Manchester United Tinggalkan Satu Kaki di San Mames

Maguire dan Casemiro membawa momentum kebangkitan di Old Trafford ke San Mames. MU hanya butuh satu penampilan bagus untuk kembali ke San Mames dan berlaga di final.

02 Mei 2025 06:46 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

BILBAO, JUMAT — Manchester United meredupkan asa Athletic Bilbao yang bermimpi bisa tampil di depan publik sendiri, di Stadion San Mames, saat final Liga Europa. Lewat kemenangan tandang tiga gol tanpa balas, MU seperti sudah mereservasi tempat untuk kembali berlaga di San Mames dalam waktu dekat.

Partai puncak turnamen musim ini akan digelar di San Mames, Kota Bilbao, Spanyol. Bayangkan, betapa sempurna jika Bilbao berhasil mencapai final dan merayakan pesta juara di kandang sendiri. Namun, dunia ideal itu dirusak begitu saja oleh MU dalam laga semifinal pertama, Jumat (2/5/2025) dini hari WIB.

Di markas Bilbao, MU mencuri kemenangan 3-0 atas tim tuan rumah yang bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-35. Bruno Fernades dan rekan-rekan tinggal menjaga keunggulan besar itu saat berbalas kandang di Stadion Old Trafford. Mereka hanya terpaut 90 menit untuk bisa kembali ke San Mames pada akhir Mei.

”Semua tekanan ada di kami saat ini. Semua orang pasti mengharapkan kami akan lolos ke final. Jadi, kami harus memastikan bisa tampil seperti hari ini lagi pada pekan depan. Malam yang hebat untuk kami. Satu kaki kami sudah di final, tetapi pertarungan belum selesai,” kata Harry Maguire, bek veteran MU.

Dunia benar-benar terasa seperti jungkir balik bagi Bilbao. Mereka mendominasi laga selama 20 menit awal, termasuk menciptakan dua peluang emas lewat penyerang sayap Inaki Williams dan gelandang Alex Berenguer. Setelah membuang kesempatan, mereka justru kecolongan lebih dulu lewat gol tidak terduga tim tamu.

Manchester United's Harry Maguire, left, challenges for the ball with Athletic Bilbao's Mikel Jauregizar during the Europa League semifinal first leg soccer match between Athletic Bilbao and Manchester United at the San Mames stadium in Bilbao, Spain, Thursday, May 1, 2025. (AP Photo/Miguel Oses)
Quote

Terkadang Harry menghadapi momen yang sulit (bersama tim dalam beberapa tahun terakhir), tetapi dia selalu melakukan apa pun untuk kebaikan tim ini.

Inisator gol pembuka MU adalah Maguire yang tiba-tiba berada di posisi sayap saat skema bola mati. Maguire seolah mengeluarkan kemampuan terpendamnya. Dia ”menari-nari” di sudut lapangan lawan, lalu melepaskan umpan silang ke kotak penalti. Umpan itu menjadi pra-asis yang berujung dengan gol sundulan gelandang Casemiro.

Maguire sampai dijuluki ”Harrydinho”, merujuk kepada pesepak bola legendaris Ronaldinho, oleh para penggemar MU di media sosial. Adapun pada pertandingan Liga Europa sebelumnya, sang bek juga menjadi pahlawan MU lewat gol kemenangan di menit-menit akhir versus Lyon. Ketika itu, Casemiro yang memberikan asis.

”Dia adalah penyerang sayap yang bagus,” ujar Pelatih Kepala MU Ruben Amorim dengan nada bercanda ketika ditanya tentang aksi Maguire. ”Terkadang Harry menghadapi momen yang sulit (bersama tim dalam beberapa tahun terakhir), tetapi dia selalu melakukan apa pun untuk kebaikan tim ini,” katanya.

Bencana besar datang menghantam Bilbao hanya lima menit setelah kebobolan. Bek andalan mereka Dani Vivian diganjar kartu merah oleh wasit Espen Eskas seusai menjatuhkan penyerang Rasmus Hojlund di depan gawang. Awalnya, Eskas bahkan tidak memberikan pelanggaran kepada MU.

Namun, asisten wasit video (VAR) melihat sesuatu. Vivian tertangkap menarik Hojlund yang sedang ingin menyambut umpan silang. Eskas berubah pikiran setelah melihat tayangan ulang. Bilbao dihukum dengan kartu merah dan penalti. Fernandes memanfaatkan hadiah itu dan membuat ”Setan Merah” unggul 2-0.

Referee Espen Eskas shows a red card to Athletic Bilbao's Daniel Vivian (3) during the Europa League semifinal first leg soccer match between Athletic Bilbao and Manchester United at the San Mames stadium in Bilbao, Spain, Thursday, May 1, 2025. (AP Photo/Miguel Oses)

Para pemain Bilbao memprotes keras keputusan wasit. Sebelum insiden itu, dalam proses membangun serangan, bola sempat mengenai tangan dari sayap MU, Alejandro Garnacho. VAR tidak memeriksa hal tersebut. Wasit juga bergeming, justru memberikan kartu kuning kepada bek Yuri Berchiche karena protes berlebihan.

MU melengkapi penderitaan tim lawan dengan gol kedua Fernandes jelang turun minum. Mereka mencetak total tiga gol hanya dalam 15 menit. Bagi Bilbao, musibah di lini pertahanan itu tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Adapun Bilbao hanya kemasukan dua gol dalam enam laga kandang di Liga Europa musim ini.

Bilbao terlihat enggan mengambil risiko setelah turun minum. Mereka berkeyakinan peluang untuk membalikkan keadaan di Old Trafford lebih besar dibandingkan harus memaksakan dengan sepuluh pemain. Nico Williams dan rekan-rekan tampil pasif dengan lebih banyak menunggu di separuh lapangan sendiri.

Pelatih Kepala Bilbao Ernesto Valverde berkata, peluang untuk lolos sangat kecil, tetapi mereka tidak akan menyerah untuk bisa kembali ke San Mames. ”Kami tidak mampu mengatasi tekanan setelah gol pertama. Kami harus belajar dari hal-hal seperti ini. Tim seperti MU tidak akan memberi ampun saat ada kesempatan,” ucapnya.

”Setan Merah” belajar banyak dari pengalaman kurang baik saat dikejutkan Lyon yang sempat berbalik unggul dengan sepuluh pemain. Mereka lebih sabar dalam membangun serangan, tidak memaksa langsung untuk ke depan. Di paruh kedua, MU mendominasi mutlak penguasaan bola hingga 77,2 persen.

Manchester United's Portuguese head coach Ruben Amorim shouts to players during the UEFA Europa League semi final first leg football match between Athletic Club Bilbao and Manchester United at the San Mames stadium in Bilbao, on May 1, 2025. (Photo by ANDER GILLENEA / AFP)

Sementara itu, prioritas MU untuk berprestasi di kancah Eropa tampak begitu jelas. Menurut Opta, tim asuhan Amorim berhasil mencetak 19 gol hanya dalam tujuh pertandingan Liga Europa di 2025. Adapun mereka hanya mencetak 18 gol dalam 15 pertandingan Liga Inggris sepanjang tahun ini.

Potensi final sesama tim Inggris semakin besar setelah semifinal pertama. Di laga lain, Tottenham Hotspur berhasil mengalahkan Bodo/Glimt di kandang sendiri. ”Pastinya kami punya keuntungan. Kami juga punya pendukung sendiri (di Old Trafford), tetapi semua bisa terjadi dan berubah di satu laga,” pungkas Amorim.

(AP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari