Apa yang bisa dipelajari dari artikel berikut ini?
- Hasil pertandingan Manchester City vs Real Madrid
- Mengapa perjalanan Real Madrid dan klub besar lain terseok di fase liga?
- Meski terseok, mengapa Real Madrid wajib diwaspadai?
- Tim mana yang berpeluang besar ke babak 16 besar?
Usaha Real Madrid untuk mempertahankan gelar Liga Champions musim ini tidak berjalan dengan mulus. Pasukan Carlo Ancelotti harus berjuang hingga pertandingan terakhir untuk sekadar melaju ke babak playoff. Mereka gagal lolos langsung ke babak 16 besar setelah hanya menempati peringkat 11 fase liga.
Meski demikian, meremehkan Madrid sama saja dengan bunuh diri. Di kompetisi terbesar antarklub Eropa ini, Madrid adalah rajanya. Itu dibuktikan dengan dominasi mereka di ajang kontinen, dengan torehan 15 trofi, jauh melebihi capaian tim-tim besar Eropa lainnya.
Kemenangan 3-2 di kandang Manchester City pada laga leg pertama babak playoff menjadi peringatan bagi tim-tim lainnya. Tidak ada tim yang mau bertemu Madrid pada babak 16 besar atau babak-babak berikutnya.
Hasil pertandingan Manchester City vs Real Madrid
Real Madrid mengirimkan pesan kuat kepada rival-rivalnya di Liga Champions dengan kemenangan tandang atas Manchester City, 3-2, Rabu (12/2/2025) dini hari WIB. Meski sempat terseok pada fase liga hingga harus melewati babak playoff, satu langkah kaki mereka kini telah berada di babak 16 besar dengan hasil itu.
Madrid sekaligus mengakhiri kedigdayaan City di kandang pada ajang Liga Champions. Hasil itu membuat musim ini menjadi musim yang paling kelabu bagi City dan Pep Guardiola, karena juga tengah kesulitan di ajang kompetisi domestik. ”Los Blancos” membenamkan “The Citizens” demi lebih dekat menuju babak 16 besar.
Sepasang gol Erling Haaland di menit ke-19 dan ke-80 sempat membuka asa City untuk membawa keunggulan menuju gim kedua di Stadion Bernabeu, pekan depan. Tetapi, keunggulan City menguap berkat dua gol telat Real yang diciptakan Brahim Diaz (86’) dan Jude Bellingham (90+2).
Sebelumnya, Los Blancos sempat menyamakan kedudukan melalui sepakan melintir Kylian Mbappe di menit ke-60. Real menjadi tim pertama yang mampu menaklukkan City di ajang kontinental sejak September 2018. Tim terakhir yang mempermalukan City di Etihad adalah duta Perancis, Olympique Lyon.
Kemenangan Real dari Etihad membantu mereka lebih dekat ke babak 16 besar. Los Blancos tentu lebih percaya diri untuk menjalani gim kedua di kandang. Sebab, mereka belum pernah kalah dari City di kandang di bawah asuhan Carlo Ancelotti.
Mengapa perjalanan Real Madrid dan klub besar lain terseok di fase liga?
Setelah melewati pekan pertama yang terkesan biasa, anomali mulai muncul pada pekan kedua Liga Champions yang memakai format baru. Dua raksasa, yakni Real Madrid dan Bayern Muenchen, meraih hasil minor, Kamis (3/10/2024) dini hari WIB. Real kandas dari Lille, sementara Muenchen dibekap Aston Villa. Format baru Liga Champions mendorong Lille dan Villa berambisi meraih poin pada setiap pertandingan.
Hasil negatif Real dan Muenchen bisa jadi adalah contoh sengitnya persaingan Liga Champions berformat baru yang diidamkan UEFA. Dengan format baru, UEFA menginginkan meratanya persaingan dengan menghapus fase penyisihan grup dan menggantinya dengan fase liga. Jumlah klub bertambah dari 32 menjadi 36. Pada fase liga, setiap klub kini menjalani delapan pertandingan melawan klub berbeda dengan empat di antaranya dimainkan di kandang dan sisanya tandang.
Di akhir fase liga, delapan klub teratas lolos langsung ke babak 16 besar. Sementara klub pada peringkat kesembilan hingga ke-24 akan menjalani playoff. Pemenang playoff berhak melaju ke 16 besar, menyusul delapan klub yang lolos lebih dulu. Adapun klub peringkat ke-25 hingga ke-36 langsung tersingkir tanpa bisa mengikuti Liga Europa sebagaimana edisi Liga Champions sebelumnya.
Meski terseok, mengapa Real Madrid wajib diwaspadai?
Bukti ”DNA” Eropa Real Madrid itu terbukti musim lalu ketika mereka terus menghadirkan keajaiban hingga akhirnya menjadi juara. Salah satunya pada pertandingan semifinal yang berakhir dengan kemenangan dramatis pasukan Ancelotti.
Waktu normal hanya tersisa kurang dari tiga menit di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis (9/5/2024) dini hari WIB. Tim tamu Bayern Muenchen sudah unggul 1-0 lewat pemain pengganti Alphonso Davies. Mereka hanya perlu mempertahankan skor untuk bertemu dengan tim asal Jerman lain di final, yaitu Borussia Dortmund.
Meskipun begitu, puluhan ribu penonton tuan rumah tetap bersorak di tribune. Mereka seperti sudah mengetahui apa yang akan terjadi. Benar saja, dalam tiga menit berselang, tim asuhan Carlo Ancelotti itu membalikkan keadaan jadi 2-1. Sepasang gol yang seperti jatuh dari langit dicetak penyerang pengganti Joselu.
Gol pertama Madrid terasa janggal. Kiper Bayern Manuel Neuer sudah pasti menjadi pemain terbaik jika laga hanya sampai menit ke-87. Dia melakukan lima kali penyelamatan krusial sebelum gol. Namun, tiba-tiba, dia gagal menangkap tembakan cukup pelan dari Vinicius Bola itu terlepas ke kaki Joselu.
Gol penentu kemenangan ”El Real” sangat dramatis. Gol Joselu sempat dianulir asisten wasit karena berada dalam posisi offside. Ada dua momen sekaligus yang berpotensi offside, Joselu dan sang pemberi asis Antonio Ruediger. Namun, video asisten wasit (VAR) mengesahkan gol itu. Di final, Madrid mengalahkan Dortmund untuk mengangkat trofi ke-15 Liga Champions.
Tim mana yang juga berpeluang untuk melaju ke babak 16 besar?
Celtic tentu berstatus kuda hitam pada duel playoff fase gugur Liga Champions menghadapi Bayern Muenchen. Namun, Celtic memiliki dua modal untuk membuat Bayern pulang dari Stadion Celtic Park, Skotlandia, Kamis (13/2/2025) pukul 03.00 WIB, dengan tangan hampa dan tertunduk lesu.
Dalam empat pertemuan sebelumnya dengan Bayern di Liga Champions, Celtic belum pernah mengemas kemenangan. Mereka menelan tiga kekalahan, termasuk tumbang di kandang pada fase grup musim 2017-2018. Namun, Celtic juga mampu menahan Bayern tanpa gol pada babak awal edisi 2003-2004.
Sejarah mampu membuat Bayern frustasi lebih dari dua dekade silam itu bisa menjadi bekal tim berjuluk “The Hoops” itu pada laga pertama playoff Liga Champions musim ini. Atmosfer penuh intimidasi Celtic Park untuk tim tamu adalah kekuatan bagi Celtic untuk hadirkan kejutan dan membuka asa lolos ke babak 16 besar.
Sebanyak 60.000 suporter Celtic bakal memulai laga dengan menyemangati tim kesayangan mereka dengan bentangan spanduk koreo dukungan. Kemudian, pendukung Celtic dikenal sebagai salah satu suporter yang tak pernah berhenti meneriakkan lagu-lagu dukungan sepanjang laga.
Performa di Celtic Park adalah penolong jalan mereka untuk menembus fase playoff Liga Champions. Daizen Maeda dan kawan-kawan mengemas tiga kemenangan dan hanya sekali ditahan seri oleh tim tamu di ajang kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa itu.
Apa yang bisa dipelajari dari artikel berikut ini?
- Hasil pertandingan Manchester City vs Real Madrid
- Mengapa perjalanan Real Madrid dan klub besar lain terseok di fase liga?
- Meski terseok, mengapa Real Madrid wajib diwaspadai?
- Tim mana yang berpeluang besar ke babak 16 besar?
Usaha Real Madrid untuk mempertahankan gelar Liga Champions musim ini tidak berjalan dengan mulus. Pasukan Carlo Ancelotti harus berjuang hingga pertandingan terakhir untuk sekadar melaju ke babak playoff. Mereka gagal lolos langsung ke babak 16 besar setelah hanya menempati peringkat 11 fase liga.
Meski demikian, meremehkan Madrid sama saja dengan bunuh diri. Di kompetisi terbesar antarklub Eropa ini, Madrid adalah rajanya. Itu dibuktikan dengan dominasi mereka di ajang kontinen, dengan torehan 15 trofi, jauh melebihi capaian tim-tim besar Eropa lainnya.
Kemenangan 3-2 di kandang Manchester City pada laga leg pertama babak playoff menjadi peringatan bagi tim-tim lainnya. Tidak ada tim yang mau bertemu Madrid pada babak 16 besar atau babak-babak berikutnya.
Hasil pertandingan Manchester City vs Real Madrid
Real Madrid mengirimkan pesan kuat kepada rival-rivalnya di Liga Champions dengan kemenangan tandang atas Manchester City, 3-2, Rabu (12/2/2025) dini hari WIB. Meski sempat terseok pada fase liga hingga harus melewati babak playoff, satu langkah kaki mereka kini telah berada di babak 16 besar dengan hasil itu.
Madrid sekaligus mengakhiri kedigdayaan City di kandang pada ajang Liga Champions. Hasil itu membuat musim ini menjadi musim yang paling kelabu bagi City dan Pep Guardiola, karena juga tengah kesulitan di ajang kompetisi domestik. ”Los Blancos” membenamkan “The Citizens” demi lebih dekat menuju babak 16 besar.
Sepasang gol Erling Haaland di menit ke-19 dan ke-80 sempat membuka asa City untuk membawa keunggulan menuju gim kedua di Stadion Bernabeu, pekan depan. Tetapi, keunggulan City menguap berkat dua gol telat Real yang diciptakan Brahim Diaz (86’) dan Jude Bellingham (90+2).
Sebelumnya, Los Blancos sempat menyamakan kedudukan melalui sepakan melintir Kylian Mbappe di menit ke-60. Real menjadi tim pertama yang mampu menaklukkan City di ajang kontinental sejak September 2018. Tim terakhir yang mempermalukan City di Etihad adalah duta Perancis, Olympique Lyon.
Kemenangan Real dari Etihad membantu mereka lebih dekat ke babak 16 besar. Los Blancos tentu lebih percaya diri untuk menjalani gim kedua di kandang. Sebab, mereka belum pernah kalah dari City di kandang di bawah asuhan Carlo Ancelotti.
Mengapa perjalanan Real Madrid dan klub besar lain terseok di fase liga?
Setelah melewati pekan pertama yang terkesan biasa, anomali mulai muncul pada pekan kedua Liga Champions yang memakai format baru. Dua raksasa, yakni Real Madrid dan Bayern Muenchen, meraih hasil minor, Kamis (3/10/2024) dini hari WIB. Real kandas dari Lille, sementara Muenchen dibekap Aston Villa. Format baru Liga Champions mendorong Lille dan Villa berambisi meraih poin pada setiap pertandingan.
Hasil negatif Real dan Muenchen bisa jadi adalah contoh sengitnya persaingan Liga Champions berformat baru yang diidamkan UEFA. Dengan format baru, UEFA menginginkan meratanya persaingan dengan menghapus fase penyisihan grup dan menggantinya dengan fase liga. Jumlah klub bertambah dari 32 menjadi 36. Pada fase liga, setiap klub kini menjalani delapan pertandingan melawan klub berbeda dengan empat di antaranya dimainkan di kandang dan sisanya tandang.
Di akhir fase liga, delapan klub teratas lolos langsung ke babak 16 besar. Sementara klub pada peringkat kesembilan hingga ke-24 akan menjalani playoff. Pemenang playoff berhak melaju ke 16 besar, menyusul delapan klub yang lolos lebih dulu. Adapun klub peringkat ke-25 hingga ke-36 langsung tersingkir tanpa bisa mengikuti Liga Europa sebagaimana edisi Liga Champions sebelumnya.
Meski terseok, mengapa Real Madrid wajib diwaspadai?
Bukti ”DNA” Eropa Real Madrid itu terbukti musim lalu ketika mereka terus menghadirkan keajaiban hingga akhirnya menjadi juara. Salah satunya pada pertandingan semifinal yang berakhir dengan kemenangan dramatis pasukan Ancelotti.
Waktu normal hanya tersisa kurang dari tiga menit di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis (9/5/2024) dini hari WIB. Tim tamu Bayern Muenchen sudah unggul 1-0 lewat pemain pengganti Alphonso Davies. Mereka hanya perlu mempertahankan skor untuk bertemu dengan tim asal Jerman lain di final, yaitu Borussia Dortmund.
Meskipun begitu, puluhan ribu penonton tuan rumah tetap bersorak di tribune. Mereka seperti sudah mengetahui apa yang akan terjadi. Benar saja, dalam tiga menit berselang, tim asuhan Carlo Ancelotti itu membalikkan keadaan jadi 2-1. Sepasang gol yang seperti jatuh dari langit dicetak penyerang pengganti Joselu.
Gol pertama Madrid terasa janggal. Kiper Bayern Manuel Neuer sudah pasti menjadi pemain terbaik jika laga hanya sampai menit ke-87. Dia melakukan lima kali penyelamatan krusial sebelum gol. Namun, tiba-tiba, dia gagal menangkap tembakan cukup pelan dari Vinicius Bola itu terlepas ke kaki Joselu.
Gol penentu kemenangan ”El Real” sangat dramatis. Gol Joselu sempat dianulir asisten wasit karena berada dalam posisi offside. Ada dua momen sekaligus yang berpotensi offside, Joselu dan sang pemberi asis Antonio Ruediger. Namun, video asisten wasit (VAR) mengesahkan gol itu. Di final, Madrid mengalahkan Dortmund untuk mengangkat trofi ke-15 Liga Champions.
Tim mana yang juga berpeluang untuk melaju ke babak 16 besar?
Celtic tentu berstatus kuda hitam pada duel playoff fase gugur Liga Champions menghadapi Bayern Muenchen. Namun, Celtic memiliki dua modal untuk membuat Bayern pulang dari Stadion Celtic Park, Skotlandia, Kamis (13/2/2025) pukul 03.00 WIB, dengan tangan hampa dan tertunduk lesu.
Dalam empat pertemuan sebelumnya dengan Bayern di Liga Champions, Celtic belum pernah mengemas kemenangan. Mereka menelan tiga kekalahan, termasuk tumbang di kandang pada fase grup musim 2017-2018. Namun, Celtic juga mampu menahan Bayern tanpa gol pada babak awal edisi 2003-2004.
Sejarah mampu membuat Bayern frustasi lebih dari dua dekade silam itu bisa menjadi bekal tim berjuluk “The Hoops” itu pada laga pertama playoff Liga Champions musim ini. Atmosfer penuh intimidasi Celtic Park untuk tim tamu adalah kekuatan bagi Celtic untuk hadirkan kejutan dan membuka asa lolos ke babak 16 besar.
Sebanyak 60.000 suporter Celtic bakal memulai laga dengan menyemangati tim kesayangan mereka dengan bentangan spanduk koreo dukungan. Kemudian, pendukung Celtic dikenal sebagai salah satu suporter yang tak pernah berhenti meneriakkan lagu-lagu dukungan sepanjang laga.
Performa di Celtic Park adalah penolong jalan mereka untuk menembus fase playoff Liga Champions. Daizen Maeda dan kawan-kawan mengemas tiga kemenangan dan hanya sekali ditahan seri oleh tim tamu di ajang kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa itu.