Langkah LKG BRI Indonesia Terhenti di 16 Besar Piala Gothia 2025

Menjadi 16 tim terbaik dari 250 peserta Boys15 Piala Gothia 2025 jadi capaian LKG BRI Indonesia. Cedera menjegal harapan membawa pulang trofi.

18 Jul 2025 22:41 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar dari Gothenburg, Swedia

GOTHENBURG, KOMPAS - Perjalanan tim LKG BRI Indonesia terhenti di babak 16 besar Piala Gothia 2025 di Gothenburg, Swedia. Duta Inggris, Skouted FC, memberikan pelajaran penting bagi calon pesepak bola nasional Indonesia dengan kekalahan 1-4 di Lapangan Lemmingvallen 2, Gothenburg, Swedia, Jumat (18/7/2025).

Kemampuan individu Skouted menjadi kunci keunggulan mereka atas tim LKG BRI Indonesia. Laga baru berjalan dua menit, mereka sudah unggul melalui sepakan penyerang sayap, Ashton Forbes. Pemain bernomor punggung 16 itu menambah keunggulan timnya di menit ke-16.

Kemudian, Cristiano Soares mempertegas keunggulan timnya sebelum turun minum pada menit ke-24. Gol keempat Skouted dihasilkan Alexandru Zinici melalui tembakan bebas.

"Laskar Kera Sakti" mendapatkan gol hiburan pada menit ke-58. Gelandang serang dan kapten tim, Oksal Kristian Gani, menghasilkan gol melalui eksekusi penalti. Hukuman titik putih diberikan wasit setelah Oksal didorong oleh pemain belakang Skouted.

Meskipun gagal menggapai mimpi mereka membawa pulang trofi, skuad LKG BRI Indonesia pantas menegakkan kepala meninggalkan Piala Gothia. Mereka masuk dalam 16 tim terbaik dari kategori Boys15 yang diikuti oleh 250 tim. B15 adalah kategori yang paling banyak peserta pada Piala Gothia 2025 yang merupakan edisi 50 tahun.

Duel perebutan bola pemain LKG BRI Indonesia dengan Skouted FC pada babak babak 16 besar Piala Gothia 2025, Jumat (18/7/2025) di Lapangan Lemmingvallen, Gothenburg, Swedia. Laskar Kera Sakti tumbang 1-4.

Bagi tim Liga Kompas U-14, perjalanan menembus perdelalan final sudah lebih baik sejak edisi 2019. LKG BRI Indonesia gagal mengulangi capaian terbaik menembus final yang tercipta oleh perwakilan Liga Kompas U-14 pada Piala Gothia 2013.

Pelatih LKG BRI Indonesia Tb Wahyudiansyah mengapresiasi kerja keras anak asuhannya yang telah mengeluarkan kemampuan terbaik. Menurut dia, kualitas lawan benar-benar berada di atas anak asuhannya, baik untuk keahlian individu dan kemampuan memahami taktik.

"Mereka sudah berjuang. Tidak perlu terlalu disesali. Jadikan pengalaman di Piala Gothia ini sebagai pelajaran untuk karier kalian di masa depan," tutur Wahyu dalam instruksi setelah pertandingan berakhir.

Lebih lanjut, Wahyu menyebut permainan timnya cukup baik menghadapi Skouted. Kebobolan pada menit-menit menjadi penyebab runtuhnya mental bertanding skuad Laskar Kera Sakti.

”Anak-anak kecolongan pada awal laga yang membuat kami kehilangan ritme. Seiring berjalannya laga permainan membaik, tetapi hal itu tidak cukup untuk mengejar skor,” ucapnya.

Gelandang serang LKG BRI Indonesia, Oksal Kristian Gani, mempertahankan penguasaan bola dari tekanan pemain Skouted FC pada babak babak 16 besar Piala Gothia 2025, Jumat (18/7/2025) di Lapangan Lemmingvallen, Gothenburg, Swedia. Laskar Kera Sakti tumbang 1-4.

Sejumlah pemain pun menangis setelah mendengar peluit akhir. Duo gelandang, Oksal Kristian Gani dan Luthfi Helmi Hanafi, terduduk di tengah lapangan sambil menutup mata mereka.

Pemain-pemain lain juga tidak bisa membendung air mata mereka. Suara tangisan terdengar dalam perjalanan dari zona teknis hingga luar lapangan pertandingan.

Quote

Yang buat saya sedih saya tidak bisa memberikan kontribusi kepada tim ketika mereka sangat membutuhkan.

Tiga pemain yang cukup tegar dan tidak menangis, seperti M Fauzan Alhadar, Abdullah Husain, dan Baihaqi Haris Arina, mencoba menghibur sembari membawakan tas, jersei, dan sepatu rekan setimnya.

”Kita harus akui kualitas individu dan permainan kita ada di bawah mereka. Pertandingan ini menjadi pelajaran penting bagi kita untuk tahu apa saja yang perlu ditingkatkan untuk menjadi pemain yang bisa bersaing di level tertinggi,” ucap Fauzan yang mencetak dua gol di Piala Gothia 2025.

Dijegal cedera

Tekanan yang tinggi menghadapi Skouted juga menyebabkan dua pemain LKG BRI Indonesia menderita cedera kambuhan. Rasa sakit itu dialami dua pemain andalan, yaitu bek tengah Dek Mang Pamungkas serta penyerang M Akbar Ramadhan.

Bek sayap kiri LKG BRI Indonesia, Dimas Anggara, melepaskan operan di tengah hadangan pemain Skouted FC pada babak babak 16 besar Piala Gothia 2025, Jumat (18/7/2025) di Lapangan Lemmingvallen, Gothenburg, Swedia. Laskar Kera Sakti tumbang 1-4.

Dek Mang menderita rasa sakit tak terperi di bahu kanannya. Masalah dislokasi bahu sudah dialami sejak ia membela Persigawa di Liga Kompas U-14 Powered by BRI musim 2024-2025.

Perawatan dari tim medis Piala Gothia berupa balutan kinesio tape melilit di bahu Dek Mang. Ia sampai tidak bisa menggendong ransel akibat cedera itu.

”Saya minta maaf tidak bisa membantu tim lagi. Bahu saya sakit sekali,” kata Dek Mang menunjukkan bahu kanannya.

Akbar, yang menyumbang tujuh gol di Piala Gothia 2025, mengalami masalah rasa sakit di pinggangnya. Benturan fisik rutin yang dialami dari bek lawan yang memiliki postur lebih besar menjadi penyebabnya. Pada pertengahan babak kedua kontra Skouted, Akbar sudah berjalan pincang menahan rasa sakit hingga ditarik keluar lapangan.

Sebelum Dek Mang dan Akbar, dua pemain yakni Puma Nandhito dan Radhitya Javas Nugraha juga sudah tidak bisa membantu tim akibat menderita masing-masing cedera pinggang dan pergelangan kaki.

Bek LKG BRI Indonesia, Baihaqi Haris Arina, berusaha menjegal penyerang Skouted FC, Eze Chinemerem, pada babak babak 16 besar Piala Gothia 2025, Jumat (18/7/2025) di Lapangan Lemmingvallen, Gothenburg, Swedia. Laskar Kera Sakti tumbang 1-4.

”Yang buat saya sedih saya tidak bisa memberikan kontribusi kepada tim ketika mereka sangat membutuhkan,” kata Puma yang juga tidak kuat menahan air mata mengalir di kedua matanya.

Adapun superioritas Skouted hadir melalui dominasi mereka menciptakan peluang. Terdapat 15 tembakan yang dihasilkan pemain-pemain asal Inggris itu.

Otak serangan Skouted dari dua penyerang sayap, Forbes dan Eze Chinemerem, sulit diantisipasi oleh kuatet lini belakang Laskar Kera Sakti. Pemain sampai harus melakukan pelanggaran untuk menghentikan aksi individu keduanya. Fauzan pun menerima kartu kuning pada menit ke-32 akibat menarik Eze.

Kuantitas tembakan itu berkali-kali lipat lebih banyak dibandingkan rerata dua tembakan yang dihadapi Laskar Kera Sakti dalam enam pertandingan sebelumnya.

Lini serang LKG BRI Indonesia juga gagal mempertahankan rata-rata 18 tembakan per laga di Piala Gothia 2025. Hanya tujuh tembakan yamg bisa dihasilkan Oksal dan kawan-kawan. Tidak ada tembakan dari skema permainan terbuka yang mampu memberikan ancaman berarti bagi kiper Skouted.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar dari Gothenburg, Swedia
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase