Manchester United, Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula

Gagal meraih trofi Liga Europa merangkum musim mengenaskan Manchester United. Perubahan skuad sulit tercipta musim depan akibat efisiensi manajemen.

22 Mei 2025 10:04 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

BILBAO, KAMIS — Alam semesta beserta isinya terasa runtuh di atas pemain, staf pelatih, pemilik, dan pendukung Manchester United. Kegagalan di partai final Liga Europa, Kamis (22/5/2025), di Stadion San Mames, Spanyol, menegaskan periode terburuk ”Setan Merah” di era sepak bola modern.

Menembus final Liga Europa dengan menghadapi Tottenham Hotspur nyaris menjadi oase di tengah padang gersang performa buruk selama musim 2024-2025. Anak asuhan Ruben Amorim datang ke Bilbao dengan catatan impresif. Mereka satu-satunya tim nirkalah di Liga Europa musim ini.

Namun, gol tunggal penyerang sayap Spurs, Brennan Johnson, meruntuhkan harapan skuad ”Setan Merah” mengemas pelipur lara sekaligus mengangkat trofi dan meraih tiket ke Liga Champions edisi 2025-2026. Stadion Old Trafford sudah dipastikan tidak akan menggemakan anthem kompetisi Eropa pada tengah pekan musim depan.

Kekalahan dari Spurs seakan menjadi pukulan bertubi-tubi. MU hanya memiliki asa untuk finis maksimal di peringkat ke-14. Itu pun dengan catatan mampu menumbangkan Aston Villa pada laga terakhir Liga Inggris, Minggu (25/5/2025). Villa akan jadi lawan berat karena masih berharap pada tiket Liga Champions.

Spurs pun menjadi tim kedua yang mampu memberikan empat kekalahan beruntun kepada MU dalam satu musim. Sebelumnya, Everton mencatatkan rekor serupa dengan tampil superior atas MU pada musim 1985-1986.

Ekspresi bek Manchester United Harry Maguire berjalan melewati trofi Liga Europa setelah kalah 0-1 dari Tottenham Hotspur pada laga final di Bilbao, Kamis (22/5/2025) dini hari WIB.

Selain menang, MU perlu berharap dua tim di atas mereka, yakni West Ham United dan Wolverhampton Wanderers, gagal menang pada laga pamungkas liga. Jika tidak, MU bakal tetap berada di posisi ke-16 yang hanya dua peringkat di atas zona degradasi.

Bagi staf pelatih yang dipimpin Amorim, tanpa Liga Champions, transformasi skuad akan sulit berjalan mulus. Tidak ada pemain bintang yang bersedia datang ke klub yang tidak tampil di kompetisi antarklub paling bergengsi.

Nama besar Setan Merah yang legendaris pun sudah tidak bisa menjadi daya tarik bagi pemain untuk datang. Di sisi lain, manajemen yang dikomando Sir Jim Ratcliffe juga akan semakin ketat untuk mengeluarkan dana transfer karena kehilangan potensi pemasukan puluhan hingga ratusan juta pounds akibat absen di kompetisi Eropa.

”Kami memiliki dua rencana di pasar (transfer). Kami harus mengerti bahwa akan ada situasi rumit untuk klub seperti kami tidak bermain di Liga Champions, tetapi kini kami harus mencari jalan keluar dari situasi itu,” kata Amorim dalam konferensi pers seusai laga dilansir BBC.

Derita juga akan dialami suporter MU. Mereka akan menghadapi kenaikan tiket, baik tiket terusan untuk satu musim maupun tiket satuan. Peningkatan harga tiket itu sudah diumumkan seiring kebijakan baru dari Ratcliffe.

Manchester United's Alejandro Garnacho reacts after the Europa League final soccer match between Tottenham Hotspur and Manchester United at the San Mamés Stadium in Bilbao, Spain, Wednesday, May 21, 2025. (AP Photo/Miguel Oses)

Situasi itu tentu menjadi pukulan telak bagi pendukung MU yang berusaha menyajikan kesetiaan kekal. Namun, mereka harus merogoh kantong lebih dalam ketika Old Trafford sudah tidak lagi menjadi magnet bagi trofi berlapis logam.

Dukungan penuh

Rio Ferdinand, mantan bek tengah MU, menganggap Amorim masih pantas untuk mendapat dukungan penuh dari manajemen klub. Menurut dia, juru taktik asal Portugal itu datang dalam situasi yang serba rumit.

”Klub harus memberikan dukungan penuh kepada Ruben (Amorim). Berikan dia pemain yang dibutuhkan. Pada musim pertamanya, dia datang dengan gaya permainan yang tidak memiliki benang merah dengan para pendahulunya serta tidak menyiapkan tim melalui pramusim,” tutur Ferdinand kepada TNT Sports.

Ferdinand menyoroti ide Amorim yang secara konsisten memainkan tiga bek sejajar. Kata Ferdinand, perubahan taktik itu tidak mudah dilakukan di tengah musim berjalan.

Penampilan di Liga Europa musim ini menjadi angin segar bagi rezim Amorim. MU menjadi tim paling produktif dengan koleksi 35 gol; mencatatkan penguasaan tertinggi dengan 58,3 persen, termasuk partai final dengan 73 persen penguasaan bola; menjalani 14 laga sebelum final tanpa kalah; serta Bruno Fernandes menjadi pemain tersubur dengan catatan tujuh gol.

”Saya telah mengenal klub ini. Saya tahu apa artinya menjadi pelatih di sini. Dan, saya mengerti apa yang dibutuhkan untuk tim ini. Kami melihat perkembangan meskipun kerap menelan hasil buruk akibat kegagalan mengantisipasi detail kecil,” ucap Amorim yang berusia 40 tahun.

Manchester United's head coach Ruben Amorim reacts at the end of the Europa League final soccer match between Tottenham Hotspur and Manchester United at the San Mames Stadium in Bilbao, Spain, Wednesday, May 21, 2025. (AP Photo/Bernat Armangue)

Amorim menegaskan, dirinya tidak akan meninggalkan klub, kecuali manajemen memintanya keluar. Ia optimistis bisa memberikan perubahan signifikan dan menyajikan senyuman kepada pendukung MU pada musim kedua di Old Trafford.

”Saya percaya diri saya masih orang yang tepat, lebih dari sejak awal tiba. Saya tahu kesabaran pendukung akan berbuah hasil pada musim depan. Saya menggaransi tidak akan pergi dan meninggalkan klub selama tidak ada yang meminta saya keluar,” tutur Amorim yang hanya mencatatkan 36 persen kemenangan dari 41 laga menangani MU.

Bek sayap kanan MU, Diogo Dalot, berharap kegagalan pada musim ini menjadi momen untuk semua elemen klub berbenah. Ia sedih karena gagal memberikan kebahagiaan kepada pendukung setelah menyaksikan MU bermain inkonsisten selama musim ini.

”Ini waktunya untuk melakukan refleksi. Semua orang butuh instropeksi. Ketika waktunya membuat keputusan, buatlah keputusan. Ketika waktunya bertindak, bertindaklah. Ketika kami ke lapangan, pikiran kami hanya memenangi laga. Saya pikir itu perubahan utama yang harus terjadi,” kata Dalot dilansir laman klub.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji