasi bertahan super, 5-4-1. Ia menginstruksikan para pemainnya untuk merapat ke tengah dan memangkas ruang antarlini untuk mempersempit ruang gerak pemain City.

Gelandang Manchester City, Nico O’Reilly, merayakan gol keduanya dalam pertandingan putaran kelima Piala FA antara Manchester City dan Plymouth Argile di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, Minggu (2/3/2025) dini hari WIB.
Quote

Pujian besar untuk Plymouth karena mereka mampu menyulitkan kami. Mereka sangat terorganisasi dengan baik. Namun, saya pikir kami menampilkan performa yang sangat-sangat bagus.

Taktik itu berjalan mulus. Upaya serangan City melalui sepakan Phil Foden, Kevin De Bruyne, dan Jack Grealish kandas. Banyaknya pemain Plymouth di sekitar kotak penalti membuat City tidak mempunyai banyak ruang tembak.

Selain itu, upaya untuk merangsek masuk lewat sisi sayap juga kerap terbentur tembok kokoh pertahanan Plymouth. Para pemain City beberapa kali mencoba mengirimkan umpan silang dan menumpuk pemain di area pertahanan Plymouth, tetapi cara itu juga belum berhasil.

Dengan kondisi tertinggal akibat gol Talovierov, City terancam bernasib serupa Brentford dan Liverpool. Enigma Plymouth belum juga terpecahkan saat waktu normal babak pertama usai.

Namun, selubung enigma Plymouth akhirnya terkuak beberap saat jelang turun minum. City akhirnya bisa menyamakan kedudukan lewat sundulan Nico O’Reilly pada tambahan waktu babak pertama.

”Pujian besar untuk Plymouth karena mereka mampu menyulitkan kami. Mereka sangat terorganisasi dengan baik. Namun, saya pikir kami menampilkan performa yang sangat-sangat bagus,” ujar Manajer City Pep Guardiola.

Gelandang Manchester City, Jack Grealish (kiri), mengejar bola dalam pertandingan putaran kelima Piala FA antara Manchester City dan Plymouth Argile di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, Minggu (2/3/2025) dini hari WIB.

Gol O’Reilly tercipta bukan dari permainan terbuka, tetapi berawal dari eksekusi tendangan bebas De Bruyne. Plymouth ternyata belum terorganisasi dengan baik dalam menghalau serangan lewat bola mati.

Cara itu kemudian digunakan City untuk membalikkan keadaan. Gol kedua City yang kembali dilesakkan O’Reilly pada menit ke-76 juga tercipta dari skema bola mati. O’Reilly sukses menanduk umpan tendangan sudut Foden.

Gol kedua O’Reilly membuat seisi Stadion Etihad bergemuruh. City terhindar dari mimpi buruk tersingkir secara beruntun dari Liga Champions Eropa dan Piala FA. Di sisi lain, para pemain Plymouth seakan kehabisan motivasi dan stamina untuk mengatasi ketertinggalan. Seluruh kekuatan telah mereka kerahkan untuk menahan gempuran demi gempuran dari City sehingga tidak ada lagi tenaga tersisa untuk berbalik membalas.

Dalam situasi tersebut, City semakin mudah menemukan celah di pertahanan Plymouth. Gol ketiga City pun tercipta dari sontekan De Bruyne yang memanfaatkan umpan mendatar Erling Haaland. Hingga laga usai, City mampu mempertahankan keunggulan.

”Kami hanya bisa kecewa dengan hasilnya, tetapi sangat bangga dengan penampilan kami. Kami memberi Man City perlawanan yang sesungguhnya. Kami menciptakan beberapa masalah bagi mereka dan memiliki struktur pertahanan yang bagus,” kata Muslic.

Gelandang Plymouth, Callum Wright (kanan), berebut bola dengan gelandang Manchester City, Kevin De Bruyne, dalam pertandingan putaran kelima Piala FA antara Manchester City dan Plymouth Argile di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, Minggu (2/3/2025) dini hari WIB.

Performa De Bruyne

Keberhasilan City membongkar enigma Plymouth tidak lepas dari kontribusi De Bruyne. Lewat asis tendangan bebasnya, City mendapatkan napas baru untuk mengatasi ketertinggalan. Laga ini juga terasa spesial bagi De Bruyne yang kembali mendapatkan kepercayaan dari Guardiola untuk tampil sebagai pemain mula.

Seiring usianya yang mulai menua, 33 tahun, De Bruyne kerap terbelit cedera. Cedera juga membuat gelandang asal Belgia itu juga semakin kehilangan sentuhannya. Kontrak De Bruyne akan habis akhir musim ini. Informasi yang beredar, sangat mungkin musim ini menjadi yang terakhir bagi De Bruyne berseragam City.

Namun, melihat performa impresifnya saat menghadapi Plymouth, bukan tidak mungkin De Bruyne akan mendapatkan penawaran kontrak baru. ”Dia telah menjadi salah satu dari tiga hingga lima pemain terbaik sepanjang sejarah Manchester City. Tidak diragukan lagi. Setiap kali dia tampil bagus, saya menjadi orang paling bahagia di planet ini. Dia memberi banyak hal untuk tim dan saya,” kata Guardiola.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .