Pelatih Brentford Thomas Frank telah mencuri sesuatu dari laga Arsenal versus Madrid untuk dibawa ke akhir pekan nanti. Brentford menyiapkan kejutan untuk Arsenal.
11 Apr 2025 20:06 WIB · Olahraga
LONDON, JUMAT — Di Stadion Emirates, dalam kemenangan besar Arsenal atas Real Madrid, ada seorang mata-mata yang nimbrung bersama puluhan ribu penonton. Orang itu adalah Thomas Frank, Pelatih Kepala Brentford. Dia datang demi menyiapkan kejutan untuk Arsenal.
Kehadiran Frank di tribune tidak terendus media. Sang pelatih mengungkap sendiri kisah tersebut dalam konferensi pers jelang bertamu ke markas Arsenal, pada Jumat (11/4/2025). ”Saya sebenarnya ada di pertandingan,” ujarnya saat ditanya soal laga perempat final Liga Champions itu.
Frank menjadi saksi langsung dua gol spektakuler gelandang Arsenal, Declan Rice, dari tendangan bebas. Menurut dia, Rice sangat cerdas pada gol pertama karena mampu memanfaatkan kerentanan pagar betis lawan. Untuk gol kedua, sang pelatih hanya bisa memuji karena eksekusi sangat sempurna.
Meskipun terkagum-kagum, Frank berkunjung ke Stadion Emirates bukan sebagai pendukung. Pria asal Denmark itu tidak punya keterikatan dengan Arsenal maupun Madrid. Dia datang karena akan menjadi lawan selanjutnya ”Si Meriam” di stadion yang sama, pada Sabtu (12/4/2025) pukul 23.30 WIB.
Frank pun mengambil sudut pandang Madrid. ”Untuk (gol) pertama, saya harap pagar kami sedikit berbeda, jadi dia (Rice) tidak bisa memanfaatkan sisi kosong. Gol kedua benar-benar hebat, akan sangat sulit ditahan. Akan tetapi, lebih baik jika Anda tidak memberikan tendangan bebas,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/09/c5c801504885fbc9af90cced41c39caa-Britain_Soccer_Champions_League_4_.jpg)
Arsenal tampil dominan saat membungkan Madrid 3-0, pada Rabu lalu. Di atas kertas, mereka seharusnya tidak kesulitan melawan Brentford yang jauh dari sisi kualitas. Namun, pendekatan defensif Brentford dan kebutuhan rotasi tim asuhan manajer Mikel Arteta bisa berpengaruh besar.
Frank pasti mengamati dengan saksama, betapa rapuh struktur pertahanan 4-4-2 yang ditampilkan Madrid. Struktur itu terlalu longgar dengan para pemain yang kurang disiplin menutup ruang, terutama duo penyerang Kylian Mbappe dan Vinicius Junior. Lini tengah mereka pun begitu mudah dilewati.
Brentford tidak akan membiarkan itu terjadi. ”Si Lebah” terbiasa memainkan pertahanan blok rendah dengan jarak antarpemain sangat rapat. Mereka belakangan menggunakan formasi 4-2-3-1, tetapi bisa berubah menjadi 5-4-1 saat bertahan jika terdapat ancaman lebih di sisi sayap.
Bukayo Saka, penyerang sayap Arsenal, merupakan salah satu faktor kejatuhan Madrid. Dia dibiarkan bebas untuk berduel dengan bek David Alaba. Skema satu lawan satu itu tidak ada dalam kamus Frank. Brentford selalu berupaya menang jumlah di sisi sayap dengan pertahanan zona.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/02/10/166efa03-0024-4062-8b41-58ce288c9ff5.jpg)
Sudah terbukti, pertahanan alot Brentford selalu menyulitkan Arsenal. Saka dan rekan-rekan memang bisa memenangi empat dari lima pertemuan terakhir. Namun, tiga di antaranya berakhir hanya dengan keunggulan satu gol. Margin tipis itu yang membuat Frank optimistis.
”Anda bisa melihat Arsenal luar biasa ketika bisa berada di level tertinggi. Mereka melakukannya di hadapan Madrid. Namun, kami percaya diri dengan pencapaian dua musim terakhir (di Stadion Emirates). Kami hanya kalah 1-2 musim lalu dan bisa imbang 1-1 setahun sebelumnya,” pungkas Frank.
Faktor rotasi tim akan memegang peranan penting dalam laga nanti. Arsenal akan kembali berkunjung ke kandang Madrid untuk laga kedua, Kamis depan. Adapun beberapa pemain kunci sempat mendapatkan perawatan dan harus ditarik pada tengah pekan lalu, antara lain, Rice dan Saka.
Situasi itu kurang ideal bagi ”Si Meriam”. Dengan lima pemain utama yang sedang cedera, mereka sulit menjaga standar kualitas permainan jika sedang rotasi. Hal tersebut terbukti akhir pekan lalu, ketika Arsenal ditahan tim peringkat ke-15 Everton 1-1 setelah unggul lebih dulu.
Posisi bek tengah menjadi yang paling sulit di rotasi. Setelah Gabriel Magalhaes cedera, mereka nyaris hanya memiliki Jakub Kiwior dan William Saliba. Bek sayap Ben White bisa bermain di posisi tersebut, tetapi dia dibutuhkan sebagai pelapis Jurrien Timber.
Untuk Arteta, godaan menurunkan skuad terbaik sangat besar. Walaupun peluang juara sangat tipis, Arsenal berhasil menipiskan jarak satu poin dari pemuncak klasemen Liverpool yang kalah pada pekan lalu. Mereka berharap bisa mengambil poin penuh dan menunggu Liverpool terpeleset lagi.
Arteta mengatakan, kondisi Rice dan Saka baik-baik saja. Mereka ditarik hanya untuk pencegahan cedera. Keduanya siap diturunkan lagi pada akhir pekan ini. ”Ada energi yang luar biasa besar setelah malam yang sangat istimewa itu. Sekarang bagaimana menggunakan momentum itu dan fokus penuh kami tertuju kepada Brentford,” ujarnya. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul