Medan Pertempuran Diplomatik di Ajang Balap Sepeda

Menyuarakan dukungan untuk Palestina di sepanjang etape balap sepeda Vuelta a Espana 2025.

14 Sep 2025 09:30 WIB · Internasional

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Balap sepeda mempunyai kasta tertinggi perlombaan yang disebut GranTour dan terdiri atas tiga ajang balapan. Giro d’Italia, Tour de France, dan Vuelta a Espana menempuh jarak lebih dari 3.000 kilometer yang dibagi ke dalam 21 etape atau tahapan. Setiap tahun, jutaan pasang mata akan melihat tiga perlombaan ini, baik langsung maupun lewat siaran televisi. 

Hal ini disadari betul oleh masyarakat yang rutin dilewati ajang balapan, seperti yang terjadi dalam lomba balap sepeda Vuelta a Espana 2025. Sebuah desa di barat laut Spanyol, yang menjadi tempat finis etape ke-15, menjadi ajang menyuarakan dukungan perjuangan Palestina dan kecaman terhadap serangan militer di Gaza. 

Pemandangan salah satu etape Vuelta a Espana, Rabu (10/9/2025).

Operasi militer Israel selama 23 bulan di wilayah Palestina, yang diluncurkan sebagai respons atas serangan mematikan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, telah memicu kemarahan banyak warga Spanyol. Protes di sela-sela Vuelta telah mendapatkan dukungan diam-diam dari pemerintah. Israel menuduh Spanyol berpihak pada Hamas karena hal ini. 

Ratusan warga mengibarkan bendera Palestina saat pebalap berlomba di akhir etape. Mereka berdiri tepat di tempat yang mereka tahu kamera televisi akan menyiarkan langsung pesan mereka ke seluruh dunia. Itu adalah tikungan terakhir sebelum garis finis etape ke-15. Di etape sebelumnya, seorang pengunjuk rasa yang membawa bendera Palestina berdiri terlalu dekat dengan rombongan pebalap hingga mengakibatkan insiden tabrakan sesama pebalap.

Pengunjuk rasa mengibarkan bendera Palestina dan berusaha mengganggu tahap kesebelas balapan bersepeda Vuelta a Espana, dari Bilbao ke Bilbao, Spanyol Rabu (3/9/2025).
Orang-orang memegang bendera Palestina dan duduk di jalan, setelah mengganggu tahap kesebelas Vuelta Spanyol, dari Bilbao ke Bilbao, Spanyol, Rabu (3/9/2025).
Pebalap tim Israel Premier Tech menghindari tongkat dan bendera yang dilemparkan pengunjuk rasa saat berlangsung Vuelta Spanyol, dari Bilbao ke Bilbao, Spanyol, Rabu (3/9/2025).
Polisi berjaga di depan rang-orang yang memegang bendera Palestina saat etape kesebelas balap sepeda Vuelta Spanyol, dari Bilbao ke Bilbao, Spanyol, Rabu (3/9/2025).
Seorang pria berdiri di dekat sepeda yang bergambar bendera Palestina dalam etape ke-20 Vuelta a Espana 2025, antara Robledo de Chavela dan Bola del Mundo, Sabtu (13/9/2025).

Unjuk rasa yang menargetkan tim milik Israel, Israel Premier Tech, telah berulang kali menjadi perhatian di ajang ini. Sejak dimulainya etape pertama sampai etape ke-20 yang berlangsung Sabtu (13/9/2025), ratusan masyarakat bergabung dengan aktivis terlihat berada di sepanjang rute lomba.

Di beberapa etape balapan yang diikuti lebih dari 180 pebalap ini telah dipersingkat dari yang seharusnya. Enam dari 10 hari pertama balapan terpaksa dipersingkat, beberapa bahkan dihentikan sebelum mencapai garis finis. 

Israel Premier Tech yang hanya punya satu pebalap berkewarganegaan Israel memutuskan menghapus nama tim dari seragam balapnya. Bagi tim ini, mengundurkan diri dari perlombaan juga suatu hal yang tidak mungkin. Dibentuknya tim ini bertujuan mempromosikan Israel melalui olahraga balap sepeda. Berkat tim ini, Israel berhasil menjadi tuan rumah Giro d’Italia pada tahun 2018.

Petugas polisi menahan seorang wanita saat para pengunjuk rasa Pro-Palestina berdemonstrasi di etape ke-18 Vuelta a Espana, Kamis (11/9/2025).

Mengganggu jalannya lomba

Bagi tim keamanan Vuelta a Espana 2025, mustahil untuk mengamankan seluruh rute yang melalui jalan berkelok-kelok dan sebagian besar dibatasi hutan. Beberapa pengunjuk rasa berhasil melompat pagar dan masuk ke jalur lomba. Para pebalap mengancam mengundurkan diri dari lomba jika keselamatan mereka kembali terancam.

Konfrontasi sesekali terjadi antara polisi, petugas keamanan, dan pengunjuk rasa. Tim balap sepeda juga mengecam beberapa aksi protes. Joxean Fernández Matxin, pimpinan tim UAE Emirates, mengatakan, beberapa dari pengunjuk rasa memukul pebalap dengan tiang bendera dan melemparkan paku payung ke arah mereka.

Para pengunjuk rasa pro-Palestina mengibarkan bendera dan berteriak saat peloton pebalap lewat di Poio pada awal etape ke-16 Vuelta a Espana, Spanyol, Selasa (9/9/2025).
Para pengunjuk rasa pro-Palestina mengibarkan bendera saat para pengendara menunggu dimulainya etape ke-15 Vuelta a Espana, Senin (7/9/2025).
Pebalap Tim Israel Premier-Tech memacu sepedanya di antara penonton yang mengibarkan bendera Palestina dalam etape ke-12 Vuelta a Espana, Kamis (4/9/2025).
Pebalap melaju melewati penonton dengan bendera Palestina di etape ke-18 Vuelta a Espana, Kamis (11/9/2025).
Bendera Palestina berkibar dalam etape ke-18 Vuelta a Espana, Kamis (11/9/2025).
Ratusan penonton pendukung Palestina berada di jalur yang akan dilalui pebalap Vuelta a Espana 202 antara Robledo de Chavela dan Bola del Mundo, di El Escorial, pada Sabtu (13/9/2025).

”Setiap orang berhak untuk protes, tetapi sangat disayangkan hal itu harus terjadi di sini dan dengan cara seperti ini. Kami tidak dapat menyelesaikan balapan,” kata pemimpin balapan Jonas Vingegaard, pemenang Tour de France dua kali, setelah finis etape ke-15 di hari Rabu yang dipersingkat.

Para pengunjuk rasa berencana untuk kembali beraksi pada hari Minggu saat balapan berakhir di Madrid. Pihak berwenang akan mengerahkan 1.500 polisi untuk tahap akhir, menambah 130 petugas yang sudah bertugas untuk balapan. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Iwan Setiyawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan