Memetakan Pertarungan Turki, Iran, Israel, Rusia, dan AS Pasca-Assad Jatuh

Turki, Amerika Serikat, Rusia, Iran, dan Israel masih terus memainkan pengaruh demi kepentingan mereka di Suriah pasca-era Assad. Apa kepentingan negara-negara itu?

11 Des 2024 06:30 WIB · Internasional

Oleh Irene Sarwindaningrum

Bashar al-Assad telah lengser. Kelompok oposisi sedang memegang kendali Suriah. Rusia dan Iran telah kehilangan cantolan pengaruh di negara itu.

Namun, ketika rezim Assad sudah tumbang, mengapa Israel, Turki, dan Amerika Serikat masih terus melancarkan serangan udara ke sana. Kepentingan apa yang dimiliki negara-negara asing itu di Suriah?

Negara-negara besar selama berabad-abad bertempur guna mendapatkan pengaruh di wilayah yang kini dikenal sebagai Suriah itu. Secara geografis, posisi Suriah memang strategis. Letaknya berada di persimpangan di kawasan Timur Tengah, membentang dari Laut Tengah hingga Sungai Eufrat.

Dalam perang saudara di Suriah yang berlangsung selama 13 tahun, Iran, Rusia, dan kelompok Hizbullah dari Lebanon mendukung rezim Assad.

Sementara AS dan Turki mendukung berbagai kelompok oposisi lain yang banyak bermunculan di sana. Adapun Israel mempunyai kepentingan sendiri, yaitu melindungi diri dan dicurigai ingin memperluas wilayah kekuasaan.

Kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS), yang memimpin gerakan oposisi dalam menggulingkan Assad, menghadapi tugas berat untuk membangun kembali dan menjalankan negara yang hancur oleh perang dengan korban hampir setengah juta warganya itu.

Suriah juga akan membutuhkan bantuan miliaran dollar AS karena ekonomi negara yang terpuruk.

An arial view shows central Damascus' Umayyad Square as Syrians display the revolutionary flag to celebrate on the second day of the insurgents' takeover of the city in Damascus, Syria, on Monday, Dec. 9, 2024. (AP Photo/Ghaith Alsayed)

Langkah pertama HTS dalam masa transisi ini adalah membebaskan para tahanan dari penjara-penjara rezim Assad, termasuk dari penjara Sednaya yang sering disebut sebagai rumah jagal manusia. 

Pada Selasa (10/12/2024), Ahmed al-Sharaa, yang lebih dikenal sebagai Abu Mohammed al-Golani, pemimpin HTS, mengatakan bahwa otoritas yang baru akan mengumumkan daftar mantan pejabat senior yang terlibat dalam penyiksaan rakyat Suriah.

”Kami akan menawarkan hadiah kepada siapa pun yang memberikan informasi tentang perwira tinggi militer dan keamanan yang terlibat dalam kejahatan perang,” kata Golani dalam sebuah pernyataan di Telegram.

Rezim Assad, yang telah berkuasa sejak 1971, dikenal sebagai salah satu dinasti paling kejam di Timur Tengah. Ratusan ribu tahanan politik ditahan dalam kondisi yang mengerikan. Banyak tahanan dibunuh dalam eksekusi massal selama perang saudara.

Kini, setelah serangan kilat kelompok oposisi yang meruntuhkan pemerintahan Assad, negara-negara asing terus berebut pengaruh dalam era baru negara itu. Namun, untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, langit Suriah kosong dari pesawat pengebom Suriah dan Rusia.

Pasca-Assad lengser, serangan dilancarkan terus oleh Israel, Turki, dan Amerika Serikat.

Turki

Turki memiliki dua kepentingan utama di Suriah, yaitu suku Kurdi dan isu pengungsi. Suriah timur adalah rumah bagi populasi etnis Kurdi yang cukup besar. Bagi Pemerintah Turki, kelompok ini dinilai sebagai ancaman karena dianggap bersekutu dengan kelompok separatis Kurdi di kawasan Turki sendiri.

Turki juga menampung hampir 4 juta pengungsi Suriah yang melarikan diri dari penganiayaan rezim Assad. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ingin mereka keluar dari Turki dan kembali ke Suriah.

A young Syrian resident who lives in Turkey wait with his belongings at Cilvegozu crossborder gate before entering in Syria at Reyhanli district in Hatay, on December 9, 2024. Islamist-led rebels declared on December 8, 2024, that they have taken the Syrian capital in a lightning offensive, sending President Bashar al-Assad fleeing and ending five decades of Baath rule in Syria. (Photo by Ozan KOSE / AFP)

Ankara juga berjanji untuk membantu para migran Suriah di Turki. Sejak tergulingnya Assad, ratusan ribu pengungsi telah berkumpul di perbatasan Turki untuk kembali ke tanah air mereka.

Turki dulunya merupakan pusat Kekaisaran Ottoman yang wilayahnya mencakup sebagian besar Suriah. Selama perang saudara, Turki mendukung kelompok oposisi yang menguasai wilayah di sepanjang perbatasan Suriah-Turki. Salah satunya adalah HTS.

Tak jelas apakah Turki menyetujui serangan kelompok tersebut.

Hubungan terdekat Ankara dengan Damaskus adalah Tentara Nasional Suriah (SNA). Kelompok oposisi ini berfungsi hampir sebagai pasukan proksi bagi Turki. Di masa lalu, pimpinan kelompok tersebut mengatakan bahwa mereka menerima dana dan senjata dari Ankara.

Sebagai balasannya, SNA mencegah suku Kurdi di Suriah mendekati perbatasan Turki. Saat HTS menguasai Damaskus, pertempuran berkobar antara SNA dan milisi Kurdi di Suriah timur laut, yang berpusat di kota Manbij. Kota Manbij dikuasai milisi Kurdi di dekat perbatasan dengan Turki. Milisi Kurdi didukung oleh AS.

Berbatasan langsung dengan Suriah sepanjang 911 kilometer, Turki adalah kekuatan asing dengan akses dan pengaruh terbesar di Suriah. Selepas Assad tumbang, ada kemungkinan serangan Turki terhadap milisi Kurdi di Suriah semakin besar. Begitu pula, peluang kembalinya para pengungsi Suriah dari Turki.

Turki telah menegaskan tidak akan membiarkan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) serta Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) mengambil keuntungan dari situasi di Suriah saat ini.

FILE - Turkish President Recep Tayyip Erdogan speaks during a joint statement to the media in Baghdad, April 22, 2024. Turkey on Thursday, May 2, suspended all imports and exports to Israel citing the country's ongoing military action in Gaza and vowed to continue to impose other measures until the Israeli government allows the flow of humanitarian to the region. (Ahmad Al-Rubaye/Pool Photo via AP, File)

Meskipun mendukung oposisi Suriah, Erdogan bersikeras bahwa Turki tidak berminat untuk memperluas jangkauannya ke Suriah. ”Turki tidak mengincar wilayah negara lain,” katanya.

”Satu-satunya tujuan operasi lintas batas kami adalah untuk menyelamatkan tanah air kami dari serangan teroris,” ujar Erdogan mengacu pada serangan yang menargetkan milisi Kurdi, Unit Perlindungan Rakyat (YPG) yang bermarkas di Suriah timur laut.

Israel

Kepentingan Turki di Suriah bersaing dengan kepentingan Israel. Namun, kedua negara telah menetapkan batas mereka.

Israel telah berperang tiga kali dengan Suriah. Mereka sekarang menguasai sebagian besar wilayah pegunungan di barat daya Suriah yang dikenal sebagai Dataran Tinggi Golan.

Aneksasi Israel di wilayah itu tak diakui oleh PBB dan komunitas internasional. Hanya AS, yang ditetapkan pada era Presiden Donald Trump, mengakui penguasaan Israel atas Dataran Tinggi Golan.

Selama perang saudara Suriah, Israel berkali-kali melancarkan serangan udara terhadap gudang senjata dan personel Iran dan Hizbullah di Suriah. Pada April 2024, misalnya, Israel mengebom gedung Kedutaan Besar Iran di Damaskus, menewaskan pejabat senior militer dan intelijen Iran.

Israeli soldiers walk up the hill inside the buffer zone that separates the Israeli-annexed Golan Heights from the rest of Syria on December 9, 2024. Israel's Foreign Minister Gideon Saar said on December 9 that his country's military takeover of the buffer zone along its border with Syria was a "limited and temporary step" after Prime Minister Benjamin Netanyahu announced the previous day that he had ordered the army to "take control" of the zone, following the fall of Syrian president Bashar al-Assad. (Photo by Menahem KAHANA / AFP)

Dalam beberapa jam setelah jatuhnya rezim Assad, Israel mengerahkan pasukan ke Dataran Tinggi Golan dan maju melampaui zona demiliterisasi. Tindakan militer ini merupakan upaya pertama Israel memasuki wilayah Suriah secara terbuka sejak Perang Oktober 1973.

Israel juga telah melancarkan serangan udara terhadap gudang senjata kimia di dalam wilayah Suriah, beserta lokasi pertahanan udara dan rudal. Organisasi Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) yang berpusat di Inggris mengatakan, pada Selasa, Israel telah menghancurkan lokasi militer terpenting di Suriah dengan sekitar 250 serangan udara sejak jatuhnya rezim Assad.

Serangan Israel tersebut menargetkan bandara dan gudang, skuadron pesawat, radar, stasiun sinyal militer, dan beberapa depot senjata dan amunisi.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar membenarkan serangan terbaru Israel itu. Ia mengatakan, Israel menyerang lokasi yang diduga memiliki senjata kimia dan roket jarak jauh di Suriah untuk mencegah jatuhnya fasilitas berbahaya itu ke tangan pihak yang bermusuhan dengan Israel.

Israel menyatakan pasukannya di zona penyangga di perbatasan Suriah hanya sementara.

Iran

Hubungan Iran dengan Suriah sudah terjalin hampir 50 tahun, sejak era Hafez al-Assad, ayah Bashar al-Assad. Ia mendukung Iran dalam perang delapan tahun dengan Irak.

Suriah menjadi satu-satunya negara yang menjadi bagian dari ”Poros Perlawanan” yang dijalin Iran untuk mengimbangi pengaruh AS dan Israel. Iran telah menjalankan strategi membangun ”Poros Perlawanan” selama puluhan tahun untuk melawan Israel.

Suriah menjadi rute utama pasokan logistik Iran melalui darat untuk mengangkut senjata dari Teheran ke Hizbullah di Lebanon. Sebagai balasannya, Iran mengirim penasihat-penasihat militer untuk mendukung rezim Assad selama perang saudara.

Beberapa jam setelah jatuhnya Assad pada Minggu (8/12/2024) pagi, Iran mengatakan, pihaknya mengharapkan hubungan dengan Damaskus akan terus berlanjut berdasarkan pendekatan yang berwawasan jauh dan bijaksana. Iran juga menyerukan pembentukan pemerintahan inklusif yang mewakili semua segmen masyarakat Suriah.

(FILES) This file handout picture provided by the office of Iran's Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei on May 08, 2022 shows him (R) greeting Syrian President Bashar al-Assad (L) in Tehran. Islamist-led rebels declared that they have taken Damascus in a lightning offensive on December 8, 2024 sending President Bashar al-Assad fleeing and ending five decades of Baath rule in Syria. (Photo by KHAMENEI.IR / AFP) / === RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / HO / KHAMENEI.IR" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS ===

Untuk mencapai tujuan tersebut, Kementerian Luar Negeri Iran menyerukan pembentukan pemerintahan inklusif yang mewakili seluruh rakyat Suriah.

”Republik Islam Iran mendukung mekanisme internasional berdasarkan Resolusi PBB 2254 dalam proses politik di Suriah, seperti yang telah dilakukannya di masa lalu, dan terus terlibat secara konstruktif dengan PBB,” kata pernyataan Kemenlu Iran, seperti dikutip kantor berita Iran, IRNA.

Pernyataan itu menekankan keamanan semua warga negara Suriah dan warga negara asing sesuai dengan hukum internasional. Iran juga menyerukan pentingnya perlindungan bagi mereka yang berada di tempat-tempat suci dan keagamaan.

Rusia

Hubungan Rusia dengan Suriah dimulai sejak era Uni Soviet. Pada akhir Perang Dingin, Rusia melihat pemerintahan Assad sebagai sekutu penting di Timur Tengah. Hubungan erat Rusia-Suriah dapat memberikan penyeimbang terhadap kehadiran AS yang saat itu telah mengakar kuat di negara-negara Arab. 

Selama perang saudara Suriah, Rusia mendukung Assad terus berkuasa. Rusia juga melihat pemimpin Suriah sebagai benteng melawan dari Al Qaeda dan NIIS.

Rusia menjual senjata kepada pemerintahan Assad, mengerahkan milisi dari kelompok Wagner Rusia, memperluas pangkalan angkatan lautnya di Tartus, Suriah, dan membuka pangkalan udara di dekat Damaskus.

Dengan jatuhnya rezim Assad, Rusia bisa kehilangan banyak pengaruhnya di Suriah. Namun, analis mengatakan, Rusia mungkin akan mencoba mempertahankan pangkalannya di Tartus.

Russia Syria Explainer

Pangkalan di Tartus penting karena merupakan satu-satunya pangkalan di Laut Tengah bagi Armada Laut Hitam Rusia. Untuk itu, Rusia mengirim sinyal rekonsiliasi dengan kelompok-kelompok oposisi yang sekarang menguasai Suriah.

Kantor berita Rusia, Interfax, melaporkan, Moskwa telah menyatakan akan merespons keras setiap serangan terhadap pangkalan militernya di Suriah.

Quote

Suriah sekarang sedang menyaksikan era perubahan baru, fase sejarah baru dalam sejarahnya dan rakyat Suriah berharap untuk mendirikan negara yang bebas, setara, supremasi hukum, demokrasi.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengonfirmasi Presiden Rusia Vladimir Putin telah memberikan suaka kepada Assad. Ia menolak mengomentari keberadaan Assad secara spesifik. Peskov juga mengatakan, Putin belum berencana untuk menemui Assad.

Amerika Serikat

Hubungan AS-Suriah tidak pernah bersahabat. Amerika Serikat memutuskan hubungan diplomatik pada tahun 1967 selama perang Arab-Israel. Selanjutnya, AS menempatkan Suriah dalam daftar negara sponsor terorisme pada tahun 1979.

Kepentingan utama AS di Suriah sekarang ini adalah agar NIIS tak bangkit lagi. Saat ini NIIS masih bercokol di wilayah timur laut dan tengah Suriah. Pada 2019, Presiden Trump menarik sebagian besar pasukan AS keluar dari Suriah.

Saat ini masih ada sekitar 1.000 anggota pasukan Operasi Khusus AS di Suriah. Mereka bekerja sama erat dan melatih pasukan Kurdi Suriah.

US soldiers in a armoured vehicle patrol near the Rumaylan (Rmeilan) oil fields in Syria’s Kurdish-controlled northeastern Hasakeh province, on October 5, 2020. – The major Rmeilan field, located near a US airbase, has been among the Syrian Kurds’ most prized assets since regime forces withdrew early on in the war. (Photo by Delil SOULEIMAN / AFP)

Presiden AS Joe Biden mengonfirmasi bahwa AS telah melancarkan serangan udara di Suriah guna mencegah NIIS bangkit di tengah kekosongan kekuasaan yang terjadi saat penggulingan Assad.

Biden mengatakan, AS akan mendukung wilayah tersebut jika ada ancaman yang datang dari Suriah selama periode transisi ini. ”Kami memiliki pandangan yang jelas bahwa NIIS akan mencoba memanfaatkan kekosongan apa pun untuk membangun kemampuan kembali, untuk menciptakan tempat berlindung yang aman,” kata Biden. ”Kami tidak akan membiarkan itu terjadi.”

Di sela-sela pertemuan tertutup Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Senin, Duta Besar Suriah untuk PBB Koussay Aldahhak mengatakan, sembari menunggu terbentuknya pemerintahan baru, Perwakilan Tetap Suriah di PBB telah menerima instruksi untuk melanjutkan peran mereka.

”Suriah sekarang sedang menyaksikan era perubahan baru, fase sejarah baru dalam sejarahnya dan rakyat Suriah berharap untuk mendirikan negara yang bebas, setara, supremasi hukum, demokrasi,” kata Aldahhak.

Diplomat AS dan Rusia yang mengikuti pertemuan itu mengatakan, DK PBB bersuara bulat menjaga kedaulatan dan integritas teritorial Suriah. Sebuah pernyataan bersama terkait hal itu tengah disusun.

”Tidak seorang pun menduga pasukan Suriah akan jatuh seperti rumah kartu dan itu mengejutkan banyak orang,” kata Wakil Duta Besar AS untuk PBB Robert Wood.

”Situasinya sangat tidak menentu, tetapi hampir semua orang berbicara tentang perlunya kedaulatan, integritas teritorial, dan kemerdekaan Suriah dihormati, serta kekhawatiran tentang situasi kemanusiaan,” ujarnya. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Irene Sarwindaningrum
 | 

Editor:

Muhammad Samsul Hadi
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan