Penyiaran berita, foto, dan video dalam peristiwa penembakan di Amerika Serikat.
12 Sep 2025 13:45 WIB · Internasional
Peristiwa penembakan politisi muda sayap kanan Amerika Serikat, Charlie Kirk, saat berpidato di Kampus Utah, AS, Rabu (10/9/2025) waktu setempat, mengejutkan negara itu. Kirk berada di kerumunan dan sedang berlangsung sesi tanya jawab dengan banyak mahasiswa.
Tiba-tiba terdengar suara tembakan dan Kirk yang duduk di kursi tersungkur ke belakang. Publik berteriak, panik, dan berlarian. Tidak berapa lama, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kematiannya di platform Truth Socialnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/12/dec131ef-1004-426d-ab4e-a8102dcbe8ff_jpg.jpg)
Organisasi berita tradisional ataupun media arus utama (mainstream) bersikap hati-hati dalam liputan tentang kejadian itu. Mereka memberitakan pembunuhan politisi itu dengan tidak menggambarkan detail momen ketika Kirk ditembak. Mereka sangat berhati-hati dengan citra eksplisit. Ini telah menjadi standar internasional dalam banyak peliputan.
Namun, hal itu tidak banyak berarti. Video mengerikan tentang penembakan tersebut langsung beredar luas di internet. Bahkan video yang diunggah sangat beragam, dari berbagai sudut, dalam gerakan lambat dan kecepatan waktu yang nyata. Jutaan orang langsung menyaksikannya.
Video itu sangat mudah ditemukan di X, Facebook, Tiktok, Instagram, Youtube, dan bahkan di Truth Social, tempat Presiden Donald Trump mengunggah pernyataan resmi tentang kematian aktivis tersebut. Hal ini menggambarkan bagaimana peran ”penjaga gerbang” organisasi berita telah berubah di era media sosial.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/12/f89b7481-5202-4515-bea5-85b636e2e3ba_jpg.jpg)
Selama lebih dari 150 tahun, organisasi media seperti surat kabar dan jaringan televisi telah terbiasa dengan peran gate keeping atau penjaga gerbang dalam hal konten eksplisit. Mereka akan mempertimbangkan sebelum membuat keputusan editorial seputar peristiwa kekerasan untuk menentukan gambar dan kata apa yang akan muncul di platform media mereka.
Beragamnya kalangan pembaca menjadi salah satu pertimbangan utama. Namun, di era media sosial, ponsel pintar, dan unggahan video instan yang terfragmentasi, keputusan editorial oleh media lama kurang berdampak dibandingkan dengan sebelumnya.
Kirk bagi sebagian masyarakat adalah selebritas dan banyak mendapat perhatian masyarakat dalam kiprah politiknya. Tak heran, saat ia berpidato dan berada di tengah kerumunan, banyak dari yang hadir mengangkat telepon dan merekamnya. Video itulah yang banyak beredar.
Video-video segera diunggah dan diunggah ulang lagi oleh yang lain dengan sangat cepat. Sebagian warga yang muak dengan kekerasan menyuarakan agar tidak lagi menyebarkan video kejadian mengerikan itu, tetapi penyebarannya tidak bisa dibendung.
Youtube segera beraksi dan mengatakan pihaknya akan menghapus beberapa konten grafis yang terkait dengan acara tersebut jika tidak memberikan konteks yang memadai. Platform ini juga membatasi video sehingga tidak dapat dilihat oleh pengguna di bawah usia 18 tahun, dalam penjelasannya.
Aturan Meta tidak melarang penayangan video seperti penembakan Kirk, tetapi label peringatan diterapkan dan tidak ditampilkan kepada pengguna yang menyatakan berusia di bawah 18 tahun. Perusahaan induk Instagram, Facebook, dan Threads tidak memberikan komentar lebih lanjut.
Organisasi media TMZ mengunggah video Kirk yang di dalamnya terdengar suara tembakan dan suara ”Ya Tuhan”, tetapi bagian atas tubuh Kirk diburamkan. Video serupa dengan gambar Kirk yang diburamkan juga diunggah di situs web New York Post.
Dalam peristiwa ini, perhatian yang ditunjukkan oleh sebagian besar media berita mainstream mungkin tampak kuno. Namun, para pemimpin industri berita sangat menyadari pentingnya melindungi orang-orang dari gambar-gambar vulgar yang tidak mereka duga.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/12/5503fab4-2ab1-419d-86c5-96bdd2c85b70_jpg.jpg)
Peran sebagai gate keeping atau penjaga gerbang informasi yang selama ini dijalani media tradisional ataupun media mainstream tampak diuji dalam kasus Kirk ini.
(AP)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Heru Sri KumoroPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan