Masih Ada Fajar/Fikri dan Jonatan

Fajar/Fikri dan Jonatan lolos ke semifinal Malaysia Terbuka. Adapun tiga wakil Indonesia lainnya tersingkir pada perempat final.

10 Jan 2026 00:35 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

KUALA LUMPUR, JUMAT — Indonesia hanya menyisakan dua wakil untuk tampil pada semifinal Malaysia Terbuka. Dalam ketatnya persaingan turnamen level BWF World Tour Super 1000, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Jonatan Christie masih memiliki asa membawa gelar juara pada ajang pembuka di 2026 ini.

Melalui perempat final yang digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Jumat (9/1/2026), Indonesia sebenarnya mempunyai harapan untuk memastikan satu tiket final ganda putra. Asa itu mulai terbuka ketika Fajar/Fikri menang atas Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dengan skor 21-10, 23-21.

Namun, semifinal sesama pasangan Indonesia pada paruh bawah undian tak terjadi karena Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani kalah. Dalam perempat final yang ditempatkan pada jadwal terakhir, mereka kalah dari andalan tuan rumah, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, 19-21, 10-21.

Hasil dua pertandingan tersebut menjadi revans bagi pemenang. Dalam pertemuan terakhir sebelum berhadapan di Malaysia Terbuka, Fajar/Fikri kalah dari Rankireddy/Shetty. Mereka kalah dalam penyisihan grup turnamen Final BWF World Tour di China, Desember 2025. Kekalahan tiga gim saat itu dibayar dengan kemenangan dua gim.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos ke semifinal turnamen Malaysia Terbuka. Dalam perempat final di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Jumat (9/1/2026), mereka mengalahkan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India).

Fajar bahkan melampiaskan rasa senang dan lega bagai menjadi juara. Dia berteriak sambil meloncat usai mendapat poin terakhir.

Kemenangan itu didapat setelah unggulan keenam tersebut tertinggal 14-18 pada gim kedua. Kok dari pukulan Fajar, saat mengembalikan smes lawan, menyentuh bagian atas net lalu jatuh di lapangan lawan dan tak terjangkau Rankireddy/Shetty.

”Saat tertinggal, saya selalu berkomunikasi dengan Fikri, selalu memberikan semangat ini belum selesai. Pelatih juga terus menyemangati bahwa memang gim belum selesai. Jadi, jangan memperlihatkan bahasa tubuh menyerah. Kami pun terus mencoba, ingin menyusul dan akhirnya berhasil,” tutur Fajar.

Kemenangan yang didapat Chia/Soh juga menjadi kebalikan dari hasil yang didapat saat bertemu Sabar/Reza pada akhir 2025. Sebelum Malaysia Terbuka, Chia/Soh tertinggal 1-4. Dua kekalahan dialami dalam sepekan pada SEA Games Thailand 2025.

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Reza Pahlevi melawan pebulu tangkis ganda putra Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik di laga final nomor beregu putra SEA Games Thailand 2025 di Gymnasium 4 Universitas Thammasat, Rangsit, Bangkok, Thailand, Rabu (10/12/2025).  Sabar Karyaman Gutama/Reza Pahlevi mengalahkan pebulu tangkis ganda putra Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dalam dua gim dengan poin 21-12, 21-12.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
10-12-2025

Sabar/Reza mengalahkan Chia/Soh pada final beregu putra, lalu pada final ganda putra, masing-masing, dalam dua gim. Ganda putra Indonesia ranking kedelapan dunia itu pun meraih dua medali emas pada SEA Games pertama mereka.

Dua kekalahan itu membuat Chia/Soh bangkit. Mereka bisa mengantisipasi permainan Sabar/Reza pada pukulan-pukulan awal, antara servis dan pukulan ketiga atau keempat. Dengan cara itu, Chia/Soh terus menekan, terutama pada sepanjang gim kedua.

Dengan kekalahan Sabar/Reza, Fajar/Fikri pun akan berjumpa dengan Chia/Soh yang menjadi unggulan kedua. Sama seperti catatan pertemuan dengan Rankireddy/Shetty, Fajar/Fikri dikalahkan Chia/Soh pada penyisihan grup Final BWF. Ditambah dengan kekalahan dari Liang Wei Keng/Wang Chang, Fajar/Fikri tersingkir pada penyisihan grup di Final BWF.

Semifinal lain pada ganda putra mempertemukan Ben Lane/Sean Vendy (Inggris) dengan unggulan teratas yang juga juara bertahan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae. Pasangan nomor satu dunia ini menyingkirkan wakil tuan rumah, Man Wei Chong/Tee Kai Wun, 21-17, 21-14.

Jonatan Christie mengalahkan Kodai Naraoka pada perempat final tunggal putra turnamen Malaysia Terbuka di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Jumat (9/1/2026). Jonatan menang 21-17, 21-13.

Tiga unggulan dalam semifinal juga mewarnai persaingan tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran. Adapun semifinal tunggal putra menjadi persaingan empat unggulan teratas, yaitu Shi Yu Qi (1) melawan Anders Antonsen (3) dan Kunlavut Vitidsarn (2) kontra Jonatan (4).

Jonatan mengalahkan Kodai Naraoka 21-17, 21-13 hingga dia unggul 6-2 dalam statistik pertemuan dengan pemain Jepang itu. Lima kemenangan didapat dalam lima pertemuan terakhir.

Hasil tersebut juga mengantarkan tunggal putra ranking keempat dunia itu ke semifinal turnamen Super 1000 untuk pertama kalinya sejak China Terbuka, September 2024. Pada 2025, Jonatan selalu tersingkir pada dua babak awal level Super 1000 yang terdiri atas empat turnamen, yaitu Malaysia Terbuka, All England, Indonesia Terbuka, dan China Terbuka.

Wakil putri kalah

Pada ganda putri, perjalanan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari setelah menyingkirkan ganda putri ranking kedua dunia dihentikan Lee So-hee/Baek Ha-na. Febriana/Meilysa kalah dengan skor 21-13, 19-21, 13-21.

Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari bermain pada perempat final ganda putri turnamen Malaysia Terbuka di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Jumat (9/1/2026). Febriana/Meilysa kalah dari Lee So-hee/Baek Ha-na (Korea Selatan).

Meski tersingkir, Febriana/Meilysa memperlihatkan hal positif ketika tampil di Axiata Arena, pekan ini. Mereka berjuang keras pada setiap pertandingan, bahkan dalam setiap perebutan poin.

Febriana/Meilysa juga bisa menunjukkan permainan dengan karakter menyerang yang jarang diperlihatkan ganda putri Indonesia. Sebelum dikalahkan Lee/Baek, mereka menang atas pasangan tuan rumah Pearly Tan/Thinaah Muralitharan yang merupakan ganda putri ranking kedua dunia, peraih emas SEA Games Thailand 2025, dan finalis Kejuaraan Dunia 2025.

”Kami bermain cukup baik pada turnamen pertama 2026 ini, ada peningkatan, tetapi masih banyak yang harus diperbaiki. Pada pertandingan tadi pun sudah sangat maksimal. Faktor yang harus ditingkatkan adalah fokusnya karena kalau bisa fokus, pukulan dan gerakannya akan akurat,” tutur Febriana.

Putri Kusuma Wardani kalah dari Wang Zhi Yi (China) pada perempat final tunggal putri turnamen Malaysia Terbuka di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Jumat (9/1/2026).

Hasil perempat final, seperti setahun sebelumnya, juga didapat Putri Kusuma Wardani. Langkah Putri dihentikan tunggal putri ranking kedua dunia, Wang Zhi Yi, 17-21, 18-21.

Putri pun belum bisa mengalahkan Wang meski telah tujuh kali bertemu. Dia selalu kesulitan menjauhkan diri ketika unggul tipis karena membuat kesalahan.

”Sebenarnya ada kesempatan untuk bisa menang, tapi saya akui masih belum bisa konsisten. Untuk bisa mendapatkan angka agar unggul dua poin dari pemain top itu, sangat sulit,” kata Putri yang akan meneruskan penampilan ke India Terbuka, 13-18 Januari, dan menargetkan semifinal pada turnamen Super 750 itu.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra