Rice Fenomenal, Arsenal Tidak Sedang Berkhayal

Dua tendangan bebas Declan Rice menginspirasi kemenangan terliar Arsenal atas Real Madrid. Laga diinspirasi Rice, tetapi dimenangi seisi skuad ”Si Meriam”.

09 Apr 2025 05:58 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

LONDON, RABU — Real Madrid dengan sigap menanti ancaman tendangan sudut Arsenal yang ditakuti seisi Inggris. Saat Madrid berhasil mengantisipasi, petaka justru datang dari skema bola mati lain, yaitu tendangan bebas. Arsenal patut berterima kasih kepada gelandang Declan Rice yang mempersembahkan sepasang gol spektakuler.

Arsenal seolah hidup di tanah fantasi. Sepanjang kariernya, dari 338 laga, Rice tidak pernah mencetak gol dari tendangan bebas langsung. Dia tiba-tiba mencetak dua gol sekaligus hanya dalam rentang 12 menit. Kedua tembakan itu membuat kiper kelas dunia Thibaut Courtois seperti seorang amatir.

Wajar saja, tidak akan ada satu pun penjaga gawang di kolong langit yang bisa menjangkau kedua sepakan tersebut. Di sepakan pertama, bola melengkung ke arah luar gawang sebelum berbelok masuk. Bek legendaris Madrid, Roberto Carlos, yang pernah menciptakan gol seperti itu, bahkan tampak terkejut dari tribune penonton.

Sepakan kedua Rice tidak kalah indah, mengarah ke sudut kanan atas gawang Courtois. Kylian Mbappe, megabintang Madrid, sampai melongo tidak percaya. Sepanjang sejarah fase gugur Liga Champions, menurut Opta, tidak ada pemain yang bisa mencetak dua tendangan bebas langsung dalam satu laga. Rice adalah yang pertama.

Sepasang gol Rice pada menit ke-58 dan ke-70 membuka keunggulan Arsenal. Itu pula yang menginspirasi kemenangan telak 3-0 Arsenal atas tim juara bertahan dalam laga pertama perempat final Liga Champions di Stadion Emirates, Rabu (9/4/2025) dini hari WIB. ”Saya tidak bisa berkata-kata (setelah bola masuk),” kata Rice.

Arsenal's Declan Rice scores his side's second goal during the Champions League quarterfinal first leg soccer match between Arsenal and Real Madrid at the Emirates Stadium in London, Tuesday, April 8, 2025. (AP Photo/Frank Augstein)

”Untuk mencetak gol pertama tendangan bebas di laga seperti ini adalah pencapaian spesial. Setelah mendapatkan tendangan kedua, saya sudah semakin percaya diri. Saya senang mengeksekusi itu karena terasa ajaib,” kata pemain kebanggaan tim nasional Inggris tersebut kepada BBC Sport.

Gol indah itu nyaris tidak tercipta. Rice dan rekan-rekan sempat memutuskan mengirimkan umpan silang ke kotak penalti. Kemudian, penyerang sayap Bukayo Saka melihat ada sedikit celah di pagar betis lawan yang hanya dijaga empat orang. Beruntung, keputusan diubah karena tendangan langsung terlihat lebih masuk akal.

Pesta Arsenal dan petaka Madrid berlanjut lima menit setelah itu. Gelandang Mikel Merino yang menjadi penyerang tengah darurat menambah keunggulan lewat sepakan terukur ke sisi kiri bawah gawang Courtois. Asis diberikan bek 18 tahun, Myles Lewis-Skelly, starter termuda kedua dalam sejarah perempat final Liga Champions.

Bagi tim asuhan Manajer Mikel Arteta, kemenangan itu terasa tidak nyata. Jangankan menang dan berpesta gol, sebelum laga mereka masih sibuk mengkhawatirkan lini pertahanan yang ditinggal bek Gabriel Magalhaes. Belum lagi lawan yang dihadapi adalah Madrid, peraih trofi Liga Champions terbanyak (15).

”Kami menampilkan performa hebat yang sangat komplet dan kolektif. Malam ini adalah tentang dua faktor, atmosfer yang kami ciptakan sebelum sepak mula. Saya belum pernah melihat itu sebelumnya. Lalu, momen magis individu yang menentukan hasil. Dua gol awal dari Declan merangkum isi malam ini,” ucap Arteta.

Real Madrid's head coach Carlo Ancelotti, right, and Real Madrid's Kylian Mbappe react end of the Champions League quarterfinal first leg soccer match between Arsenal and Real Madrid at the Emirates Stadium in London, Tuesday, April 8, 2025. (AP Photo/Frank Augstein)

Diinspirasi Rice, dimenangi seisi tim

Rice memang berperan sebagai sosok pemegang obor yang sukses memicu kebakaran di pertahanan tim tamu. Meskipun begitu, para pemain Arsenal lain berperan dalam menebar bensin. Gelandang Madrid Jude Bellingham mengamini itu, tim lawan jauh lebih unggul dari sisi permainan.

”Kami sama sekali tidak mendekati (mereka). Itulah faktanya dan Arsenal benar-benar hebat. Saya tahu dua gol mereka dari tendangan bebas, tetapi mereka seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol. Kami butuh sesuatu yang benar-benar istimewa di laga kedua, di rumah kami,” kata Bellingham, rekan Rice di timnas.

Fondasi kesuksesan Arsenal berawal dari dua aspek, lini pertahanan dan lini tengah. Empat bek sejajar tim tuan rumah sangat solid dalam menghadang transisi cepat Mbappe dan rekan-rekan. ”Si Meriam” bisa dengan nyaman menampilkan garis pertahanan tinggi tanpa khawatir diserang balik.

Walaupun sempat grogi dengan membuat salah umpan, bek Jakub Kiwior mampu tampil tangguh untuk menggantikan peran Gabriel. Penampilan terbaik di pertahanan diperlihatkan bek sayap Jurrien Timber. Dia sukses membuat Vinicius Junior nyaris tidak terlihat sepanjang laga. Vinicius pulang tanpa tembakan tepat sasaran.

Pertarungan di tengah tidak kalah penting. Arsenal mampu mengeksploitasi lini tengah Madrid yang berlubang. Pelatih Madrid Carlo Ancelotti menggunakan pendekatan 4-4-2 saat bertahan. Masalahnya, dua pemain terdepan, Mbappe dan Vinicius, tidak terlalu agresif dalam menekan ketika tanpa penguasaan.

Empat pemain Madrid di lini tengah pun mengemban beban berlebih. Situasi kurang ideal karena gelandang 39 tahun Luka Modric diturunkan sejak awal laga. Modric menggantikan Federico Valverde yang dipasang di bek sayap. Celah itu dieksploitasi gelandang Arsenal, khususnya Thomas Partey yang bertugas sebagai pembagi bola.

TOPSHOT - Arsenal's Dutch defender #12 Jurrien Timber battles for the ball with Real Madrid's Brazilian forward #07 Vinicius Junior during the UEFA Champions League Quarter final first leg football match between Arsenal and Real Madrid, at the Emirates Stadium, in London, on April 8, 2025. (Photo by Adrian Dennis / AFP)

Kemenangan di lini tengah membuat serangan Arsenal lebih efisien. Lihat saja jumlah tembakan tepat sasaran mereka yang mencapai 11 kali dari 12 percobaan. Madrid hanya mampu menguji kiper David Raya sebanyak 3 kali dari total 9 percobaan. Jika Arsenal punya penyerang tengah kelas dunia, skor bisa lebih kontras lagi.

Ancelotti berkata cukup senang dengan penampilan timnya selama paruh pertama, tetapi tidak setelah kemasukan. ”Reaksi kami sangat buruk (setelah tertinggal). Kami berhasil menjaga struktur dengan rapat pada beberapa waktu, tetapi tampil buruk juga pada beberapa momen. Penampilan di paruh kedua menurun drastis,” ujarnya.

Rasa frustrasi skuad Madrid diwakili gelandang Eduardo Camavinga. Dia diusir saat laga tersisa satu menit karena kartu kuning kedua. Camavinga menendang bola setelah pelanggaran diberikan untuk Arsenal. Pemain yang paling bekerja keras menutup lubang di lini tengah itu pun dipastikan absen pada laga kedua. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari