Manchester United sering kali ”merusak” pemain baru dengan harga transfer yang terlalu tinggi. Apakah hal itu akan kembali terulang dalam kasus Bryan Mbeumo?
19 Jul 2025 08:04 WIB · Olahraga
Antony, Casemiro, hingga Rasmus Hojlund. Itu adalah nama-nama pemain Manchester United yang didatangkan dengan harga terlampau mahal dalam beberapa tahun terakhir. Saking sering diperdaya dalam pembelian pemain, kekhawatiran MU kembali muncul di jendela transfer kali ini.
Tepatnya dalam pembelian penyerang sayap Brentford, Bryan Mbeumo. Menurut The Athletic, MU dengan Brentford sudah menyepakati nilai transfer total 71 juta poundsterling (Rp 1,55 triliun) pada Jumat (18/7/2025) WIB. Pembayaran akan dilakukan dalam empat tahap.
MU sebenarnya sudah dua kali menawar Mbeumo dengan paket senilai 55 juta dan 62,5 juta poundsterling. Namun, semuanya ditolak Brentford. Tidak punya opsi pemain lain, MU meluncurkan penawaran ketiga yang bisa menjadikan Mbeumo sebagai pemain termahal keenam dalam sejarah klub.
Harga Mbeumo menjadi perdebatan di media sosial. Bukan hanya jauh di atas harga pasar yang tidak lebih dari 50 juta poundsterling, sang pemain juga tinggal menyisakan kontrak setahun lagi bersama Brentford. Idealnya, MU bisa memegang kendali dalam negosiasi.
Harganya langsung dibandingkan dengan sayap lain, seperti Anthony Elanga, Mohammed Kudus, dan Noni Madueke. Mereka pindah dengan harga tidak lebih dari 55 juta poundsterling. Padahal, usia mereka jauh di bawah Mbeumo. Adapun Mbeumo akan berusia 26 tahun pada 7 Agustus nanti.
Faktor yang membuat Mbeumo cukup sepadan dengan harganya adalah kontribusi gol pada musim lalu. Pemain asal Kamerun itu menyumbang 20 gol dan 7 asis di Liga Inggris. Jumlah gol dan asis Mbeumo hanya kalah dari Alexander Isak (Newcastle United) dan Mohamed Salah (Liverpool).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/10/28/0546851f-3dcd-41f9-b826-409f82fc4df2_jpg.jpg)
Di skuad MU musim lalu, tidak ada satu pemain pun yang bisa menghasilkan dua digit gol. Gelandang serang Bruno Fernandes dan penyerang sayap Amad Diallo merupakan yang tersubur dengan sumbangan masing-masing delapan gol. Sosok pembeda di lini serang itu yang diharapkan dari Mbeumo.
Menariknya, kontribusi gol dan asis dari Mbeumo mampu menghasilkan 22 poin tambahan untuk Brentford pada musim lalu. Dibandingkan Mbeumo, hanya Salah yang memenangkan poin lebih banyak di liga (38) dengan produksi 29 gol dan 18 asis. Dia terbukti bisa menjadi pembeda.
Gary Neville, mantan bek MU, berkata, adaptasi selalu menjadi masalah pemain baru MU. Mulai dari Antony hingga Hojlund tidak bisa menunjukkan performa serupa di klub lama masing-masing. Menurut dia, perbedaan karakter dan gaya main di Inggris sangat berpengaruh.
Neville pun meyakini, MU membutuhkan pemain yang sudah siap tampil di Liga Inggris, seperti Mbeumo dan pembelian sebelumnya Matheus Cunha. ”Mereka sudah berpengalaman, memainkan banyak laga di sini, dan profil tepat yang dibutuhkan MU,” ujarnya kepada Sky Sports.
Masalahnya, Mbeumo tidak pernah mencetak dua digit gol di Liga Inggris sebelum musim lalu. Dia sudah tampil sejak musim 2021-2022, tetapi hanya maksimal menghasilkan sembilan gol dalam semusim. Pertanyaan pun muncul, kemampuannya sudah meningkat atau hanya fenomena satu musim?
Jumlah nilai peluang Mbeumo meningkat pada musim lalu, tetapi tidak terlalu signifikan. Dia mencatat 12,3 xG (expected goals). Di tiga musim sebelumnya, dia menghasilkan sekitar 9,3-9,8 xG. Perbedaan paling jelas terlihat di efisiensi dan bagaimana Mbeumo menerjemahkan peluang.
Mbeumo tercatat sebagai pemain paling efisien di depan gawang. Dia menghasilkan selisih terbaik antara nilai xG dan jumlah gol di liga musim 2024-2025, yaitu +7,7. Idealnya, peluang-peluang Mbeumo hanya bisa menghasilkan 12 gol, tetapi dia mampu melampaui itu dengan koleksi 20 gol.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/01/20/5faefe03-ab4d-4633-9867-ac209908085f_jpg.jpg)
Penerjemahan statistik tersebut cukup kompleks, bisa berarti positif atau sebaliknya. Sebab, ada dua faktor yang menyebabkan surplus besar di dalam selisih nilai xG dengan jumlah gol. Pertama, pemain itu benar-benar tajam. Kedua, sang pemain sangat beruntung.
Terbukti, sangat sulit untuk konsisten mencatat surplus di aspek tersebut setiap musim. Gelandang Manchester City, Phil Foden, contohnya. Dia mencatat selisih terbaik di musim 2023-2024 (+8,6) saat mengoleksi 19 gol. Namun, selisih itu menipis drastis di musim lalu dengan 7 gol dari 5,2 xG.
Salah satu hal yang bisa membuat MU sedikit tenang adalah perkembangan Mbeumo. Kontribusinya tidak pernah turun, dari 4 gol (2021-2022), 9 gol (2022-2023 dan 2023-24), hingga musim lalu. ”Saya masih berkembang setiap hari ketika menginjak lapangan. Tidak ada batas dalam diri saya,” katanya kepada BBC Sport, Juni lalu.
Terlepas dari harga, MU sebenarnya mendapatkan pemain yang sesuai dengan kebutuhan. Mbeumo bisa menawarkan ketajaman yang tidak ada di skuad musim lalu dan kehadiran pesaing untuk Diallo. Lagi pula, mereka juga tidak punya banyak pilihan di tengah pasar bebas pemain sayap.
Tim asuhan Pelatih Ruben Amorim itu kalah bersaing dengan klub-klub besar lain. MU tidak punya keistimewaan bermain di Eropa pada musim depan. Mereka juga sedang masa transisi yang penuh gejolak. Adapun Mbeumo sudah memilih MU sejak rumor transfer berembus.
Hanya saja, sejarah MU agak kurang baik ketika membeli pemain di atas harga selayaknya. Harga memengaruhi ekspektasi dari penggemar dan beban terhadap pemain. Antony sudah membuktikan itu. Setelah melepas embel-embel pemain termahal kedua MU, dia tampil begitu baik di Real Betis. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto