basket NBA

Dua Pekan Misi Penyelamatan Stephen Curry

Hanya dua pekan, waktu bagi Golden State Warriors untuk menyelamatkan musim Stephen Curry dari kegagalan total. Waktu menjadi musuh terbesar pemain 37 tahun itu.

23 Jan 2026 16:25 WIB · Olahraga

AP

Oleh Kelvin Hianusa

Stephen Curry menutupi kepalanya dengan handuk selama beberapa detik tepat setelah duduk di bangku cadangan. Tak berapa lama, dia yang masih terengah-engah mengambil napas begitu dalam. Pebasket veteran Golden State Warriors itu menatap tajam ke arah lapangan, tetapi matanya tampak teramat kosong.

Itulah pemandangan dari bangku cadangan Warriors seusai Curry ditarik ke luar di Stadion American Airlines, Dallas, Jumat (23/1/2026) pagi WIB. Waktu masih tersisa 57,3 detik, tetapi pelatih Steve Kerr sudah menyerah karena tertinggal 12 poin dari tuan rumah Dallas Mavericks. Laga berakhir dengan kekalahan Warriors, 115-123.

Curry, 37 tahun, tampil impresif selama 34 menit. Dia menghasilkan 38 poin, di antaranya dari delapan tembakan tiga angka. Namun, bantuan setimpal tidak didapat dari rekan-rekannya, terutama para pemain starter lain yang hanya menyumbang total 30 poin. Warriors pun harus rela takluk dari tim dengan peringkat jauh lebih rendah.

Rasa frustrasi menghantui guard terhebat di abad ke-21 tersebut. Dua laga sudah berlalu sejak rekannya, Jimmy Butler, dipastikan absen di sisa musim karena cedera anterior cruciate ligament (ACL). Sejak itu pula, Warriors yang mencatatkan tren positif sejak pergantian tahun (12 menang-4 kalah) mulai terpuruk dalam rentetan kekalahan.

Golden State Warriors guard Stephen Curry wipes his face with his jersey in the second half of an NBA basketball game againast the Dallas Mavericks in Dallas, Thursday, Jan. 22, 2026. (AP Photo/Tony Gutierrez)

”Pastinya ini adalah situasi yang sulit. Pertama dan yang utama, kami memikirkan dia dan pemulihannya,” kata Curry soal cedera Butler. ”Dari sisi basket, kami masih perlu mempertahankan identitas yang telah dibangun. Dia adalah bagian dari itu sehingga dua laga ini terasa sulit. Butuh waktu untuk menyesuaikan dengan realitas baru,” lanjutnya yang terus menunduk sepanjang memberi jawaban.

Wajar jika Curry sangat terpukul. Butler didatangkan Warriors pada pertengahan musim lalu untuk membantunya dalam perebutan juara. Namun, duet bintang itu selalu dihantui kesialan. Curry mengalami cedera saat Warriors takluk di semifinal Wilayah Barat musim lalu. Musim ini, ketika momentum mulai berpihak, giliran Butler yang menepi.

Cedera Butler merupakan vonis awal bagi Curry dan rekan-rekan. Musim mereka hampir pasti sudah berakhir. Nyaris mustahil, Warriors bisa juara tanpa bantuan Butler. Bahkan, dengan duet Curry dan Butler saja, hingga Rabu lalu, mereka hanya mampu menempati peringkat kedelapan Wilayah Barat (25 menang-19 kalah).

Butler merupakan bintang kedua di Warriors setelah Curry. Dia membuat tim jadi tidak satu dimensi. Dengan kemampuan memancing pelanggaran, Warriors lebih dari sekadar tembakan tiga angka. Butler, dengan catatan rerata 20 poin dan 4,9 asis, juga selalu diandalkan untuk memimpin unit kedua tim saat Curry beristirahat. ”Jimmy salah satu pemain terbaik di liga. Kami akan merindukannya,” ujar Kerr.

Batas waktu

Curry memang masih berada dalam performa prima. Dia menghasilkan rerata 27,1 poin dan 5,1 asis, serta akurasi tembakan hingga 46,8 persen. Itu yang membuatnya kembali terpilih sebagai starter di edisi NBA All-Star 2026. Meskipun begitu, waktu sang spesialis tembakan jarak jauh tersebut sudah tidak banyak.

Quote

Visi saya tentangnya (Butler) adalah dia kembali bersama kami pada tahun depan.

Golden State Warriors forward Jimmy Butler III, left, reacts after contact with Miami Heat guard Davion Mitchell (45) during the second half of an NBA basketball game in San Francisco, Monday, Jan. 19, 2026. (AP Photo/Jeff Chiu)

Curry akan berusia 38 tahun pada 14 Maret nanti. Tidak ada yang tahu bagaimana performanya setahun ke depan. Kerr, pelatih yang selalu ada di balik setiap kesuksesan Curry, hampir dipastikan hengkang pada akhir musim. Karena itu, musim ini sebenarnya merupakan waktu terbaik bagi sang megabintang untuk mengejar cincin juara kelima.

Setelah Butler cedera, tugas berat menanti manajemen Warriors. Mereka memiliki waktu dua pekan, sampai tenggat pertukaran pemain pada Jumat (6/2/2026) pagi, untuk mendukung Curry. Skenario yang menjadi pembahasan adalah pertukaran Butler. Selama pemulihan, Butler terikat kontrak sebesar 54 juta dolar AS (Rp 908,9 miliar) pada musim ini dan akan meningkat pada musim depan.

Masalahnya, Butler kemungkinan besar baru bisa kembali tahun ke depan. Saat kembali, pemain yang sudah berusia 36 tahun itu juga diragukan bisa kembali ke performa terbaik. Belum lagi, ada potensi cedera lanjutan. Pihak klub seolah hanya membuang masa prima seorang Curry jika tetap mempertahankan Butler.

Hanya saja, pertukaran pemain yang sedang cedera sangatlah kompleks. Nilai tukarnya akan menurun drastis. Warriors pun akan kesulitan mendapatkan pengganti yang setara. Wajar jika Manajer Umum Warriors Mike Dunleavy Jr menepis skenario itu. ”Visi saya tentangnya (Butler) adalah dia kembali bersama kami pada tahun depan,” kata Dunleavy.

Kehilangan Butler membuka satu slot kosong di skuad Warriors. Slot itu diisi forward 23 tahun Jonathan Kuminga yang sedang meminta pindah klub. Kuminga, setelah tidak dimainkan sejak pertengahan Desember, bermain cukup apik di dua laga terakhir. Namun, dia menderita cedera engkel saat baru mencetak 10 poin dalam sembilan menit pertama versus Mavericks.

Pemain Golden State Warriors dari kiri Draymond Green, Stephen Curry dan Klay Thompson masing-masing memegang trofi sambil berpose di atas panggung sebelum dimulainya parade kejuaraan NBA di San Francisco, Amerika Serikat, Senin (20/6/2022). Kemenangan itu menandai kembali Warriors sebagai tim papan atas NBA setelah mereka mengakhiri musim 2019-2020 sebagai tim dengan rekor terburuk sepanjang sejarah NBA

Pertanyaannya, apakah Kuminga akan tetap ditukar atau justru mengisi peran Butler? Seperti diketahui, hubungan antara Kerr dan Kuminga selalu dirumorkan kurang baik. Sang pelatih jarang memberikan menit bermain terhadap pemain muda potensial itu, terutama sejak kedatangan Butler. Itu yang kemudian membuat Kuminga ingin hengkang.

Menurut jurnalis senior NBA Insider, Chris Haynes, posisi Warriors dan Kuminga belum berubah menjelang tenggat pertukaran. Sang pemain sudah tidak punya hasrat bertahan di klub, sementara pihak klub terbuka dengan pilihan itu. Hanya saja, Warriors belum menemukan pertukaran yang setimpal dengan klub lain.

Warriors hanya memiliki dua pilihan saat ini. Pertama, demi Curry yang merupakan pemain terbesar dalam sejarah klub, mereka harus mengorbankan masa depan tim dengan menyertakan banyak potensi pilihan draf dalam pertukaran. Kedua, mereka tidak perlu bertaruh besar, tetapi akan dipastikan kehilangan momen terbaik di pengujung karier Curry.

Banyak pemain bintang yang dikabarkan tersedia untuk pertukaran, antara lain Giannis Antetokoumpo (Milwaukee Bucks) dan Anthony Davis (Mavericks). Namun, ada harga mahal yang harus ditebus untuk nama besar tersebut. ”Jika ada pemain hebat yang bisa didapatkan, kami memiliki semua (aset) untuk ditukar,” janji Dunleavy.

Alhasil, Warriors pun harus memilih antara sekarang atau masa depan. Pilihan itu akan menunjukkan bagaimana pihak klub menghargai Curry, pemain yang telah berjasa mengembalikan nama besar klub yang pernah redup selama empat dekade. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji