NBA

Menang dan Kalah dari Gagal Bersatunya Giannis dengan Curry

Siapakah yang paling diuntungkan ataupun dirugikan dari kegagalan terciptanya duet Giannis Antetokounmpo dan Stephen Curry di NBA musim ini?

07 Feb 2026 06:17 WIB · Olahraga

JOHANES WASKITA UTAMA

Oleh Kelvin Hianusa

Bayangkan, betapa dominan sebuah tim jika memiliki dua megabintang NBA, Giannis Antetokounmpo dan Stephen Curry, sekaligus. Pemain lawan pasti kelabakan. Saat Curry meneror keranjang lawan dari garis tiga angka, Giannis mengancam dengan presensi fisiknya di area dalam. Kekuatan mereka saling melengkapi.

Skenario itulah yang dirumorkan berpotensi terwujud di sisa musim 2025-2026. Giannis membuka pintu untuk pindah dari Milwaukee Bucks. Banyak tim tertarik, salah satunya Golden State Warriors yang sedang aktif mencari tandem untuk Curry. Bucks pun menunggu penawaran terbaik.

Mirisnya, skenario berujung antiklimaks seusai tenggat pertukaran pemain berlalu pada Jumat (6/2/2026) dini hari WIB. Bucks menolak semua penawaran yang datang, termasuk dari Warriors. Giannis yang tidak terburu-buru ingin hengkang tetap bertahan setidaknya sampai musim ini berakhir.

Golden State Warriors' Stephen Curry reacts to play in the second half of an NBA basketball game agains the Dallas Mavericks in Dallas, Thursday, Jan. 22, 2026. (AP Photo/Tony Gutierrez)

Warriors sudah menawarkan paket pertukaran terbaik. Mereka rela mengirim empat hak pilih di putaran pertama draf serta pemain muda berbakat, Jonathan Kuminga, dan pemain veteran, Draymond Green. Namun, semua itu tidak cukup untuk menggoyahkan iman manajer umum Jon Horst, selaku pengambil keputusan di Bucks.

Ternyata, menurut The Athletic, Bucks memang tidak pernah menjadikan pertukaran Giannis sebagai opsi utama. Mereka hanya berupaya merespons keinginan sang pemain. ”Saya ingin berada di sini, tetapi saya ingin berada di sini untuk menang,” kata Giannis, sebelum tenggat, yang kecewa dengan kurangnya ambisi klub.

Kebetulan, tidak ada paket penawaran yang setara dengan nilai peraih dua kali Most Valuable Player NBA tersebut. Bucks pun mengambil pilihan realistis dengan mengulur waktu. Jika bertahan sampai jeda musim, mereka berpotensi mendapat tawaran lebih menguntungkan dari banyak tim yang sudah siap cuci gudang.

Bucks juga masih sangat berharap bisa mempertahankan pemain 31 tahun tersebut. Setelah 13 tahun mengabdi, Giannis merupakan ikon terbesar bagi klub. Karena itu, Bucks sedang berusaha membentuk tim yang lebih kuat untuk membantu Giannis bersaing pada musim depan.

Pemain Milwaukee Bucks, Giannis Antetokounmpo berusaha memasukkan bola ke basket Phoenix Suns pada pertandingan gim keenam Final NBA 2021 di Fiserv Forum, Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat, Rabu (21/7/2021) pagi WIB. Giannis Antetokounmpo menyumbang 50 angka pada pertandingan tersebut. AFP/Jesse D Garrabrant/NBAE/Getty Images

Kuncinya ada di Giannis. Jika tidak menandatangani perpanjangan kontrak selama empat tahun, sebesar 275 juta dolar AS (Rp 4,63 triliun), pada Oktober nanti, Giannis hanya menyisakan satu tahun kontrak. Bucks harus mulai merelakan kepergian pemain seandainya skenario tersebut terjadi.

Bagi Giannis, tidak ada pilihan lebih baik selain bertahan di Bucks. ”Mari kita kesampingkan Bucks sejenak. Mari kita bicara tentang kota itu sendiri, kenangan yang telah saya ciptakan di sini. Empat anak saya terlahir di sini. Ayah saya dimakamkan di kota ini. Saya membangun rumah ibu saya yang hanya berjarak 10 detik dari rumah saya di sini,” ujarnya.

Opsi darurat

Gagal mendapatkan Giannis, Warriors beralih ke opsi darurat. Mereka mendatangkan center asal Latvia, Kristaps Porzingis, dari Atlanta Hawks. Warriors hanya mengirim Kuminga dan guard Buddy Hield untuk pertukaran itu, tidak sebanyak paket untuk Giannis, tetapi timbal baliknya juga kurang istimewa.

Porzingis, 30 tahun, sudah memiliki pengalaman juara NBA bersama Boston Celtics pada 2024. Dia merupakan center modern yang piawai menembak dari garis tiga angka. Kemampuan itu sangat cocok di Warriors yang dipenuhi banyak penembak jitu. Hanya saja, ketersediaan sang pemain menjadi isu terbesar.

Porzingis nyaris selalu berkutat dengan cedera di setiap musim. Dalam lima musim terakhir, dia hanya bermain rerata 43 kali dari total 82 laga di musim reguler. Porzingis juga baru bermain 17 kali untuk Hawks sepanjang musim ini. Padahal, ketersediaan merupakan faktor paling krusial di NBA.

Warriors pun seperti sedang bertaruh dengan kesehatan Porzingis. Mereka bisa memenangkan lotre atau justru merugi habis-habisan. ”Saya rasa kami tidak akan melakukan pertukaran pemain jika kami tidak yakin dia bisa sehat dan konsisten dalam bermain,” kata pelatih kepala Warriors, Steve Kerr.

Alasan Warriors ingin mendatangkan Giannis adalah demi menjaga kans juara musim ini. Seusai kehilangan pemain bintang Jimmy Butler akibat cedera lutut, mereka enggan menyia-nyiakan fase prima Curry yang sudah 37 tahun. Bersama Giannis, peluang juara Warriors akan meningkat drastis.

Center Boston Celtics Kristaps Porzingis memasukkan bola saat pertandingan pertama final NBA antara Dallas Mavericks dan Boston Celtics di Stadion TD Garden, Boston, Massachusetts, AS, Jumat (7/6/2024) pagi WIB. **BOSTON, MASSACHUSETTS - JUNE 06: Kristaps Porzingis #8 of the Boston Celtics dunks the ball during the first quarter against the Dallas Mavericks in Game One of the 2024 NBA Finals at TD Garden on June 06, 2024 in Boston, Massachusetts. NOTE TO USER: User expressly acknowledges and agrees that, by downloading and or using this photograph, User is consenting to the terms and conditions of the Getty Images License Agreement. Maddie Meyer/Getty Images/AFP (Photo by Maddie Meyer / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Karena itu, tolok ukur keberhasilan pertukaran pemain Warriors baru bisa dinilai pada akhir musim. Seandainya Porzingis gagal membawa tim berbicara banyak di playoff, transaksi itu bisa dikatakan gagal. Manajemen klub sama saja membuang sia-sia satu musim bersama ”Chef Curry”.

Di sisi lain, pemenang dari tenggat pertukaran kali ini adalah Bucks dan Giannis. Mereka yang sama-sama tidak ingin berpisah bisa kembali menjalin hubungan baik. Giannis bisa mendapatkan tim solid seperti yang diinginkan, sementara Bucks berpotensi lebih kuat pada musim depan dan mendapatkan kembali sang ikon.

Lantas, siapa yang kalah mutlak dalam kegagalan skenario bersatunya Giannis dan Curry? Mereka adalah para pencinta NBA, khususnya penggemar umum dan Warriors. Mereka gagal menjadi saksi dari potensi duet paling dominan dalam sejarah bola basket. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra