Penurunan performa, lalu keputusan keliru wasit mengakhiri tren positif Juventus di Liga Italia. Meski demikian, satu poin dibawa pulang Juve berkat ”bantuan” VAR.
21 Sep 2025 05:22 WIB · Olahraga
VERONA, SABTU — Juventus menunjukkan gejala kelelahan setelah menghadapi satu pekan yang melelahkan dan penuh drama. ”Si Nyonya Besar” ditahan Hellas Verona 1-1, Sabtu (20/9/2025), di Stadion Marcantonio Bentegodi, Verona.
Remis dari Verona yang dikenal berkat roman ”Romeo dan Juliet” memutus catatan sempurna Juve di tiga laga sebelumnya. Meski begitu, Juve bisa menduduki puncak klasemen sementara setidaknya hingga Napoli jalani gim kontra Pisa, Selasa (23/9/2025) dini hari WIB.
Si Nyonya Besar unggul lebih dulu melalui sepakan penyerang sayap, Francisco Conceicao, pada menit ke-19. Namun, tim tuan rumah menyamakan skor melalui eksekusi penalti penyerang, Gift Orban, satu menit jelang waktu normal babak pertama rampung.
Verona bahkan sempat mencetak gol kedua pada menit ke-69. Namun, gol gelandang san kapten tim, Suat Serdar, dianulir asisten wasit video (VAR) akibat Serdar berada dalam posisi offside.
”Kami sudah terlalu banyak mengeluarkan energi untuk 4-3 (kontra Inter Milan) dan 4-4 (lawan Borussian Dortmund). Laga ini amat terlihat kami kekurangan energi,” ucap Pelatih Juve Igor Tudor seusai gim seperti dikutip Tuttosport.
Tudor mengakui anak asuhannya sudah berusaha tampil sebaik mungkin. Namun, tingkat kebugaran membuat Si Nyonya Besar gagal memenuhi ambisi meraih kemenangan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/21/c743bded40f02f0e7e337face5f5c78e-1000011751.jpg)
”Dalam beberapa situasi, kami seharusnya melakukan lebih baik, tetapi hal itu tidak menbuat saya marah. Kami tidak bisa selalu menang. Hasil ini membuat kami harus melakukan analisis untuk berbenah,” kata juru taktik asal Kroasia itu.
Juve sudah berusaha mengepung pertahanan Verona. Hal itu tercatat melalui 72 persen penguasaan bola. Namun, Juve gagal menciptakan peluang berarti dari sebuah gol dan kreasi 10 tembakan.
Sebaliknya, Verona yang mengandalkan serangam balik mampu menghasilkan dua peluang besar dari 14 tembakan yang dihasilkan. Verona bahkan memaksa kiper Juve, Michele Di Gregorio, menciptakan tiga penyelamatan.
Hasil imbang itu membantu Verona meraih dua poin dalam dua gim terakhir. Pekan lalu, Verona juga mengakhiri tren kemenangan tim promosi, Cremonese, dalam tiga gim pembuka musim 2025-2026.
”Saya sangat senang dengan gol ini. Saya juga menikmati reaksi stadion untuk gol pertama saya,” kata Orban kepada DAZN.
Pelatih Verona Paolo Zanetti menyebut performa timnya fantastis. Menurut dia, Verona sudah melakukan segala hal agar bisa memenangi laga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/21/4eb482e226f4a91ea74ea461c251a5e6-1000011749.jpg)
”Kami menunjukkan penampilan menganggumkan menghadapi tim top. Kami mencetak gol yang diperlukan untuk meraih poin, bahkan kemenangan gagal karena jarak inci,” kata Zanetti seperti dikutip La Gazzetta dello Sport.
Terlepas dari kekecewaan gagal menang, Tudor menyinggung keras kepemimpinan wasit Andrea Rapuano. Tudor mengatakan, Rapuano melakukan dua kesalahan fatal.
Pertama, ia menyoroti keputusan Rapuano menghukum Juve dengan penalti pada menit ke-44. Rapuano menunjuk titik putih karena bek sayap kanan Juve, Joao Mario, menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak penalti sendiri.
Tudor menyebut Mario tidak memiliki atensi untuk menyentuh bola dengan bagian terlarang tubuhnya.
”Bagaimana penalti bisa diberikan jika seorang pemain tidak melihat bola. Hanya orang yang tidak pernah bermain sepak bola yang menganggap itu penalti. Hukuman penalti itu memalukan,” ujarnya.
Kedua, Tudor mengkritik wasit akibat tidak memberikan Orban kartu merah atas pelanggaran kepada bek Juve, Federico Gatti, pada menit 45+2. Kala itu, Orban melanggar Gatti dalam situasi perebutan bola.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/21/f910b18f4a71a2da94e5f8b68c3ae8d8-1000011754.jpg)
Tayangan ulang memperlihatkan Orban mengangkat lengannya sehingga sikutnya mengenai wajah Gatti. Atas insiden itu, Rapuano hanya menjatuhi Orban kartu kuning.
”Itu seharusnya kartu merah. Saya melihat sendiri (insiden itu),” ucap Tudor.
Luca Marelli, eks wasit Liga Italia, dalam ulasannya kepada DAZN menganggap Rapuano mengambil keputusan keliru atas penalti Juve. Meskipun telah melalui penilauan ulang dari asisten wasit video (VAR), tambah Marelli, Juve tidak seharusnya dihukum penalti.
”Dalam tayangan ulang terlihat Mario menutup mata, kemudian bola mengarah ke tangannya. Saya tidak sepakat dengan keputusan wasit karena itu situasi bola tidak sengaja. Pemain tidak tahu arah bola,” kata Marelli.
Adapun untuk sikutan Orban, Marelli kembali sepakat dengan Tudor.
”Orban tidak melihat ke bola. Ia seperti memiliki niat untuk mengarahkan tangan ke kepala (Gatti), jadi keputusan tepat adalah kartu merah,” kata Marelli yang pernah bertugas sebagai wasit utama dalam 76 laga kompetisi profesional Italia periode 2005 hingga 2009.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari