Ambil Kesempatan dalam Kesempitan, Israel Perluas Pencaplokan Suriah

Saat Suriah sedang kacau, Israel mengambil kesempatan dalam kesempitan dengan menduduki  zona penyangga Dataran Tinggi Golan. Tank Israel mendekati Damaskus.

10 Des 2024 17:15 WIB · Internasional

Oleh luki aulia

TEL AVIV, SELASA —Israel memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan dengan tumbangnya Presiden Suriah Bashar al-Assad. Tank Israel terpantau 25 kilometer dari Damaskus, jet-jet tempur melancarkan ratusan serangan dalam tiga hari terakhir.

Media Israel, The Jerusalem Post dan Times of Israel, melaporkan, tank Israel mendekati Damaskus pada Selasa (10/12/2024) dini hari. Dengan kata lain, tank Israel bergerak 50 kilometer dari perbatasan sah Israel-Suriah.

Tank-tank itu terlihat beberapa jam setelah Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengungkap perintah agar pasukan Israel menduduki zona penyangga di perbatasan Israel-Suriah. Zona penyangga versi Israel merupakan wilayah di antara Dataran Tinggi Golan hingga, antara lain, Khan Arnabeh dan Gunung Hermon.

Sementara menurut komunitas internasional, Dataran Tinggi Golan merupakan wilayah Suriah. Lebih dari 60 tahun terakhir, Israel secara ilegal mencaplok Dataran Tinggi Golan.

Pada 1974, Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan area 235 kilometer persegi di perbatasan Suriah-Israel. Zona penyangga itu harus dibebaskan dari militer Israel-Suriah. PBB menempatkan pasukan penjaga, UNDOF, di zona itu.

Pekan ini, Israel menunjukkan tidak puas hanya mencuri Dataran Tinggi Golan. Kehadiran tank-tank Israel hingga hampir 25 kilometer dari pinggiran Damaskus menunjukkan Israel mau mencuri lebih banyak wilayah Suriah. Militer Israel, Tzahal, membenarkan pengerahan itu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkilah, kesepakatan 1974 dibuat dengan Pemerintah Suriah. Dengan kejatuhan Bashar al-Assad, Israel menganggap kesepakatan itu batal dan Israel boleh menduduki zona penyangga. Apalagi, pasukan Suriah meninggalkan zona itu selepas Assad jatuh.

An Israeli soldier walks past tanks deployed near the Israel-Syria border in the Israel-annexed Golan Heights on December 8, 2024. Islamist-led rebels declared that they have taken Damascus in a lightning offensive on December 8, sending President Bashar al-Assad fleeing and ending five decades of Baath rule in Syria. (Photo by Jalaa MAREY / AFP)

Padahal, Wakil Tetap Israel di Perserikatan Bangsa-bangsa Danny Danon menyatakan bahwa Israel tetap berpegang pada kesepakatan 1974. Pengerahan pasukan Israel ke zona itu disebut sebagai langkah sementara untuk menanggapi ketidakstabilan di Suriah.

Ia tidak menyebutkan arti dari ”sementara”. Pendudukan sebagian wilayah Suriah, Lebanon, dan Palestina menunjukkan Israel mencaplok wilayah negara lain selama puluhan tahun.

Sementara Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric mengatakan, tidak boleh ada aktivitas militer di zona penyangga. Apa pun yang terjadi, kesepakatan 1974 harus dipatuhi.

Serang pangkalan

Israel tak cuma mengerahkan pasukan darat. Pada Selasa siang terungkap, Israel melancarkan lebih dari 300 serangan udara ke Suriah pada Selasa dini hari.

Israel juga telah melancarkan rangkaian serangan udara ke Suriah pada hari-hari sebelumnya. Sejumlah pihak menyebut, setidaknya 100 serangan udara dilancarkan Israel ke Suriah pada Senin. Sasarannya termasuk pangkalan udara Mezzeh di pinggiran Damaskus.

Sementara sejumlah pejabat Suriah menyebut, Israel antara lain menyerang pangkalan udara Qamishli dan Lanud Shinshar. Israel juga menyerang bandara Aqrba.

Israeli tanks and armoured vehicles line up the area outside the Druze village of Majdal Shams on the fence with the buffer zone that separates the Israeli-annexed Golan Heights from the rest of Syria on December 9, 2024. Israel's Foreign Minister Gideon Saar said on December 9 that his country's military takeover of the buffer zone along its border with Syria was a "limited and temporary step" after Prime Minister Benjamin Netanyahu announced the previous day that he had ordered the army to "take control" of the zone, following the fall of Syrian president Bashar al-Assad. (Photo by Menahem KAHANA / AFP)

Sejumlah lokasi lain di Damaskus juga menjadi sasaran serangan Israel. Salah satunya Pusat Riset dan Pengetahuan Suriah, SSRC, di kawasan Barzeh.

Berbeda dari serangan ke negara lain, Tzahal mengakui menyerang berbagai lokasi di Suriah. Tak cuma darat dan udara, Tzahal juga mengerahkan kapal perang untuk menyerang pangkalan laut Suriah. Tzahal mengakui menghancurkan sejumlah kapal perang Suriah yang sedang berlabuh.

Para pengamat menduga Israel akan terus melakukan serangan terhadap target-target di seluruh Suriah. Israel berencana menjangkau Druze Suriah, kelompok minoritas yang juga tinggal di Israel, Jordania, dan Lebanon.

Kementerian Luar Negeri Mesir menuduh Israel memanfaatkan kekosongan kekuasaan di Suriah untuk menduduki lebih banyak wilayah Suriah dan melanggar hukum internasional. Arab Saudi juga secara terpisah mengkritik Israel karena merusak peluang Suriah memulihkan keamanan, stabilitas, dan integritas wilayahnya.

Qatar dan Irak juga mengecam perampasan tanah oleh Israel di Suriah dekat Dataran Tinggi Golan itu. Menurut Qatar, serangan Israel itu perkembangan yang berbahaya dan jelas melanggar kedaulatan dan persatuan Suriah serta pelanggaran hukum internasional. (AFP/AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

luki aulia
 | 

Editor:

Kris Mada