Kompas.id Brief

Melawan Jepang, Apakah Indonesia Berpeluang Menang?

Indonesia bakal menjalani pertarungan berat di Grup C pada putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 saat menjamu Jepang. Dukungan penuh penonton jadi keuntungan.

13 Nov 2024 17:00 WIB · Olahraga

Oleh Prasetyo Eko Prihananto

Apa yang bisa dipelajari dari artikel ini?

  1. Bagaimana peluang Indonesia lawan Jepang?
  2. Koneksi Belanda dalam pertemuan Indonesia vs Jepang
  3. Apakah pemain naturalisasi terbaru, Kevin Diks, bisa dimainkan?
  4. Bagaimana pandangan pemain Jepang terhadap timnas Indonesia?
  5. Bagaimana sejarah pertemuan Indonesia vs Jepang?
  6. Bagaimana hasil laga Indonesia sebelumnya?

Bagaimana peluang Indonesia lawan Jepang?

copy title

Tim nasional Indonesia bakal menjalani pertarungan tersulit di Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 saat jumpa Jepang, Jumat (15/11/2024) pukul 19.00 WIB, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Pengalaman sejumlah pemain kunci skuad ”Garuda” serta dukungan suporter adalah modal terbesar untuk mengejutkan tim langganan Piala Dunia itu.

Jika merujuk peringkat ranking FIFA terkini, jarak kualitas kedua tim bak bumi dan langit. Jepang adalah tim Asia dengan posisi tertinggi di peringkat ke-15, sementara Indonesia berada di posisi ke-130.

Namun, ranking FIFA itu sejatinya adalah ilusi dari kemampuan sesungguhnya yang dimiliki anak asuhan Shin Tae-yong. Perhitungan peringkat itu tentu merujuk historis performa tim ”Garuda” dalam beberapa tahun terakhir. Akan tetapi, satu tahun terakhir, Indonesia dihuni sejumlah pemain naturalisasi berkualitas apik.

Koneksi Belanda dalam pertemuan Indonesia vs Jepang

copy title

Duel kontra Jepang pada laga kelima Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026, Jumat (15/11/2024) pukul 19.00 WIB, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, merupakan adu gengsi pemain-pemain lulusan Liga Belanda. Delapan anggota skuad ”Garuda” sudah mengenal setidaknya lima pemain Jepang.

Sebanyak delapan pemain Indonesia yang pernah berlaga di Eredivisie, kompetisi kasta tertinggi sepak bola Belanda, adalah Maarten Paes, Shayne Pattynama, Jay Idzes, Calvin Verdonk, Kevin Diks, Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Ragnar Oratmangoen. Dari sejumlah nama itu menyisakan Calvin, Thom, dan Eliano yang masih bertahan di Belanda.

Kemudian, lima pemain Jepang yang memulai karier di Eropa melalui Eredivisie ialah Keito Nakamura, Ritsu Doan, Yukinari Sugawara, Ko Itokura, dan Koki Ogawa.

Apakah pemain naturalisasi terbaru, Kevin Diks, bisa dimainkan?

copy title

Setelah tiba di Jakarta, Selasa (12/11/2024) siang, bek asal Copenhagen, Kevin Diks, langsung bergabung latihan bersama tim nasional Indonesia, Selasa petang, di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta. Dari sesi latihan menjelang tiga hari kontra Jepang, Jumat (15/11/2024) pukul 19.00 WIB, Kevin disiapkan untuk mengisi pos bek sayap kanan.

Sebelum memulai latihan perdana dengan jumlah skuad lengkap 27 pemain, Pelatih Indonesia Shin Tae-yong memberikan pidato singkat untuk menyambut Kevin. Sambutan berdurasi sekitar 6 detik itu dibalas tepuk tangan oleh 23 pemain outfield yang membentuk lingkaran besar.

Kevin kemudian diminta berdiri di tengah-tengah lingkaran. Selanjutnya, kapten timnas Indonesia, Jay Idzes, juga menyambut rekan barunya itu. Seremoni sambutan singkat itu berdurasi akumulasi sekitar 12 detik. Setelah itu, pemain membentuk dua barisan untuk melakukan pemanasan lari mengeliling lapangan.

Bagaimana pandangan pemain Jepang terhadap timnas Indonesia?

copy title

Tim nasional Jepang telah memulai sesi latihan menjelang pertandingan keempat Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 kontra Indonesia, Jumat (15/11/2024), di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Enam pemain awal skuad ”Samurai Biru” telah tiba lebih awal di Jakarta bersama Pelatih Jepang Hajime Moriyasu.

Keenam pemain itu adalah satu kiper, Kosei Tani (Machida Zelvi, Jepang), serta lima pemain outfield, yaitu Yuto Nagatomo (FC Tokyo, Jepang), Kota Takai (Kawasaki Frontale, Jepang), Hiroki Sekine (Kashiwa Reysol, Jepang), Joel Chima Fujita (Sint-Truindense, Belgia), dan Ritsu Doan (SC Freiburg, Jerman). Mereka mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (11/11/2024) dini hari WIB.

Mereka memulai berlatih di Lapangan A Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, tepat pukul 17.00 WIB. Adapun Moriyasu tiba di lapangan setengah jam sebelum sesi latihan dimulai.

Serupa dengan pengalaman Kompas menyaksikan latihan Jepang pada Piala Dunia 2022 dan Piala Asia 2023 di Qatar, Moriyasu selalu menjadi orang pertama yang hadir di lapangan latihan Jepang. Sebelum bus pemain tiba, ia sudah menginjakkan kaki di lapangan.

Bagaimana sejarah pertemuan Indonesia vs Jepang?

copy title

Membicarakan rivalitas Indonesia dengan Jepang bisa dipisahkan dalam dua periode. Periode pertama tercipta pada dekade 1960-an hingga awal 1980-an, kemudian periode kedua tertuang pada dekade akhir 1980-an sampai kini.

Dalam periode pertama, Indonesia dengan Jepang ibarat ”Tom and Jerry”. Serupa dengan kartun kucing-tikus nan klasik itu, kedua tim sering saling mengalahkan. Tidak ada tim yang terlalu dominan.

Berdasarkan catatan Kompas, tim ”Garuda” mengemas enam kemenangan dari 15 duel menghadapi Jepang. Adapun tim ”Samurai Biru” juga mencatatkan tujuh hasil positif atas Indonesia, sedangkan dua laga lainnya berakhir imbang dengan skor identik, 1-1.

Menariknya, pada periode pertama ini, Indonesia mencatatkan kemenangan terbesar dalam rivalitas menghadapi Jepang. Pada pertemuan di babak penyisihan Merdeka Games Malaysia 1968 di Stadion Perak, Ipoh, Indonesia mencukur Jepang, 7-0. Skor kemenangan mutlak itu mustahil bisa diulangi lagi. Kemenangan itu bisa saja terulang apabila Jepang tak punya ambisi lagi di sepak bola.

Bagaimana hasil laga Indonesia sebelumnya?

copy title

Gagal memenuhi target membawa pulang minimal empat poin dari laga tandang kontra China dan Bahrain sepatutnya mengembalikan kesadaran PSSI dan pencinta tim nasional Indonesia. Skuad ”Garuda” masih jauh dari level tim yang layak berpartisipasi pada ajang akbar Piala Dunia.

Dari sisi kualitas tim dan materi pemain, China dan Bahrain adalah lawan yang paling realistis dikalahkan Indonesia di luar kandang, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Tak heran, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menargetkan koleksi minimal empat poin pada dua laga bulan Oktober ini.

Namun, target itu hanya menjadi sekadar harapan. Indonesia lengah pada pengujung laga melawan Bahrain, kemudian menelan kekalahan perdana di putaran ketiga dari China, 1-2, pada kualifikasi Piala Dunia 2026.


Kerabat Kerja

Penulis:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Editor:

Antonius Tomy Trinugroho
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .