Ersandrina Devega dapat jadi tumpuan timnas bola voli putri bersama Megawati Hangestri di SEA V League 2025. Devega berbekal penampilan apik di ajang sebelumnya.
31 Jul 2025 10:59 WIB · Olahraga
Outside hitter Ersandrina Devega Salsabila bersinar terang ketika timnas bola voli putri meredup di turnamen antarnegara Asia, AVC Nations Cup, Juni lalu. Kini, dengan timnas yang berkekuatan penuh, kiprah gemilang Devega kembali dinanti di turnamen antarnegara Asia Tenggara, SEA V League 2025.
Devega dan kawan-kawan akan memulai perjalanan di SEA V League 2025 putaran pertama dengan melawan Vietnam, di Natkhon Rachasima, Jumat (1/8/2025). Bagi Devega, ini adalah turnamen keduanya bersama timnas bola voli putri.
Pemain yang akrab disapa Caca ini pertama kali dipanggil timnas untuk persiapan AVC Nations Cup. Dalam turnamen yang digelar di Vietnam, 7-14 Juni, ini, dia lantas menandai debut sekaligus menunjukkan potensi besarnya.
Timnas hanya finis pada peringkat kelima, kalah saing dari dua negara Asia Tenggara lain, Vietnam dan Filipina. Vietnam keluar sebagai juara, sedangkan Filipina menyabet status runner up.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/13/39d7b97c9341855ebecc0365d4378415-DSC04931.jpg)
Ketika timnas meredup, Devega mampu jadi pelipur lara dengan sinar terangnya. Sejak laga debut melawan Iran pada fase grup AVC Nations Cup, Devega mampu tancap gas dengan menyumbang 25 poin. Jumlah ini terbanyak di antara semua yang ada di lapangan. Sayang, kecermelangan Devega belum mampu membawa timnas meraih kemenangan setelah takluk 2-3 (25-23, 23-25, 25-16, 19-25, 12-15).
Meski begitu, dalam total tujuh pertandingan, Devega mampu menghasilkan 126 poin. Sebanyak 119 poin di antaranya berasal dari attack, 5 dari service ace, dan 2 dari blok. Pemain yang memperkuat Jakarta Electric PLN di Proliga 2025 ini mencatatkan rata-rata serangan mencapai 35,31 persen.
Tak cuma itu, Caca juga apik dalam bertahan. Pemain berusia 25 tahun ini mencatatkan 69 penerimaan bola yang berhasil, hanya kalah dari libero Hong Kong, Hiu-Nok Michelle Cheung (71). Dia pun berada di urutan ketiga best diggers dengan 84 kali berhasil menyambut serangan lawan. Hanya Michelle Cheung (96) dan pebola voli India, Shaalini Saravanan (86), yang mencatatkan skor lebih baik.
Devega mengatakan, penampilan di AVC Nations Cup bukan tanpa cela. Ada beberapa aspek yang, menurut dirinya, masih perlu diperbaiki, salah satunya penerimaan bola pertama. Hal itu kerap terjadi, terutama saat laga perdana kontra Iran.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/14/73bfc00d-96ea-42b8-9019-8f6759499044_jpg.jpg)
Walakin, kata Devega, pengalaman di AVC Nations Cup sangat berharga baginya. ”Pastinya aku jadi semakin percaya diri, apalagi ini sudah dapat tambahan pengalaman di timnas. Semoga aku bisa menampilkan yang terbaik di SEA V League,” tutur Devega selepas pelepasan tim di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Kabupaten Bogor, Selasa (29/7/2025).
Selain karena punya pengalaman di AVC Nations Cup, Devega juga percaya diri karena timnas kini berkekuatan penuh. Megawati Hangestri Pertiwi dan Arsela Nuari, yang sama-sama absen pada AVC Nations Cup, kembali masuk skuad. Kehadiran mereka diharapkan menambah daya gedor timnas.
Sebelumnya, baik Megawati maupun Arsela terpaksa absen karena harus menjalani pemulihan cedera. Megawati juga izin karena alasan personal. Dengan kondisi itu, kekuatan Indonesia timpang. Apalagi, tak ada opposite murni dalam skuad.
”Selain itu, latihan juga sudah rutin. Kemarin persiapan AVC Nations Cup cuma seminggu, ini ditambah lagi latihan seminggu buat SEA V League. Apalagi sudah ketambah Mega, Kak Arsela, sama Mbak Asih (Titi Pangestuti). Jadi, untuk aku sendiri dan tim mungkin untuk permainan bisa lebih percaya diri, bisa lebih baik dari dari AVC,” tutur Devega.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/29/1761c806-9893-4e33-96a0-87d381a81051_jpeg.jpg)
Hal serupa disampaikan pelatih timnas putri Octavian. Menurut Octavian, timnas putri mampu bermain dengan baik saat di AVC Nations Cup, terutama ketika bertahan. Namun, mereka lemah saat menyerang. Alhasil, kehadiran Arsela dan Megawati akan menambah kekuatan tim dalam menyerang.
Octavian juga menambahkan, tim pelatih sudah memiliki bayangan skuad yang akan tampil pada laga pertama kontra Vietnam. Dia berharap Megawati bisa langsung tampil sejak laga pertama.
”Melawan Vietnam itu, kami termotivasi. Kami termotivasi bagaimana harus bisa mengalahkan lagi mereka,” ucap Octavian.
Indonesia terakhir kali menang atas Vietnam di SEA V League 2019 yang masih bertajuk ASEAN Grand Prix. Dalam dua putaran turnamen di Filipina itu, Indonesia berhasil menaklukkan Vietnam 3-0 (25-19, 25-21, 25-15) dan 3-1 (29-27, 25-20, 23-25, 25-17).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/06/25/0594452c-9a68-4950-8eac-1f62b7c4f710_jpg.jpg)
Setelah itu, Indonesia selalu kesulitan menghadapi Vietnam. Bahkan, saat selangkah menuju gelar juara AVC Challenge Cup 2023 di Gresik, Jawa Timur, Indonesia pun takluk 2-3 (18-25, 27-25, 25-21, 20-25, 13-15) dari Vietnam pada laga final.
Begitu juga di SEA V League. Setelah edisi perdana pada 2019 itu, Indonesia selalu kalah dari Vietnam pada edisi 2022, 2023, dan 2024.
SEA V League putri hanya diikuti empat tim, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Setiap tim akan bertemu dalam turnamen yang berlangsung dua putaran ini.
Pada tahun ini, setelah digelar di Thailand hingga 3 Agustus 2025, SEA V League berlanjut ke Vietnam pada 8-10 Agustus 2025. Pada setiap putaran, tim yang memuncaki klasemen akan keluar sebagai juara. Poin pada dua putaran itu akan diakumulasi untuk mengetahui posisi akhir tim-tim tersebut di klasemen.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/29/09344b93-2199-4d83-8001-ced7a5724776_jpeg.jpg)
Kini, dengan kehadiran para pemain yang gemilang dalam beberapa tahun terakhir, seperti Megawati dan Arsela, ditambah penampilan apik Devega, harapan besar pun bertumpu pada timnas putri. Jika mampu mengalahkan Vietnam, timnas putri tidak hanya menambah optimisme di SEA V League, tetapi juga di persaingan Asia Tenggara, termasuk SEA Games nantinya.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji